
Tidak terasa satu minggu pun berlalu sejak kejadian salah masuk yang menyebabkan Aphrodite harus menjadi salah satu Pelayan plus- plus di Losmen milik ke enam pria tampan itu.
Selama beberapa hari ini Aphrodite benar-benar menjadi primadona baru di tempat itu. Banyak sekali pelanggan - pelanggan di tempat itu yang ingin Aphrodite untuk menemani mereka.
Entah itu untuk duduk- duduk bersama, minum-minum bersama, bahkan sampai hanya sekedar untuk teman curhat mereka. Karena memang Aphrodite tidak melayani hal-hal yang lebih jauh dari itu.
Sejauh ini keenam pria itu tidak mempermasalahkan hal tersebut selama income yang masuk dari hasil kerja Aphrodite masih aman-aman saja.
Beda hal nya jika Aphrodite tidak menghasil sepeser pun sudah pasti mereka akan memaksa Aphrodite untuk melayani pelanggan seperti pelayan losmen lain nya.
Namun untung nya semua nya berjalan sangat baik dalam satu minggu ini. Kecuali-
"Noel itu kenapa ya? Kenapa dia selalu menghindar setiap aku membantu nya atau aku dekat dengan nya?! Apa dia kira aku ini homo gitu yang suka dengan sesama pria?" Ketus Berlian kesal karena sudah tujuh kali dalam satu hari ini Aphrodite menghindar dari nya.
Padahal Berlian hanya mencoba bersikap baik dan hangat pada Aphrodite seperti yang biasa Berlian lakukan pada pekerja lain di sana.
Apalagi Aphrodite kini sedang naik daun. Banyak permintaan yang masuk untuk diri nya.
"Muka mu itu terlalu tampan Berlian. Lalu kau ramah dan hangat pada semua pekerja kita yang notabene adalah laki-laki semua. Aku rasa wajah kalua Noel mengira kau adalah homo." Ujar Desta sambil tertawa karena berhasil mempermainkan Berlian.
"Homo pala mu! Aku ini masih lurus ya! Kau jangan menyebabkan isu yang tidak-tidak berkembang di tempat ini ya Desta!" Sebut Berlian jengkel dan kembali melirik Aphrodite yang sedang melayani tamu tidak jauh dari tempat dia dan Desta duduk.
Berlian melihat Aphrodite dengan seksama. Di mata Berlian entah mengapa Aphrodite ini terlihat sangat berbeda. Apalagi dengan rambut yang di ikat setengah seperti itu. Membuat Berlian menjadi semakin suka melihat Aphrodite.
Hari- hari pun kembali berlalu. Aphrodite berinteraksi dengan baik dengan semua pemuda tampan yang memaksa nya untuk bekerja disana.
Jujur saja, sebenarnya Aphrodite merasa betah bekerja disana. Selain karena uang yang ia dapat dari pekerjaan itu, Aphrodite merasa rekan-rekan kerja nya pun sangat baik pada nya terutama ke enam pria tersebut.
Namun ada satu hal yang Aphrodite tidak sadari yakni identitas nya sebagai seorang wanita mulai terendus oleh beberapa rekan pria nya.
“Apa hanya aku yang merasa kalau Noel itu bukan-“ Ucap Zee terdengar ragu untuk meneruskan kata-kata nya.
“Bukan laki-laki maksud mu?” Sambung Joe cepat tapi tetap dengan wajah imut nya yang terlalu imut itu.
“Apa kau juga merasakan hal tersebut, Joe?” Kejar Dee cepat sebab beberapa hari ini hanya dia dan Zee yang merasa janggal dengan Aphrodite.
“Apa kalian juga merasakan apa yang aku rasakan?” tanya Joe yang kali ini terlihat lebih serius membahas hal ini dengan Dee dan Zee.
“Waktu itu aku tidak sengaja menyentuh tangan nya. Dan itu sangat mulus!! Persis seperti tangan seorang wanita.” Ucap Zee sambil berbisik.
“Aku pun tanpa sengaja pernah melihat dia melepaskan kuncir rambut nya. Dan sumpah aku melihat paras nya tidak seperti pria lagi!” timpal Dee. “Tidak mungkin mata ku yang jelalatan ini tidak bisa membedakan yang mana pria dan mana wanita.” Seru nya.
“Nah kau sendiri, apa yang membuat mu curiga kalau dia adalah wanita dan bukan nya pria, Joe?” Tanya Zee penasaran.
__ADS_1
“Aku tidak mengatakan aku curiga kalau dia wanita kan? Aku mengatakan kalau dia memang seorang wanita. Dan itu karena aku melihat pada suatu pagi masuk ke dalam toilet wanita.” Ujar Joe.
“Benar!! Dua hari yang lalu aku pernah mengajak nya menemani ku ke toilet pria tapi dia menolak. Dia beralasan dia masih ada kerjaan di ruang depan. Tapi waktu itu aku sama sekali tidak curiga. Hanya saja setelah aku pikir-pikir setelah beberapa hari dia bekerja disini, aku memang tidak pernah melihat dia masuk ke dalam toilet pria sama sekali.” Cetus Dee.
“Ini benar-benar sangat mencurigakan.” Ujar Dee lagi.
“Bukan mencurigakan. Aku yakin dia adalah wanita. Wanita seratus persen.” Sebut Joe penuh keyakinan.
“Bro! Katakan lah memang benar Noel adalah seorang wanita maka aku pinta pada kalian berdua untuk menjaga rahasia ini. Memang ini menyalahi aturan di tempat kita tapi lihat sisi positif nya, dia sumber cuan yang sangat bagus akhir-akhir ini. Jadi jangan sampai hal ini tersebar ke telinga pekerja lain nya.” Ujar Zee.
“Kau ini! Hanya uang saja yang ada di dalam kepala mu.” Gerutu Dee, memarahi kembaran nya.
“Apapun itu, Aphrodite sudah menjadi bagian dari kita. Jadi kita harus lah membantu nya. Jadi anggap saja dia adalah adik bungsu kita. Jangan sampai hal ini menyusahkan diiri nya disini.” Ujar Dee.
“Joe! Kau dengar aku kan?” Seru Dee pada Joe yang hanya diam saja sedari tadi.
“Aku mau ke depan.” Ujar Joe lalu pergi tanpa memberikan jawaban apapun atas pertanyaan Dee.
Seminggu pun kembali berlalu setelah Joe, Zee dan Dee saling berbagi rahasia kecil mereka terkait Aphrodite.
Seperti biasa nya, hari ini Losmen pun ramai seperti biasanya. Yang membedakan hari ini dari pada hari lain nya adalah karena Losmen kedatangan tamu VIP mereka yang judes nya melangit dan membumi. Dia adalah Cristal Anastasya yang biasa di panggil Tasya.
Tasya sebenar nya sudah lama tidak datang ke Losmen. Dan tiba-tiba saja hari ini dia datang dan langsung mencantum kan Aphrodite sebagai pelayan plus- plus yang akan menemani nya.
“Aku ingin dia.” Sebut nya dengan gaya arogan nya seperti biasanya.
“GPL Ya!” Sebut nya cuek seperti ciri khas nya biasa nya.
“Tenang! Segera aku kirim pakai paket cepat.” Gurau nya dan langsung meminta Aphrodite yang baru saja melayani seorang tamu untuk segera datang ke meja Tasya duduk.
“Noel, meja VIP 5 ya.” ujar pria yang biasa di panggil Genta itu.
“Siap meluncur kak Genta.” Jawab Aphrodite sambil merenggangkan otot-otot nya yang terasa mulai pegal karena sedari siang tadi dia melayani tamu tanpa henti.
“Eit tunggu dulu bro! Ini tamu VIP. Dan sangat jutek! Tapi tajir. So jangan sampai membuat tempat ini gonjang ganjing karena amarah nya ya.” Tidak lupa Genta memperingatkan Aphrodite seperti apa sosok Tasya.
“Noted!!! Makasih atas warning nya kak Genta. Akan ku ingat!” Seru Aphrodite dan bersiap-siap menuju meja 5 dimana Tasya sudah menunggu nya.
“Hai, Tasya?” tanya Aphrodite menyapa Tasya yang wajah nya mulai bete karena menunggu Aphrodite.
“Kau, Noel?” Ujar Tasya melihat Aphrodite dari atas ke bawah lalu ke atas lagi. “Duduk lah!” Seru nya dengan nada cuek.
Seperti biasa, Aphrodite selalu bisa menaklukan para pelanggan nya dan Tasya bukan lah sebuah pengecualian bagi nya.
__ADS_1
Aphrodite berhasil membuat Tasya merasa nyaman dengan keberadaan Aphrodite disampingnya.
Saking nyamannya, Tasya sampai menceritakan pada Aphrodite tentang masalah yang paling pribadi yang Tasya punya yakni masalah hati.
“Aku sangat membenci nya tapi di sisi lain aku pun mencintai nya, Noel!! Aku ini sungguh wanita yang bodoh ya!!” Seru nya dalam keadaan setengah sadar.
“Kalau begitu kau harus membuat nya mencintai mu juga Tasya. Bukan kah kalian sudah bertunangan? Seharus nya hal ini bukan lah masalah bagi mu. Apalagi kau sangat cantik.” Ujar Aphrodite, memberikan semangat pada tasya untuk berjuang demi cinta nya.
“Kau tidak mengenal nya. Dia itu tidak mencintai ku! Dia menerima pertunangan kami hanya karena hubungan dua keluarga besar ini. Sedangkan diri ku, aku benar-benar mencintai nya.” Aku Tasya sambil menumbangkan kepala nya di atas meja.
“Aku mencinta pria berhati dingin itu dengan sepenuh hati ku. Hanya dia lah satu-satu nay pria yang sanggup membuat hati ku yang dingin terasa hangat saat bersama nya.” Celoteh Tasya dan tanpa sadar tertidur di atas meja.
“What? Dia tidur?” Seru Zee yang tiba-tiba muncul dari belakang Aphrodite.
“Sst! Jangan berisik!” Seru Aphrodite mendorong tubuh Zee menjauh dari meja Tasya.
“Tumben si ratu es mabuk sampai segitu nya.” Timpal Dee yang selalu berada dimana pun kembaran nya berada kecuali jika mereka sedang melayani tamu VIP mereka.
“Seperti nya dia ada masalah dengan tunangan.” Ujar Aphrodite, melihat iba pada Tasya.
“Masalah apa?” tanya Joe yang malah ikut-ikuta bergabung dalam percakapan Zee, Dee dan Aphrodite.
“Jadi Tasya itu sebenarnya sudah punya seorang tunangan. Hanya saja tunangan nya itu tidak mencintai diri nya. But masalah nya, Tasya itu mencintai tunangannya.” Sebut Aphrodite.
“Jadi cinta yang bertepuk sebelah tangan nih cerita nya?” Kali ini terdengar suara Desta yang mulai ikut bergabung dengan mereka.
“Bagaimana kalau kita membantu Tasya.” Usul Aphrodite yang membuat para pria itu langsung melihat ke arah Aphrodite. Bahkan Berlian dan Ares yang duduk di dekat meja bartender yang juga mendengar percakapan itu, ikut terbengong mendengar ide Aphrodite.
Seumur -umur tempat ini buka, tidak pernah mereka satu kali pun memiliki ide segila ide Aphrodite.
Dan hari ini, ide gila itu keluar dari mulut pekerja baru di tempat itu.
“Aku rasa pekerja baru mu ini otak nya ada masalah Berlian.” Ujar Ares lalu menenggak wine nya. Meski dia tidak terlalu banyak berinteraksi dengan Aphrodite tapi sejak Aphrodite bekerja di tempat itu hingga hari ini mata Ares tidak pernah lepas menatap Aphrodite.
“Aku malah merasa dia berbeda. Aku rasa aku akan dukung ide gila nya. Lagi pula Tasya itu bukan hanya pelanggan VIP tempat ini. Dia juga adalah kenalan lama ku keluarga ku. Jadi anggap saja ini bentuk bantuan dari seorang teman.” Ujar Berlian.
Usai mengatakan hal itu pada Ares, Berlian pun bergabung dengan yang lain nya. “Jadi bagaimana cara kita untuk membantu pelanggan VIP kita itu, Noel?” tanya Berlian dengan tatapan mata berbinar-binar pada Aphrodite.
Pembicaraan tentang misi menyatukan ratu kutub utara dan raja kutub selatan pun terus berlangsung hingga hampir tengah malam.
“Oke! Kita deal ya! Kita akan satu kan petinggi negeri es itu pada ulang tahun pertama Losmen.” Ujar Zee terdengar sangat bersemangat.
“Aku setuju.” Support Berlian. “Kita akan atur sedemikian rupa agar mereka benar-benar menyatu dalam cinta.”
__ADS_1
“Kita namai misi ini dengan misi CINTA NEGERI ES.” Sebut Aphrodite yang kembali membuat semua mata melihat ke arah nya.
“Dasar! Adik bungsu kita ini ada-ada saja ide di kepala nya.” Seru Dee sambil mengacak- ngacak rambut Aphrodite.