Wanita Pilihan Untuk Ayah

Wanita Pilihan Untuk Ayah
Bab. 77.


__ADS_3

happy reading,,,happy,,,


Tibalah hari dimana Vita dan Davis pulang ke tanah air, bagi Davis ini adalah pertama kalinya ke tanah kelahiran kedua orang tuanya. Vita dan Davis memilih penerbangan jam 7 malam.


Setelah menempuh perjalanan panjang selama 16 jam 20 menit, Waktu menunjukkan pukul 10.20 menit ketika mereka tiba mereka di bandar udara Soekarno Hatta, setelah beberapa tahun tak pulang, akhirnya Vita kembali menghirup udara tanah airnya.


Vita dan Davis menggunakan taksi menuju kantor Adam. Dalam perjalanan Vita menikmati setiap jalan yang dilewati


'Hmmmm,,,tak terlalu banyak yang berubah, semua masih seperti dulu, hanya kendaraannya yang semakin banyak ' batin Vita


Davis yang masih tertidur pulas pelan-pelan dibangunkan oleh Vita karena mereka sudah berada di depan lobby kantor Adam


Setelah masuk lobby kemudian Vita menghampiri resepsionis yang sudah diganti


"Selamat pagi mbak,,,ada yang bisa saya bantu ???" tanya resepsionis dengan ramah


"Selamat pagi,,,saya utusan dari kantor konsultan Keuangan Perusahaan ingin bertemu dengan pak Adam " jawab Vita


"Mbak,,,sudah janji??? tanya resepsionis itu lagi


"Sudah mbak,,,langsung dengan pak Adam sendiri.". jawab Vita dengan lugas


Kemudian resepsionis yang bernama Risna sesuai yang tertera pada ID Card-nya mengantar Vita sampai didepan lift khusus tamu perusahaan dan menekan lantai dimana ruangan Adam.


Sampai di lantai 20 kemudian dengan anggun Vita memegang tangan mungil Davis melangkah mendekati meja sekretaris Adam.


"Selamat pagi mbak,,,,pak Adam ada ???" tanya Vita sambil tersenyum

__ADS_1


"Maaf nama mbak siapa?? tanya sang sekretaris sambil mengecek benda pipih nya untuk mencocokkan nama-nama tamu hari ini


"Pak Adam yang membuat janji langsung, mbak,,,jadi mungkin nama saya gak ada di agenda mbak,,,"jawab Vita


Davis yang masih mengantuk dan mungkin juga masih capek dengan perjalanan panjangnya kemudian angkat suara seperti orang dewasa


"Tante sebaiknya ijinkan bundaku masuk, kalo tidak Tante akan menyesal ". kata Davis kesal


"Mbak,,,tolong anaknya diajar yang sopan, datang-datang memaksa masuk ruangan bos, asal mbak tau bos gak suka dengan cara mbak yang seperti ini ". kata sekretaris Adam dengan nada tinggi


Adam yang sedang memeriksa berkas terkejut mendengar suara ribut diluar ruangannya dan segera keluar dengan kasar


"Ada AP,,,,,"belum selesai ucapannya ketika matanya tertuju pada istri dan anaknya, Adam langsung mendekat dan menggendong Davis dan memeluk Vita, membuat sekretarisnya syok dengan pemandangan di depannya


"Sayang,,,,sejak kapan kalian tiba, hmm???" tanya Adam tak dapat menyembunyikan kegembiraannya


"Ayo masuk sayang,,,"kata Adam memeluk pinggang Vita "oh ya, Sonya,,,batalkan semua jadwalku hari ini "..lanjut Adam sambil menutup pintu.


Setelah berada di ruangan Adam kemudian mendudukkan Davis di sofa kemudian duduk di samping isterinya, Davis lalu mengadu pada Adam


"Ayah,,,,Davis don't like your sekretaris ". kata Davis.membuat Adam mengerutkan dahinya


"Kenapa sayang???apa Tante Sonya berkata kasar???" tanya Adam khawatir


"Dia suka menggoda ayah dengan bajunya terbuka " jawab Davis membuat Adam dan Vita menganga tak percaya anak sekecil ini bisa berkata seperti itu


"Sayang,,,memang seperti itu pakaian sekretaris kata Vita mencoba untuk menjelaskan

__ADS_1


"No bunda,,,,grandpa pernah mengajar Davis wanita yang seperti itu ". kata Davis tak mau kalah


"Ok,,,nanti ayah suruh Tante Sonya pakai baju yang sopan.". kata Adam


"No,,,Davis mau ayah ganti sekretarisnya " balas Davis ngotot


"Tapi sayang, susah cari sekretaris baru apalagi sekarang ayah banyak pekerjaan ". kata Adam membujuk Davis


"Bunda yang jadi sekretaris ayah, Tante yang diluar itu bodoh ". kata Davis pasti


Adam sangat kaget melihat penilaian anaknya yang 100 % benar. Memang sekretarisnya sangatlah lamban bekerja dan ingatannya sangat payah, hanya saja Adam sangat membutuhkan orang untuk mengatur jadwalnya makanya untuk sementara dia menerima Sonya jadi sekretarisnya.


"Kalo bunda setuju, ayah sangat berterima kasih, jadi pekerjaan ayah akan diurus oleh bunda ". kata Adam gembira mendengar ucapan Davis


""Kalo bunda ke kantor memangnya Davis mau tinggal sama opa dan Oma??" tanya Vita


"Davis ikut sama ayah dan bunda bekerja, Davis juga mau bekerja seperti ayah " kata Davis polos


Adam dan Vita hanya bisa tertawa, bagaimana bisa anak sekecil Davis bisa mengelola perusahaan.


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


nah up_nya satu bab selesai


selamat menikmati dan jangan pernah bosan meninggalkan jejaknya


vote, boom like, komen tetap author harapkan😂😂😂

__ADS_1


salam.hangat


__ADS_2