Wanita Pilihan Untuk Ayah

Wanita Pilihan Untuk Ayah
Bab. 48


__ADS_3

happy reading,,,,,


Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya, seorang gadis masih setis bergulung dengan selimut yang membungkus tubuhnya. Telpon diatas Nakas terus berbunyi sehingga membuat tidurnya terganggu, tanpa melihat ID pemanggil sang gadis langsung menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan telpon


"Halo,,," jawabnya dengan suara serak khas orang bangun tidur


"Assalamualaikum, sayang,,,,,"salam Adam dengan suara lembut


"Hmm,,,,,Waalaikumsalam,,,,masih pagi mas". jawab Vita masih dengan mata tertutup


"Mas cuman mau ingatkan sebentar ditunggu sama papa dikantor.". kata Adan mengingatkan


"Ok ". balas Vita singkat tanpa mengakhiri panggilan langsung melanjutkan tidurnya.


Baru saja Vita mencari posisi enak untuk melanjutkan tidur ketika telpon yang satunya berbunyi dan ketika melihat nama Steve dengan cepat langsung menjawab dengan gembira, sementara pada telpon yang lain masih tetap tersambung dan mendengar pembicaraan Vita dengan seseorang


"Hai Steve,,,how are you ". sapa Vita dengan gembira


......................


"I'm fine, Steve,,,,hope you too "kata Vita


.....................


I'm Temporarily on leave and planning to Singapura ". terdengar suara Vita menjawab setiap pertanyaan dengan gembira dan terdengar sangat tidak enak di telinga Adam


Kemudian Adam memutuskan panggilan telponnya dengan rasa kesal dan cemburu. Setelah Steve mengakhiri sambungan telpon mereka karena mendapat panggilan darurat dari rumah sakitnya, Vita pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap ke kantor Adam.


Skip

__ADS_1


Setelah Vita dan kedua orang tuanya menyelesaikan sarapan, Wiwaro yang masih penasaran dengan rencana anak bungsunya yang ternyata banyak hal yang tidak diketahuinya.


"Sayang,,,,kenapa sih kamu kok keliatan sangat tidak suka dengan Roby ??" tanya Wibowo penasaran


"Bukannya gak suka pa, hanya saja pak Roby itu terlalu licik dan terlalu banyak merugikan orang ". jawab Vita dengan suara tertahan


"Emang dari dulu kan dia seperti itu, hanya pada papa dan Alfian, dia gak berani ". terang Wibowo


"Bukan gak berani pa, tapi belum punya kesempatan ". kata Vita pendek


"Tapi maksud papa, jangan sampai merugikan Roby juga, sayang,,,toh dia juga susah payah membangun perusahaannya ". kata Wiwaro membujuk anaknya


"Jangan khawatir pa, aku hanya akan mengembalikan semua perusahaan yang di ambilnya secara licik kepada pemiliknya, termasuk perusahaan papanya Sarah, aku hanya akan menyisakan perusahaan yang memang dia peroleh yang murni usahanya sendiri tanpa menipu orang ". kata Vita


Wibowo memandang takjub pada anaknya sambil mengusap sayang kepala anak bungsunya, dalam hati bangga dengan kecerdasan yang dimiliki anaknya akan sangat bermanfaat bagi orang lain.


Lalu Vita segera melajukan mobilnya menuju kantor Diamond grup setelah berpamitan pada papa dan mamanya.


Skip


Sambil tersenyum Vita lalu menghampiri meja resepsionis untuk bertanya ruangan CEO mereka meskipun beberapa tahun yang lalu Vita pernah datang untuk meeting tapi keadaan kali ini berbeda dan kemungkinan mereka juga sudah lupa.


"Selamat pagi mbak,,,,bisa tunjukkan ruangan CEO.???" sapa Vita sopan


"Pagi mbak,,,,maaf sebelumnya mbak, sudah buat janji ??" tanya Sita


"Janji secara tertulis sih belum, mbak ". jawab Vita


"Kalo begitu, mbak tunggu aja dulu dikursi sana, kalo CEO sudah gak sibuk nanti dipanggil ". kata Sita sambil menunjuk sofa khusus untuk tamu

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Vita berjalan ke arah sofa yang ditunjuk oleh Sita sambil mengirim pesan pada Adam bahwa dia ada di lobby


me


Mas, aku di lobby disuruh nunggu


beberapa saat kemudian Vita melihat pesannya hanya centang dua belum dibaca. Vita kemudian mulai asyik dengan telponnya.


Vita tak memperhatikan sekitarnya karena sudah sibuk dengan dirinya sendiri sampai kemudian seseorang berdiri didepannya dan menarik handphone yang sedang dipegangnya, dengan sigap Vita menangkap tangan orang tersebut dan mengunci pergelangan tangannya membuat orang itu berteriak sehingga orang-orang yang sibuk di area lobby terlonjak kaget begitu pun dengan Vita tak kalah kagetnya mendengar teriakan orang yang dia kenal.


"Maaf mas,,,,"kata Vita cengar_cengir memperlihatkan barisan giginya yang rapi


"Ngapain kamu duduk disini, kenapa kamu gak langsung keruangan ku??" tanya Adam sambil bertolak pinggang


"Tadi maunya seperti itu mas, tapi oleh resepsionis disuruh nunggu disini, aku kirim pesan ke mas tapi gak dibaca, jadi salah siapa coba???" balas Vita tak mau disalahkan


Adam memutar badannya dan melihat tajam kearah resepsionisnya dengan langkah panjang mendekati Sita yang sudah pucat pasi ketakutan.


"Kalo kamu masih mau kerja disini, jangan pernah menghalangi gadis itu keruangan ku, dia akan menjadi bagian dari perusahaan ini." kata Adam masih dengan tatapan mengintimidasi


Dari arah pintu masuk nampak laki-laki paruh baya yang masih terlihat segar menghampiri mereka.


"Lho,,,kok masih pada disini???" tanya Alfian


"Menantu papa nih, ditungguin dari tadi taunya dia di lobby main hp ". jawab Adam sontak membuat para pegawai yang kebetulan lewat menoleh ke arah Vita


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


segitu dulu yak,,,,author masih cari inspirasi

__ADS_1


semangat pagi, semoga hari ini kita dilimpahkan berkah sehingga semua aktifitas berjalan lancar


terima kasih atas dukungannya🙏🙏🙏🙏


__ADS_2