Wanita Tuan Muda Ares

Wanita Tuan Muda Ares
Siapa sebenarnya Noel?


__ADS_3

"Apa lagi yang kau tunggu Noel? kau ingin mereka satu kampung dulu baru setelah  itu kau akan membuka baju mu!" desak Ares.


"Tapi Ares?" Aphrodite masih saja bingung harus pilih yang mana. Buka baju? Itu arti nya membuka penyamaran nya. Tapi tidak buka baju? Memang nya dia mau ribuan lintah numpang hidup di tubuh nya.


"Tapi apa lagi? Kau dan aku kan sama- sama laki- laki Noel! Tidak ada yang harus di sungkan kan. " Tegas Ares, tersenyum licik di belakang Aphrodite.


"Meski kita sama- sama laki- laki aku tetap saja merasa risih bila ada orang yang melihat tubuh ku! Aku tidak terbiasa dengan hal- hal seperti itu." Jawab Aphrodite sebisa nya supaya tidak menimbulkan kecurigaan Ares.


"Lagian tubuh ku panuan Ares. Aku malu jika aib iku itu kau lihat." Tambah nya yang sudah pasti adalah kebohongan belaka.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu. Tapi ingat! Jika ternyata memang ada lintah yang merayap ke dalam pakaian mu, maka setiap satu menit akan ada seribu telur dari seekor betina. Semoga saja tidak ada betina yang bermigrasi ke sana." Ucap nya yang terdengar biasa- biasa saja tapi mengandung makna yang luar biasa.


Ares pun berhenti menyentuh leher Aphrodite. Karena seperti nya sudah tidak ada lintah di sana atau pun di kepala Aphrodite.


"Ares tunggu!!" Tahan Aphrodite.


"Hmm.. apa lagi?" Tanya nya pura- pura tidak tahu apa yang diinginkan oleh Aphrodite.


Aphrodite sengaja meminta hal itu pada Ares karena pertama hari sudah semakin malam yang arti nya jika tampa senter kecil milik Ares tadi, maka pencahayaan di tempat mereka berada saat ini bisa di katakan sangat gelap. Jadi Ares hanya bisa mencari lintah dengan cara meraba tubuh belakang Aphrodite.

__ADS_1


Alasan yang kedua, kalau dia tidak mengambil kesempatan untuk membuang semua lintah itu saat ini, bisa heboh semua orang di perkemahan yang mendapati diri nya sudah di kerumuni lintah satu negara. Bukan satu kampung lintah, tapi satu negera lintah.. Secara tadi Ares mengatakan kalau satu ekor lintah betina akan bertelur seribu setiap satu menit. Dan no body knows ada berapa banyak lintah betina di dalam sana atau berapa lama mereka bisa sampai di teman- teman berburu lain nya menunggu. Karena sekali lagi, mereka berada di rute yang tidak bisa di lalui oleh orang- orang di dalam hutan tersebut.


"Baik lah! Tidak masalah jika memang seperti itu yang kau inginkan." Ucap Ares.


"Kalau begitu kemarikan senter mu. Aku tidak ingin mendadak kau tiba- tiba saja jahil dan menyenter tubuh ku!" Seru nya sambil meminta senter Ares dengan tangan nya.


Ares pun mematikan senter itu lalu memberikan nya pada Aphrodite. "Ini ambil lah.." ujar nya.


Aphrodite mengambil senter itu. Dan setelah memastikan gelap nya malam aman untuk menanggalkan baju nya, Aphrodite pun membuka baju nya.

__ADS_1


Ares meletakan telapak tangan nya di punggung Aphrodite yang putih mulus serta halus itu. Darah tersirap saat kehalusan kulit Aphrodite menyentuh telapak tangan nya yang kasar.


"Tidak mungkin kulit seorang pria sehalus ini. Siapa sebenarnya Noel?" Ares bahkan sampai memejamkan mata nya karena terhipnotis kemulusan kulit Aphrodite.


__ADS_2