Wanita Pilihan Untuk Ayah

Wanita Pilihan Untuk Ayah
Bab. 74


__ADS_3

happy reading,,,,,


Kesehatan pak Alfian semakin membaik bahkan boleh dikatakan kondisinya sudah seperti sedia kala. Hari ini adalah hari kepulangan mereka termasuk Adam yang sudah terlalu lama meninggalkan perusahaannya.


Maka disinilah mereka sekeluarga, bandar udara Heathrow mengantar papa dan mama mertua serta suaminya.


Vita bersama kedua anaknya dan ponakannya melepas kepergian keluarga mereka, Adam yang merasa berat karena akan meninggalkan keluarga kecilnya terlihat jelas wajahnya ditekuk dan tidak bersemangat


"Ayah,,,tenang aja, setelah kami puas bersama bunda, barulah bunda kembali ke Indonesia." kata Sisil menggoda ayahnya yang sejak tadi selalu memeluk pinggang Vita


"Iyya, om tenang aja, kami akan selalu bersama bunda ". timpal Khanza


Alfian dan Indira hanya tersenyum melihat anaknya yang sudah dua kali menikah tapi masih seperti ABG labil.


Alfian dan Indira dapat melihat kebahagiaan anaknya ketika bersama dengan Vita, sangat berbeda ketika Shinta masih bersama mereka. Meskipun Shinta berhasil mengandung anak Adam tidak serta merta membuat Adam bahagia.


Setelah kelahiran Sisil, Adam pelan-pelan mulai menerima kehadiran Shinta di sisinya sampai kemudian Shinta pergi untuk selama-lamanya.


Panggilan kepada penumpang dengan penerbangan tujuan Indonesia menghentikan lamunan Indira dan segera memeluk dan mencium menantu dan cucunya bergantian. Alfian pun melakukan hal yang sama memeluk dan mencium cucu-cucunya dan memeluk menantunya.


Ketika giliran Adam memeluk erat Vita dan ******* singkat bibirnya kemudian mencium anak-anaknya bergantian rasa sedih diwajahnya tak dapat ia sembunyikan.


"Take care boy,,,,"kata Adam pada Davis

__ADS_1


'Ok, ayah,,,,you too " balas Davis seperti orang dewasa


"Sayang,,,belajar yang rajin ya, supaya kita cepat berkumpul kembali.". kata Adam pada Sisil


"Tenang aja, yah,,,Sisil akan membuat ayah,.opa dan Oma bangga akan keberhasilan Sisil " balas Sisil yakin


"Salam kangen buat papi dan mami Khanza om,,," kata Khanza yang dibalas dengan anggukan oleh Adam.


Kemudian mereka bertiga berjalan memasuki pintu keberangkatan dan perlahan menjauh dan menghilang dari pandangan mereka.


Lalu Vita dan anak-anak serta ponakannya pun keluar dari bandara dan mengendarai mobilnya menuju kantor.


"Ayo sayang,,,kita langsung ke kantor, kalian gak boleh buang-buang waktu untuk belajar ". kata Vita mengajak anak dan ponakannya.


"Iya sayang, kita gak punya banyak waktu, jika kalian mampu mengendalikan perusahaan yang ada disini, maka pastinya perusahaan kalian di Indonesia akan dengan mudah kalian pimpin ". kata Vita memotivasi kedua anak gadis yang ada si depannya


"Emang harus ngurus perusahaan, ya bunda???" tanya Khanza yang disetujui oleh Sisil dengan anggukan


"Ya harus dong, sayang,,,kalo bukan kalian berdua, siapa lagi??? Khanza anak tunggal artinya perusahaan opa dan papi harus Khanza yang urus, sementara Sisil juga seperti itu, kalo masalah Davis, bunda sudah siapkan perusahaan " jelas Vita


"Makanya bunda, harus melahirkan adik yang banyak buat Sisil, supaya Sisil bisa santai dan belanja-belanja,,,hehehehe " balas Sisil sambil terkekeh membayangkan punya banyak adik


"Davis mau punya adik yang banyak???" tanya Khanza iseng

__ADS_1


"No,,,Davis tidak mau yang banyak "balas Davis


"Bagus lho, kalo punya adik yang banyak, Davis bisa santai, gak sibuk seperti ayah ". timpal Sisil


"Davis hanya mau punya adik 2 " balas Davis


"Berarti Davis harus siap ngurus perusahaan ayah, Davis gak ada waktu buat kakak , bunda dan ayah " kata Sisil lupa kalo sedang berbicara dengan anak kecil


"Davis bisa urus semu perusahaan pakai ini,,," balas Davis tak mau kalah sambil menunjukkan iPad di tangannya


"Udah,,,,udah,,,,Sisil, Khanza,,,kalian lupa ya???yang kalian temani bicara itu anak kecil, lho,,," kata Vita menengahi mereka


"Uuuppppsss,,,sorry bunda,,,,kalo bicara sama adik suka lupa,,,," balas Sisil sambil terkikik geli


Karena keasyikan ngobrol mereka tak merasakan perjalanan, hingga akhirnya tiba di kantor perusahaan konsultan keuangan perusahaan milik Vita. Mereka kemudian turun dan segera menuju ruangan Vita.


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


maaf up_nya telat karena perhatian terbagi dengan cerita yang baru ,🤭🤭🤭


selamat menikmati jangan lupa dukungannya


salam hangat selalu dari author

__ADS_1


__ADS_2