
Aphrodite merasa risih dengan jari- jari Ares menyentuh permukaan kulit nya. Tapi rasa takut kalau para lintah itu membuka perkampungan baru di punggung nya membuat nya tidak berdaya,
"Perhatikan ke mana arah tangan mu Ares! Sudah aku katakan kan kalau kau hanya boleh membuang lintah yang ada di punggung ku! Tidak tempat yang lain nya." Sebut Aphrodite saat tangan Ares terasa akan bergerilya di ke arah depan tubuh nya.
"Maaf, soal ini ." Ares mengangkat satu ekor lintah dan memperlihatkan nya lintah itu pada Aphrodite. Spontan Aphrodite berbalik namun untungnya dia segera mengerem diri nya dari keinginan untuk memeluk Ares karena rasa takut nya.
"Buang lintah itu Ares!" Bentak nya sambil menutupi bagian depan tubuh nya dengan kemeja nya tadi. Aphrodite merasa cukup aman saat ini karena gelap nya malam seolah sedang berpihak pada nya. Dia sendiri saja hanya bisa melihat warna mata Ares yang biru bak batu safir itu. Sedangkan yang lain nya samar dan sangat sangat samar.
"Baiklah. Aku hanya ingin memperlihatkan nya saja pada mu. Aku bukan orang yang suka mengingkari apa yang aku katakan. Ini adalah alasan mengapa tangan ku bergerak ke arah depan. Aku tidak tahu lintah ini jantan atau betina. " Ucap nya sambil berseloroh. Memang nya dia pikir Aphrodite akan ambil pusing itu lintah jantan atau betina? Mau itu jantan atau betina, Aphrodite pasti akan membuang nya jauh- jauh.
"Baiklah aku percaya." sebut Aphrodite.
"Apa masih ada?" tanya Aphrodite setelah dia membalikkan badan dan kembali memunggung Ares.
"Akan aku cek sekali lagi." Jawab Ares dengan seringai licik yang tersamarkan oleh gelap nya malam.
__ADS_1
Semua bulu roma di tubuh Aphrodite auto masuk ke mode siaga. Tangan- tangan Ares benar- benar membuat nya merasakan sensasi yang luar biasa.
"Apa yang Ares lakukan? gawat! Jangan- jangan benar dia adalah seorang ho*mo." Batin Aphrodite seketika panik saat rasa dia belakang nya berubah menjadi belaian yang penuh gairah.
"Aku rasa sudah tidak ada lintah yang tersisa." Buru- buru Aphrodite memasang kembali pakaian nya. Dia tidak ingin terjadi hal- hal yang akan menyeret nya ke sebuah masalah besar.
"Jangan pakai baju itu. Di baju itu bisa saja ada lintah nya." Ares merampas baju Aphrodite. Aphrodite tentu saja jadi bingung. Jika baju itu di buang dan dia tidak boleh memakai nya lagi lantas apa dong yang harus Aphrodite pakai? dedaunan?
Aphrodite reflek ingin memungut kembali baju nya tapi saat tangan nya sudah akan menyetuh baju nya tadi, Ares menyerahkan baju kemeja milik nya yang baru saja dia buka. "Pakai lah ini." Ujar Ares.
Aphrodite yang terdiam membuat Ares bergerak lebih dulu untuk menutupi tubuh Aphrodite dengan kemeja nya tadi." Udara di dalam hutan ini semakin malam akan semakin dingin. Segera kenakan dengan benar baju mu." Ucap nya lalu berjalan lebih dulu di depan Aphrodite sambil mengusap- usap lengan nya yang tidak tertutupi baju kaos yang ia kenakan.
"Ares! tunggu aku!" Panggil Aphrodite setelah mengenakan dengan benar kemeja Ares.
"Apa kita masih jauh dari rombongan?" tanya Aphrodite ke Ares.
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Karena jalan yang sedang kita lewati saat ini bukan lah jalan yang biasa aku lewati saat berburu di hutan ini. Dan sial nya kompas ku tinggal di tas, bersama dengan para rombongan. Satu - satu nya hal yang bisa kita lakukan saat in adalah terus berjalan." Jawab Ares.
"Tapi kalau kita memang tidak tahu jalan ini akan tembus kemana, mungkin sebaik nya kita kembali ke tempat kita bertemu tadi dan pulang menggunakan rute awal tadi?" Usul Aphrodite.
"Tidak bisa Noel. Hari sudah semakin gelap. Kita bisa semakin tersesat." Larang Ares.
"Res, kita kan hanya perlu mengikuti aliran sungai ini lalu kita akan sampai ke tempat semula." debat Aphrodite.
"Kau tidak lupa kan kalau tadi aku mengatakan jika di sungai ini ada banyak sekali buaya? dan itu bukan hanya sekedar bercandaan ku saja. Memang di sini banyak buaya nya. Jadi aku tidak merekomendasikan pada mu untuk kembali ke titik awal dengan menelusuri sungai ini. Aku masih sangat sayang dengan diri ku ini." jawab nya yang malah membuat Aphrodite jengah.
Bagaimana tidak, saat Aphrodite dekat- dekat dengan sungai maka Ares mengatakan kalau di dalam sungai ada buaya.
Lalu di saat dia di hinggapi lintah, dia malah di suruh terjun ke dalam sungai yang penuh buaya seolah lintah lebih mematikan dari pada kawanan buaya.
Kemudian di saat Aphrodite merasa buaya di dalam sungai itu hanya bohongan semata, dia malah di larang untuk sekedar jalan di tepi sungai. Alasan nya simpel, di dalam sana ada buayaa... Masuk akal gak sih ini!!!! Aphrodite geleng- geleng kepala di buat nya.
__ADS_1