Wanita Tuan Muda Ares

Wanita Tuan Muda Ares
Tutup saja Losmen ini


__ADS_3

"Aa-apa yang kau lakukan Juan Aresto??!" Teriak Aphrodite terbata- bata.


"hah? apa yang aku lakukan? tentu saja aku ingin mengganti pakaian ku!" Jawab Ares apa ada nya.


"Tapi kau kan bisa mengganti pakaian mu di dalam kamar ganti! Kenapa kau malah seenak nya berganti pakaian di depan ku hah?? Jangan- jangan kau ini memang benar seorang ~"


"Ho*mo maksud mu?" Ares langsung mengunci pandangan nya pada Ares yang terlihat gugup di depan pintu. Dan setelah itu Ares menyungging kan sebuah senyuman nakal di ujung bibir nya ke Aphrodite seraya berkata, "meski pun bibir mu tadi terasa sangat manis, tapi aku masih doyan cewek tulen, Noel! Yang tadi tidak lebih dari sebatas profesionalisme dalam berakting. Atau jangan- jangan malah diri mu yang terkesan dengan ciuman ku barusan?" lanjut nya yang malah menggoda Aphrodite yang sebenarnya kini sedang bersusah payah menelan saliva nya. Entah mengapa sejak ciuman nya dengan Ares tadi mata nya selalu tertuju pada bibir Ares.


"Come on, Aphrodite!! jangan berpikiran gila!" teriak Aphrodite kecil di dalam kepala Aphrodite.


"Kau yang ho*mo malah menuduh ku!: Seru Aphrodite lalu pura- pura berjalan ke arah jendela padahal hal itu ia lakukan untuk mengalihkan pandangan nya dari bibir Ares yang terlihat menggoda.


"Kenapa bibir nya menjadi sangat menggiurkan seperti itu??" rutuk Aphrodite dalam hati sambil menenangkan pikiran nya.


"Kau tenang saja Noel. Seperti kesepakatan yang telah kita sepakati di dalam surat perjanjian yang telah aku tanda tangani itu, ciuman tadi akan aku hitung kompensasi nya sebanyak 1.000 Euro. Itu bukan lah ciuman gratis. Pundi- pundi mu mulai lahir. Kau surplus 1.000 di hari pertama kau kerja dengan ku. See? bukan sebuah kesepakatan yang buruk bukan?" seru Ares yang kemudian melanjutkan membuka pakaian nya.


Aphrodite langsung menunduk kan pandangan nya saat pantulan tubuh kekar Ares terlihat di kaca jendela yang ada di depan nya.

__ADS_1


Sekali lagi Aphrodite kesulitan untuk menelan saliva nya. Bagaimana tidak, tubuh kekar yang di penuhi oleh roti sobek itu sudah pasti akan mengundang hasrat setiap wanita yang melihat nya. Dan apalah saya seorang Aphrodite yang hanya seorang wanita biasa itu. Bahkan menurut Aphrodite dewi sekali pun tidak akan bisa menolak keindahan tubuh seorang Juan Aresto.


Malam pun mulai tiba tapi Aphrodite sama sekali tidak mengganti pakaian nya. Namun bukan tanpa alasan dia tidak mengganti pakaian nya siang matahari tenggelam itu, permasalahan nya Ares sedemikian betah nya berada di dalam kamar sehingga Aphrodite bingung apa yang harus di lakukan nya agar dia tidak ketahuan oleh Ares.


"Mau sampai kapan kau tetap akan memakai baju itu dan tidak mandi, Noel?" Dari balik buku yang sedang di baca nya Ares bertanya pada Aphrodite .


"Aku rasa tubuh ku masih wangi. Aku besok pagi saja mandi nya. Kau kalau mau keluar, tinggalkan saja aku di kamar." jawab Aphrodite pura- pura tidak peduli dengan apa yang Ares katakan.


"Tapi aku tidak biasa seranjang dengan orang yang tidak mandi kecuali kalau kau mau tidur di lantai sebab se- penglihatan ku sofa itu terlalu kecil untuk tubuh mu." Kini buku yang di baca nya mulai di turunkan nya sedikit sehingga tampak lah dua mata yang selalu menatap orang dengan dingin itu.


"Aku akan tidur di lantai! Kau tidak perlu khawatir tuan muda Juan Aresto karena aku pun tidak terbiasa tidur satu ranjang bersama orang lain." kilah Aphrodite . Tidak mungkin Aphrodite tidur satu ranjang dengan Ares! Apa pun bisa terjadi jika mereka tidak seranjang berdua. Bagaimana kalau tanpa sengaja Ares menyentuh da da Aphrodite ? Tidak mungkin kan Aphrodite beralasan kalau itu adalah balon seperti malam itu. Bisa- bisa penyamaran Aphrodite bisa terbongkar. "Ini sangat berbahaya." Batin Aphrodite .


Aphrodite auto mengusap tengkuk nya. Dia benar - benar tidak punya pilihan saat ini selain mengikuti apa yang perintahkan oleh Ares. "Aku akan tidur di pinggir sekali saja." seru nya dalam hati lalu bergerak menuju koper lusuh nya yang dia bawa bersama nya tadi sewaktu datang ke rumah besar ini.


"Kenapa pakai bawa- bawa koper segala ke kamar mandi? Kau bisa ganti baju di sini. Aku tidak tertarik pada tubuh pria. Kau tenang saja." Ujar Ares.


"Aku tidak biasa. Aku akan tukar baju di dalam saja." Aphrodite tetap bersikeras untuk berpakaian di dalam kamar mandi. Karena tidak mungkin di memakai semua armor kewanitaan nya di depan Ares.

__ADS_1


***


Di Losmen lima pemuda tampan itu terlihat duduk saling pandang. Bisa di pastikan apa yang ada di dalam pikiran mereka saat ini adalah hal yang sama.


"Apa mereka berdua baik- baik saja?" tanya Zee yang sudah tidak bisa menahan mulut nya untuk bertanya.


"Aku pun ingin tahu hal yang sama." Cicit Joe, sama penasaran nya dengan Zee.


"Apa kita datang berkunjung saja besok pagi ke kediaman ayah nya Ares?" Usul Berlian.


"Lalu losmen ini bagaimana? tidak mungkin tidak ada yang mengawasi losmen kan?" Seru Dee.


"Kalau begitu kau saja Dee yang menjaga Losmen. Aku, Joe, Berlian dan Zee akan pergi ke rumah nya ayah Ares. Bagaimana?" Usul Desta.


"Tidak! Aku tidak setuju! Aku pun ingin pergi. " Tolak Dee.


"Kalau semua nya ingin pergi, ya sudah! Kita tutup saja losmen ini untuk satu hari besok. Lalu kita semua pergi ke rumah nya ayah Ares untuk melihat keadaan Ares dan Noel. Aku penasaran apa yang terjadi di rumah itu setelah Ares mengakui Noel sebagai kekasih nya." Ujar Joe.

__ADS_1


"Aku setuju dengan mu Joe! Tutup satu hari tidak akan membuat kita bangkrut." Dukung Desta.


Akhirnya kelima pemuda itu pun bisa tidur tenang malam ini setelah mereka setuju untuk pergi ke rumah ayah nya Ares besok pagi. Namun tidur tenang seperti nya hanya menjadi milik lima pemuda itu saja, karena di dalam kamar nya Ares dan Aphrodite sama - sama belum bisa memejamkan mata mereka. Kedua nya saling tidur membelakangi satu dengan lain nya dengan mata yang sama- sama masih terbuka lebar.


__ADS_2