
Setelah mengetuk dua puluh sembilan rumah orang kaya ter- khusus untuk satu hari ini, aku melemparkan mata ku ke rumah terakhir yang akan aku ketuk pintu belakang nya.
Aku pun melangkahkan kaki ku penuh harap ke rumah nan besar itu.
Ku lihat lekat-lekat tulisan di kertas yang di tempel di pintu belakang rumah besar itu.
“vacante de trabajo??!!” Gumam ku pelan dengan nada tidak percaya dengan apa yang tertulis di kertas itu.
Berkali-kali ku kucek mata ku. Tapi tulisan nya tetap sama, vacante de trabajo.
Tentu saja aku sangat hapal dengan bahasa Spanyol satu ini sebab selama berhari-hari tulisan ini lah yang paling aku cari. JOB vacancies kalau bahasa inggris nya.
“OH MY GOD! Benar kah ada lowongan pekerjaan di rumah ini?” teriak ku bahagia dengan mata yang berbinar-binar.
Ini benar-benar seperti sercecah cahaya dalam hidup ku yang sedang gelap gulita ini. Ku raba tulisan itu saking shock nya mendapatkan kesempatan yang teramat sangat langka ini.
“Ya Tuhan! Semoga kali ini aku di terima!!” gumam ku penuh harap.
Langsung ku keluarkan ijazah pendidikan terakhir ku. Yakni pendidikan tertinggi untuk para rakyat jelata pada zaman ini.
Sebagai orang yang tidak berpunya, tentu saja aku tidak bisa mengenyam pendidikan ala-ala anak nya para orang kaya. Sampai sekolah rakyat jelata saja, aku sudah sangat bahagia dan merasa sudah seperti manusia paling jenius di dunia ini.
Kau jangan menertawai ku! Saat kau berada di titik terbawah dan mendapatkan pendidikan tingkat teratas walau sebatas level para rakyat jelata maka kau akan tahu seperti apa bahagia nya aku.
Padahal kalau di pikir-pikir apa yang aku pelajari di sekolah rakyat pasti sangat jauh dari apa yang anak-anak para orang pelajari. Tapi segitu saja aku sudah sangat berbangga diri dengan selembar kertas yang ada pada ku yang bertuliskan- LULUS DENGAN PREDIKAT TERBAIK-
Aku layangkan pandangan ku menatap ganggang pintu itu. Aku terdiam di sana sampai seorang gadis datang dan menyenggol ku dengan sangat keras.
“INI BUKAN TEMPAT UNTUK GELANDANGAN.” Ucap nya tepat di telinga kanan ku.
“GELANDANGAN?? DARI MANA DIA TAHU KALAU AKU INI ADALAH SEOANG GELANDANGAN? APAKAH SEBEGITU JELAS NYA STATUS BARU KU DI KOTA INI DI MATA NYA?” batin ku.
Aku sampai bermonolog seperti orang gila di dalam hati karena perkataan gadis muda yang umur nya mungkin saja beti alias Beda Tipis dengan ku.
Ku lihat dia membuka pintu itu dengan bersemangat. Dan dari semangat nya itu aku tahu dia adalah saingan ku. Wow tidak ku sangka saingan ku berat sekali.
Ku tarik nafas ku dalam dan ku lepaskan perlahan. Lalu aku pun berujar pada diri ku, “Come on Aphrodite!! Kau pasti bisa.” Ya! Lagi- lagi aku menyemangati diri ku sendiri.
Mungkin ini memang perlu aku lakukan mengingat aku telah gagal sebanyak tiga ratus enam puluh empat kali nya sebelum nya dan terkhusus hari ini sudah dua puluh sembilan rumah bangsawan menolak ku! Pedih memang.
“Kalau sampai kau gagal kali ini Aphrodite??!! ganti saja jenis kelamin mu sebagai lelaki, Aphrodite Noel Spancer!! Biar kau bisa angkat batu kali di bersama para pria tangguh di tepi sungai besar sana!!” Sorak ku pada diri ku sendiri.
Aphrodite terus saja bermonolog dengan diri nya sendiri sambil menunggu giliran dirinya dipanggil oleh dua orang wanita cantik yang selalu keluar dari balik pintu itu setiap kali memanggil pelamar berikut nya untuk masuk ke dalam.
__ADS_1
Aphrodite melihat ke arah para pesaing nya yang terlihat sangat cantik. Dalam hati Aphrodite bergumam, “ Kau benar-benar terbanting, Aphrodite Noela Spancer!”
Aphrodite melemparkan lagi pandangan ke arah semua pesaing nya. Tubuh tinggi, kulit putih mulus, dengan rambut panjang yang tergerai dengan indah, sungguh merupakan sebuah poin utama yang sudah membuat Aphrodite kalah telak.
“Apa aku bisa lolos kali ini??!!” Aphrodite pun menjadi ragu. Ditambah lagi pengalamannya gagal yang tak terhitung jumlah nya ini membuat dia semakin kehilangan harapan nya.
Aphrodite bahkan meraba kening nya. Jangan-jangan di kening nya memang sudah tertulis tulisan FAILED yang sama lebar nya dengan jidat nya yang jenong itu. Sehingga begitu orang melihat nya sudah langusung tersugesti untuk berkata, MAAF NONA KAMU SEPERTI NYA TIDAK COCOK KERJA DI SINI.
Aphrodite langsung meniup pelan kedua tangan nya yang menutupi mulutnya. Jujur saja tangan Aphrodite terasa dingin.
Walaupun dapat dikatakan Aphrodite sudah sangat berpengalaman dalam mengerjakan pekerjaan rumah namun siapa tahu kan, rumah bangsawan yang satu ini sedang mencari spek dewi untuk menjadi pembantu di rumah mereka. Kalau sempat itu adalah salah satu persyaratan nya maka SUDAH LAH! Sudah pasti spek seperti Aphrodite tersingkir kan.
“Aphrodite Noela Spancer!” Panggil seorang wanita dengan nada anggun dari dalam.
“Ya saya!” Seru Aphrodite sedikit kaget sebab dirinya sedari tadi berputar dalam pikiran nya sendiri sampai tidak menyangka ternyata sudah tiba giliran diri nya untuk masuk mengadu nasib di dalam ruangan itu.
“Tuhan please! Please!! Jangan kali ini nasib buruk itu datang!!! Please bantu aku.” Mohon nya dalam hati dengan segudang pengharapan.
Aphrodite pun masuk ke dalam ruangan itu.
Dengan langkah kaki yang sebenarnya sudah terasa sangat berat, Aphrodite terus menyemangati diri nya.
“Ayo Aphrodite! Kamu pasti bisa.” Seru nya sekali lagi tepat saat dia akan sampai di depan para wanita- wanita yang bertugas menyeleksi para pelamar.
“Apa ada yang kau tunggu nona?” tanya wanita yang memanggil nya tadi.
Aphrodite langsung duduk di kursi yang di sediakan di tengah-tengah ruangan itu.
Para wanita itu tanpa berbicara banyak langsung menatap Aphrodite dengan tatapan sinis.
“Ck! Apa dia tidak punya cermin di rumah ?” ucap salah satu nya dengan nada sinis pada wanita yang duduk di sebelah nya. “lihat lah, dia begitu dekil dan kumuh!” sambung nya dengan tatapan jijik ke Aphrodite. Tapi Aphrodite hanya diam sembari menelan saliva nya. Dalam hati Aphrodite, paling tidak sesi tanya jawab kan belum di mulai. Nanti kalau sudah di mulai maka dia akan menjelaskan semua nya. Bahkan kalau perlu dia rela pulang untuk berpakaian lebih layak dan kembali lagi. Yang penting mereka silahkan tanya- tanya dulu soal skill nya.
Tapi setelah Aphrodite duduk beberapa menit, tidak ada satu pun dari para wanita itu yang menanyai nya. Mereka hanya melihat saja pada nya dengan tatapan yang entah lah.. entah jijik entah apa. Aphrodite terlalu takut mengartikan nya. Takut sakit hati maksud nya.
Dan setelah beberapa saat, salah seorang dari wanita itu mengibaskan tangan nya begitu saja, tanda Aphrodite tidak terpilih sebagai pelayan di rumah bangsawan itu.
“Panggil pelamar yang lain saja. Dan tolong tempatkan satu orang di depan untuk menyeleksi pelamar yang masuk! Kenapa yang seperti ini bisa sampai ke sini!! .” Ucap salah satu dari lima orang itu bahkan tanpa peduli betapa sedih nya hati Aphrodite mendengar perkataan nya.
“Kau keluar lah! Tempat mu tidak disini!” Usir nya salah seorang yang lain nya.
"Maaf nyonya, tapi kalau saya boleh tau kenapa saya tidak di terima? Apa karena penampilan saya? Kalau itu masalah nya saya bisa -" Ucap nya terputus karena salah seorang wanita- wanita itu mengangkat tangan nya, mengisyaratkan Aphrodite untuk diam.
"Aku rasa tidak ada lagi yang harus kami bicarakan dengan mu.." Ujar nya dengan wajah datar dan angkuh.
__ADS_1
"Tapi bukan kah seharusnya saya juga berhak mengetahui mengapa saya di tolak."Ujar Aphrodite sambil menggenggam erat tepian rok nya.
"Alasan nya simpel saja. Kami mencari pelayan yang sedap di pandang! Ini rumah Bangsawan Franco! Tidak mungkin kami mengangkat pelayan sekumuh diri mu!."Jawab nya yang membuat Aphrodite sangat tidak puas.
Tapi mau puas atau pun tidak, kini semua itu sudah tidak penting lagi, sebab fakta nya Aphrodite telah di tolak.
Dengan perasaan kecewa Aphrodite pun keluar dari ruangan itu. Perasan nya saat ini campur aduk. Sedih, kecewa serta kesal yang tak terkatakan kini sudah menjadi satu di dalam diri nya.
Aphrodite menendang keras botol yang ada depan nya sebagai luapan rasa smua rasa yang terlepas di dalam diri nya.
"Kalau memang ingin yang mencari spek bidadari, tulis kek!!!"Ketus nya kesal.
"Memang nya ada paket komplit yang kayak gitu? Berwajah cantik dan skill pembantu? Mau di cari ke bulan pun gak akan nemu!!" Teriak nya sambil menendang botol yang tidak bersalah itu sekali lagi.
“AAAAaa!! Dunia ini selalu saja fokus nya ke fisik!!!” teriak nya sekali lagi dan terdengar semakin kesal.
Aphrodite memegang kepala nya. Entah kenapa kepala Aphrodite tiba-tiba terasa sakit. Rasa nya ingin sekali Aphrodite menangis kencang saat itu juga karena semua ketidak adilan ini.
Andaikan bukan karena himpitan ekonomi yang kian hari kian berat, dia tidak akan se-frustasi ini.
"Percuma saja memiliki otak pintar seperti ini!!!Percuma saja bisa bisa mengerjakan semua nya!! !! Semua itu tidak bisa di tukar dengan uang yang aku butuhkan saat ini."Seru nya kesal campur sedih.
Hidup benar-benar seolah tidak bersahabat dengan nya.
Aphrodite menarik nafas panjang dan dalam kemudian melepaskan nya dengan sangat berat.
Dipijit nya kepala nya kepala nya yang mulai terasa pusing itu, apalagi saat dia ingat kalau hari ini dia harus membawa pulang sesuatu untuk di makan oleh keluarga nya.
"Ya Tuhan!! Bagaimana ini!!"seru nya semakin frustasi.
Aphrodite berjongkok dan menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya. Dia benar- benar butuh waktu untuk kembali menenangkan diri nya.
"Aku tidak bisa hanya bersedih dan menyesali nasib buruk ku disini. Aku harus melakukan sesuatu. Paling tidak aku harus bekerja untuk menghasilkan uang agar kami bisa makan malam ini."Seru nya yang akhir nya mengakhiri ratapan nasib yang tiada habis nya itu jika ia teruskan.
Aphrodite segera berdiri dan bergegas mencari pekerjaan apapun yang bisa di lakukan nya.
Saat ini yang menjadi target pencarian nya adalah pekerjaan yang tidak membutuhkan fisik! Apalagi itu adalah fisik seorang wanita cantik.
Aphrodite udah kadung gedek dengan yang nama fisik perempuan. Kalau perlu dia akan angkat batu saja bersama para pemuda di tepi sungai.
Aphrodite pun terus berjalan sambil melihat- lihat kesempatan untuk bekerja. HIngga akhirnya Aphrodite melihat sebuah keramaian.
"Di cari pelayan pria?” Baca Aphrodite untuk ke tiga kali nya dengan kening berkerut.
__ADS_1
***
Semangat Noel?!!!!!!! kak Upe bersama mu!!!!