
"Ares!! Kenapa dari tadi kita tidak sampai- sampai?" Seru Aphrodite yang sudah lelah untuk berjalan lebih jauh lagi.
"Ares??!! Kau mendengar ku tidak?!!" Teriak kesal karena Ares tidak menghiraukan nya.
"Jangan teriak- teriak Noel! Apa kau tidak tahu kalau suara bisa menarik perhatian hewan buas?" Sekali nya Ares bicara, dia malah membuat Aphrodite yang sedari tadi berjalan di belakang nya langsung ngibrit ke samping nya. Ares pun tersenyum puas karena hal itu. Bagaimana tidak, sedari tadi Ares menyuruh Aphrodite untuk berjalan di samping nya, tapi Aphrodite terus menolak. Tapi sekali nya Ares mengatakan soal hewan buas, kaki- kaki mungil Aphrodite tanpa ragu langsung menuju ke samping Ares.
"Kenapa? Apa kau takut?" tanya nya dengan nada menyindir.
"Takut? Kau bercanda Ares! Aku mana mungkin takut dengan hewan buas. Aku hanya geli." Kilah nya menutupi kebohongan nya.
"Jadi kau merasa geli? seperti kau geli dengan lintah tadi?" Ares terus menanyai Aphrodite tapi ya itu, semua pertanyaan itu lebih tepat nya bukan pertanyaan melainkan sindiran.
"Ya! Aku merasa geli dengan macan seperti aku geli dengan lintah!" Jawab Aphrodite bete.
"Noel! Awas!! Ada macan di samping mu!!" teriak Ares tiba- tiba.
"Aaaa..." Aphrodite langsung berlari ke samping tubuh Ares yang sebelah kanan kemudian memeluk Ares kuat.
"Hahahaha.. bukan nya kau bilang kau tidak takut pada macan!" sindir Ares setelah puas menertawai kebodohan Aphrodite yang bisa- bisa mau kabur dan memeluk diri nya tanpa mengecek benar ada macan atau tidak di sebelah nya.
"CK!! kau membohongi ku Aresto!!!" Teriak Aphrodite kesal lalu memukul lengan Ares.
"Hahaha, aku hanya ingin tahu apa kau itu takut atau geli sama macan. Tapi dari reaksi mu tadi seperti nya kau .. hmmm takut dengan macan!!" tawa nya puas.
"Orang gila saja yang tidak takut dengan macan!" Sembur Aphrodite lalu kembali ke posisi nya semula yakni sebelah kiri Ares.
__ADS_1
"Res!! ini masih lama atau bagaimana?? Kaki ku sudah mulai sakit!! Kita sudah sedari tadi berjalan dan aku capek!" keluh Aphrodite.
"Kau ini laki- laki atau perempuan sih Noel? Kerja mu sepanjang perjalanan mengeluuuuuuuh tidak berhenti. Yang capek lah! Yang lelah lah! yang kaki sakit lah! Padahal kita baru berjalan dua jam." Sebut Ares.
"Apa? Dua jam? Jadi kita sudah tersesat selama dua jam? dan kau masih santai- santai saja? Yang benar saja Ares! Kita harus melakukan sesuatu agar orang- orang tahu keberadaan kitaa." Aphrodite pun menjadi semakin panik. Karena menurut Aphrodite kalau sudah dua jam mereka tersesat itu arti nya ya ini memang sesaat beneran. Ini bukan sedang menapaki rute baru yang lebih panjang.
"Kau bawa korek api Ares?" Tanya Aphrodite ke Ares.
"Korek api? ada. Memang nya untuk apa oleh mu korek Api ini? kau tidak bermaksud membakar hutan ini agar orang- orang bisa menemukan kita, kan?" Tebak Ares.
"Tentu saja tidak. Maksud ku aku tidak akan membakar semua hutan ini. Aku hanya akan membakar beberapa saja. Aku ingin membuat asap sehingga orang- orang tahu kita ada di sini dan mendatangi kita lalu membawa kita keluar." Aphrodite menjelaskan rencana nya yang ada di dalam kepala nya ke Ares.
Tapi Ares sama sekali tidak tertarik dengan ide Aphrodite tadi. Bukti nya dia malah terus berjalan tanpa memberikan korek api yang Aphrodite minta pada nya sebelum nya.
"Ares? Hei! Kenapa kau terus berjalan!! Mana korek nya??" kejar nya dan terus meminta korek api pada Ares.
"Ares!!" Aphrodite menahan Ares agar Ares tidak melangkahkan kaki nya lagi.
"Hei! Aku memanggil mu berkali- kali tadi kau tetap tidak berhenti!" Sembur nya marah.
"Aku tidak berhenti karena aku tidak ingin membuang waktu berharga kita untuk hal yang sia- sia." Jawab Arres.
"Hal yang sia- sia?" Ulang Aphrodite penuh penekanan karena jujur dia merasa tersinggung dengan perkataan Ares yang mengatakan ide nya adalah sesuatu hal yang sia- sia. Padahal menelorkan ide itu sangat sulit bagi nya. Baru menelur kan nya saja. Kemudian pria arogan itu mengatakan ide brilian nya tadi adalah suatu hal yang sia- sia.
"Bagus!! bagus sekali kau tuan muda Ares! Apa karna kau berasal dari kaum bangsawan maka nya ide dari rakyat jelata seperti ku ini di anggap sebagai suatu hal yang sia- sia?" Gumam Aphrodite kesal dalam hati tapi tidak bisa dia muntah ke muka Ares. Dia hanya menahan rasa kesal nya.
__ADS_1
"Itu kenapa ekspresi wajah mu seperti orang mau boker seperti itu hah? Sudah tidak tahan mau mengeluarkan tapi tidak menemukan tempat yang tepat! Kira- kira seperti itu lah ekspresi wajah mu melihat ku saat ini! Cepat katakan! Tidak perlu kau tahan!" Lanjut Ares.
"Kenapa kau mengatakan ide ku sia- sia ? Apa karena aku ini rakyat kelas bawah yang tidak berpendidikan seperti mu maka nya kau mengatakan ide ku sia- sia? Apa hanya ide dari para bangsawan saja yang brilian dan tidak sia- sia?" Akhir nya Aphrodite memuntahkan semua rasa kesal yang di tahan nya tadi.
"Seperti nya lintah tadi sudah membuat perkampungan di dalam otak mu, Noel! Lihat lah otak mu semakin bodoh!" Cetus Ares kemudian tidak memperdulikan Noel dan kembali berjalan.
"Heei!" Tahan Aphrodite sekali lagi. Dia semakin tidak puas dengan jawaban yang Ares berikan. Secara bagaimana dia mana puas, barusan Ares kan mengejek nya lagi.So yang benar saja. Bagaimana dia bisa puas jika jawaban nya menyakitkan hati seperti itu.
"Noel,, perhatikan tempat ini baik- baik. Setelah itu katakan pada ku apa yang dapat kau simpulkan dari hasil pengamatan mu ?" Ares memegang kedua pundak Aphrodite dan memutar tubuh Aphrodite ke kiri dan ke kanan. Dia memutar nya dengan sangat mudah seolah- olah yang dia putar- putar itu bukan lah orang.
Aphrodite yang manut saja di putar- putar ke kiri dan ke kanan oleh Ares mencurahkan segela fokus nya untuk memperhatikan situasi hutan di sekitar nya. Tapi sejauh mata nya memandang, tidak terlihat apa-apa selain gelap.
"Bagiamana? Apa kau sudah menemukan sesuatu?" tanya Ares pada Aphrodite.
"Hmm~ tidak ada! Ya ini hanya HUTAN. Kau tahu hutan kan? Pohon, daun dan mungkin saja ada buah." jawab nya dengan suara pelan. Dia sudah yakin pasti jawaban nya dia berikan pada Ares barusan bukan lah jawaban yang Ares tunggu dari nya. Tapi mau bagaimana lagi. Dia benar- benar tidak bisa melihat apa- apa lagi selain kegelapan.
"Sudah ku duga!" jawab Ares lalu lanjut berjalan.
"Sudah ku duga apa??" Kejar Aphrodite dengan rasa tidak puas.
"Sudah ku duga para lintah sudah membuka perkampungan di dalam kepala mu!" jawab nya asal terus berjalan.
"Ares!! hei!! berhenti! Jelaskan dahulu pada ku!" Kali ini Aphrodite menahan tangan Ares sekuat tenaga nya.
*****
__ADS_1
Maaf Noel kak Upe sepemikiran dengan Ares! Kayak nya mereka memang sudah buka perkampungan baru di sana.. coba deh kamu tanya siapa pak rerte dan rerwe nya..