
Aphrodite semakin mempercepat jalan nya. Dia sungguh berharap hari yang mulai malam ini menyamarkan wajah nya. Tapi seperti nya kalau hanya mengandalkan gelap nya malam, dia tidak begitu yakin. Aphrodite pun akhir nya memiliki sebuah akal. Dia tiba- tiba menyelam dan berenang ke tepian.
Untung nya saat dia sampai di tepian pria itu tadi belum sampai ke tempat nya berada. Aphrodite pun buru - buru mengenakan pakaian nya di balik batu besar.
"Siapa di sana?" tanya Ares dari balik batu besar.
Aphrodite panik mendengar suara panik. Tapi untung nya saat itu dia sudah berpakaian. Hanya saja saat ini rambut nya basah, Ares pasti curiga dengan nya meski dia mengelak seperti apapun.
"Bagaimana ini??" Aphrodite memutar otak nya cepat. Dia harus bisa menemukan jalan keluar. Dan di saat dia tengah berpikir tentang jalan keluar apa yang bagus saat ini untuk nya, tiba- tiba saja dia terpandang kubangan lumpur yang ada di depan nya. Seketika itu lah sebuah ide lahir. Meski enggan untuk menggunakan ide itu tapi saat ini hanya ide itu yang dia punya.
Aphrodite pun dengan berat hari mengusap rambut nya dengan air lumpur itu. Walaupun dengan melakukan hal itu sama saja dia membuat ritual mandi senja nya sia- sia tapi itu jauh lebih baik dari pada dia harus ketahuan oleh Ares.
__ADS_1
"Kalau kau tidak mau keluar dari balik batu itu, maka aku yang akan ke tempat mu!" ancam Ares. Feeling Ares, orang yang bersembunyi di balik batu itu pasti lah wanita yang mandi di sungai tadi.
Meski minim pencahayaan, tapi sebagai pria normal tidak mungkin Ares salah mengenali body seorang wanita. Itu lah alasan nya mengapa sedari tadi Ares menahan diri nya untuk tidak pergi memergoki siapa pria di balik batu karena tentu nya akan sangat tidak sopan jika sampai firasat nya itu benar.
Namun karena tidak ada respon apapun dari balik batu besar itu, Ares pun memberanikan diri nya untuk mengecek siapa gerangan yang ada di balik batu besar itu. Toh, dia kan sudah memperingatkan orang yang ada di balik batu besar itu beberapa kali. Jadi jika terjadi sesuatu itu bukan lah salah nya lagi.
Hanya saja saat Ares sudah sampai di balik batu besar itu, alangkah terkejut nya Ares saat dia melihat Aphrodite yang dia kenal sebagai Noel sudah belepotan dengan lumpur.
"NOel?? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau bisa kotor seperti ini?" Tanya Ares dengan tatapan bingung plus jijik melihat seluruh tubuh Noel bahkan rambut Noel penuh lumpur.
"Ah! Aku sungguh sial!! Lihat lah diri ku saat ini! Hyuukk menjijikan sekali. Aku rasa aku harus kembali ke perkemahan." Ujar Aphrodite.
__ADS_1
"Dan, ya.. kau sendiri mengapa ada di tempat ini? Bukan nya kau tadi di daerah sana bersama yang lain nya?" tanya Aphrodite sekedar untuk berbasa basi saja.
"Aku melihat ada orang yang mandi di sungai. Aku ingin memperingati nya kalau sungai ini memang tenang tapi banyak buaya nya. Tapi belum sempat aku mengatakan hal itu pada nya, dia sudah kabur." Jawab Ares.
"A-Aapa kau bilang? Banyak buaya nya???" Sontak Aphrodite kesulitan menelan saliva nya. Dia jadi terpikirkan kalau tadi dia sedang berenang bersama buaya.
"Ya TUhan! Untung para buaya itu tadi datang say Hallo pada ku!" Seru Aphrodite dalam hati. Dia benar- benar ketakutan hilang ke tulang - tulang.
"Sana, bersihkan dulu diri mu di dalam sungai itu. Baru setelah nya aku akan meminta Joe untuk mengantar mu pulang ke perkemahan." Ujar Ares.
"Apa kau sudah gila Ares! kau baru saja menyuruh ku mandi ulang dengan buaya!?!" Lebih baik tubuh ku di tutupi lumpur ini dari pada aku harus mandi bersama para buaya di sungai itu." Bentak Aphrodite marah dan pergi meninggalkan Ares.
__ADS_1
Ares yang baru saja di bentak oleh Aphrodite bukan nya marah, dia malah merasa menemukan sebuah keyword penting dalam ucapan Aphrodite barusan pada nya.
"Kau akan aku awasi, Noel." Ujar Ares dalam hati lalu mengikuti Noel dari belakang.