Wanita Tuan Muda Ares

Wanita Tuan Muda Ares
Tuan besar Figo


__ADS_3

“Yes!! Rencana kita seperti nya berhasil!” Sorak Aphrodite pada Ares yang sedang menyeret nya menjauh dari losmen itu.


"Siapa wanita itu, Ares?!"


Ares langsung terdiam saat suara yang berat dan dalam itu terdengar jelas di telinga nya.


"Ayah?" Batin Ares, terkejut. Tidak menyangka kalau ayah nya akan datang ke losmen ini. Seingat Ares, ayah nya paling anti datang ke losmen tempat dia biasa menghabiskan waktu kosong tidak berguna nya itu. Tapi mengapa ada perayaan satu tahun losmen itu, sang ayah malah muncul.


"Tuan besar~" panggil tangan kanan ayah Ares mendekat kepada pria yang kerap di kenal dengan sikap dingin dan arogan nya itu.


"FIndes, kau pergi lah dulu. Aku yang akan bicara langsung dengan anak keras kepala ini. Aku akan membuat nya untuk pulang bersama ku malam ini juga." Ujar ayah Ares pada tangan kanan nya yang kemudian di balas anggukan kecil oleh pria itu lalu pria itu pun menjauh.


"Noel, kau pulang lah. Di dalam keadaan tidak kondusif untuk mu." pinta Ares pada Aphrodite yang pasti nya tidak paham apa yang sebenarnya sedang terjadi saat itu. Siapa pria itu? mengapa pria itu mengatakan Ares anak keras kepala? apa jangan- jangan pria ini adalah ayah nya Ares?? Semua pertanyaan itu muncul di dalam kepala Aphrodite hanya tentu nya dia tidak berani menanyakan semua itu pada Ares. Secara diri nya dan Ares tidak lah begitu dekat.


"Baik lah." Jawab Aphrodite kemudian dan pergi meninggalkan Ares.


"Apa karena wanita itu kau tidak mau menilah Juan Aresto?"


Meski telah sedikit menjauh dari Ares dan pria itu tapi Aphrodite masih bisa mendengar apa yang pria itu katakan pada Ares. Dan dari kalimat yang ia dengar itu, dia yakin pria itu pasti lah keluarga nya Ares. "Aku harus segera pergi. Tidak baik menguping seperti ini." Aphrodite pun mempercepat langkah nya dan kemudian menghilang dalam gelap nya malam meninggalkan Ares berdua nya pria itu.


"Aku tidak berkewajiban menjawab pertanyaan mu tadi tuan besar Figo." suara Ares terdengar tenang namun sangat dalam.

__ADS_1


"Kau tidak bersedia kembali ke rumah ku karena kau tidak mau aku nikahkan dengan putri sahabat ku. Dan apa lagi alasan nya kalau bukan karena seorang wanita? Kalau memang benar dia adalah orang nya, maka bawa dia dan nikahi dia. Aku tidak keberatan. Selama kau menikahi nya setelah kau menikahi putri sahabat ku. Jadikan dia selir mu. Keluarga bangsawan seperti kita wajar bila memiliki selir." ungkap pria itu yang membuat tangan Ares mengepal.


Sebuah senyuman tipis nan mengejek muncul di wajah tampan Ares. Terdengar nya desis tawa jengkel yang sangat pelan tapi jelas.


"Seperti kau mendua kan ibu ku dan setelah nya ibu ku kau asingkan? begitu kah maksud mu tuan Figo? Maaf, aku sangat tidak tertarik. Semenjak aku dan ibu ku kau usir keluar dari rumah mu nan megah itu, aku rasa diantara kita sudah tidak ada yang harus di bicarakan lagi. Semua sudah cukup." Ares pun berniat mengakhiri pembicaraan yang tidak ada guna nya itu.


"Ibu mu ada di rumah ku Ares. Aku menjemput nya sore tadi."


Mata Ares menajam dan rahang nya mengeras saat mendengar apa yang baru saja pria yang berstatus sebagai ayah nya itu katakan. "Berani sekali kau~" Ujar nya tajam seolah dia tidak peduli jika ia tengah berbicara dengan ayah nya saat ini.


Namun pria itu sama sekali tidak marah setelah mendapatkan reaksi yang tidak menyenangkan dari Ares. Dia malah tersenyum dan memperbaiki posisi berdiri nya sambil memegang congkak tongkat kayu nya yang terlihat sangat mahal dan berkelas itu.


Kedua pria itu pun kini saling bertatapan. Yang satu menatap marah dan penuh rasa jijik yang sulit untuk di ungkapkan. Sedangkan yang satu nya menatap dengan perasaan menang yang terkalahkan.


"Ingin melihat ibu mu kembali, maka kembali pulang lah dan menikah dengan Monica. Itu bukan permintaan tapi perintah untuk mu Ares! Kau terlalu lama bermain di luar rumah."


Usai mengatakan itu pria itu berbalik dan meninggalkan Ares yang berdiri diam menahan semua emosi yang menumpuk di dada nya.


*


*

__ADS_1


*


*


"Ayah mu??" Sorak Berlian, Zee, Dee, Joe dan Desta bersamaan. Mereka pasti nya kaget mendengar bangsawan sekelas tuan Luis Figo sampai datang ke Losmen tempat posko mereka ini.


"Kau serius Ares?" Lanjut Berlian dengan rasa ingin tahu yang besar.


"kau tidak tuli kan Berlian." Ketus Ares, malas mengulang keterangan yang sama.


"Tentu saja aku tidak tuli. Tapi rasa nya tidak mungkin bangsawan sekelas ayah mu sampai menginjak kan kaki nya ke tempat ini. INI BAR BERKEDOK LOSMEN!! Semua orang juga tahu tempat apa ini." bisik Berlian tapi Ares sama sekali tidak menggubris nya. Dia malah menenggak wine dari botol yang di pegang nya,


"Apa ini ada kaitan nya dengan Monica? Aku dengar dia akan kembali ke kota ini. Kalau tidak salah adik ku Selena yang mengatakan hal ini dua atau tiga hari yang lalu. Aku tidak menyangka kepulangan nya malah menjadi masalah untuk mu. Tahu begitu mending tu cewek gak usah pulang aja sekalian." Cetus Desta.


"Jadi ini soal pernikahan?" sela Joe yang memang tidak tahu soal desas desus perjodohan Ares sebab dia sendiri baru beberapa bulan bergabung di geng nya Ares CS ini.


"Besok aku akan pulang ke rumah ayah ku. Mungkin untuk beberapa saat aku tidak akan ke Losmen. Kalian jaga Losmen ini sepenuh jiwa raga kalian." Ujar Ares tanpa menjawab pertanyaan Joe. Kepala nya terlalu pusing memikirkan cara agar pernikahan nya dengan Monica batal. Dan lagi pula, dia sama sekali tidak ingin terlibat apa pun dengan urusan keluarga ayah nya itu.


Ares tentu nya tidak lah bodoh. Dia sangat tahu kalau sampai dia menikah dengan Monica maka otomatis dia akan menjadi pewaris utama keluarga. Tapi permasalahan nya, dia tidak menginginkan hal itu sama sekali. Hati nya masih terlalu sakit dengan apa yang telah ayah nya lakukan pada ibu nya dan diri nya sewaktu dia masih kecil. Dan menurut Ares, andaikan anak gundik kesayangan sayang ayah tidak meninggal karena over dosis maka sang ayah tidak akan mencari diri nya dan ibu nya. Maka dengan kata lain, Ares tidak lebih BAN SEREP bagi sang ayah. Dan dia sangat tidak menyukai hal itu. Itu lah yang membuat Ares semakin benci pada ayah nya.


"Kau akan menerima pernikahan itu Ares?" Tanya Zee,

__ADS_1


__ADS_2