Wanita Tuan Muda Ares

Wanita Tuan Muda Ares
Tapi ingat jangan panik...


__ADS_3

"Noel awas!!" Ares menarik  Aphrodite cepat tadi sayang nya malah diri nya yang kena patok ular kobra yang ternyata sedang pose cantik di samping kaki  Aphrodite yang sedang berdiri kelelahan.


"Ares???" teriak Aphrodite panik dan seketika menikamkan belati ke ular kobra itu. Entah karena dia panik atau apa, tapi rasa takut nya tidak ada saat itu. Yang terpikirkan oleh nya hanya satu, yakni Ares.


"Ares? Kau tidak apa- apa?" tanya panik.


"Noel jangan panik! tenang lah! Ini bukan hal yang besar." ucap Ares sambil membaringkan diri nya di atas tanah,


"Tidak panik bagaimana? Kau itu kena patuk kobra Ares!! kau bisa mati! Ayoo kita harus segera  keluar dari hutan ini! Kau harus segera mendapatkan pertolongan Ares!!" Ujar panik.


"Noel! tenanglah!" Sekali lagi Ares meminta  Aphrodite untuk tenang.

__ADS_1


"Kalau kau tidak tenang maka aku akan benar- benar mati di dalam hutan ini." Tambah Ares. Dan baru lah setelah itu Aphrodite sedikit menahan diri nya agar tidak panik.


"Bagus! begitu lebih baik." Ucap Ares yang kini berbaring sambil menyandar ke batang pohon besar yang ada di sekitar nya.


"Noel? Sekarang dengarkan aku baik- baik. Ini bubuhkan bubuk ini ke gigitan kobra tadi. " Ares menyerahkan notoh kecil yang dia ambil dari saku celana nya dan memberikan nya pada  Aphrodite.


Aphrodite pun segera membubuhkan buubuk itu ke bekas gigitan kobra tadi seperti instruksi Ares.


"Bagus! Nah sekarang  carilah ranting yang hampir sama besar lalu ikatkan di kedua sisi kaki ku. Kau bisa mengikat nya dengan ini." Ares pun membuka baju kaos nya kemudian menyobek nya.


"Apa ini bisa Ares??" Tanya dengan membawa dua batang ranting yang hampir sama lurus dan panjangnya.

__ADS_1


"Ya, itu bisa... Noel, letakkan ranting- ranting itu di kedua sisi kaki ku.  Kemudian, ikatkan kain di bagian bawah, tengah, dan atas papan untuk mempertahankan posisinya. Kau paham?" tanya Ares dengan sangat tenang.


"Ya, aku paham."  Aphrodite langsung melakukan semua yang Ares instruksi kan. Rasa nya dia ingin menangis saat ini. Tapi mana mungkin dia menangis di depan Ares. Ares pasti akan berpikir kalau dia laki- laki yang lemah.


"Nah, benar seperti itu Noel. Sudah kemari lah, aku lelah. Aku butuh bahu untuk tempat menyandarkan kepala ku."Pinta nya pada  Aphrodite.


Aphrodite pun menuruti kata- kata Ares. Dia duduk di samping Ares dan membiarkan Ares bersandar pundak nya.


"Ares, kau tidak akan mati kan?" tanya nya pelan.


"Memang nya kenapa kalau aku mati? Apa kau akan merasa kehilangan diri ku?" Tanya Ares dengan suara yang sangat pelan untuk menghemat tenaga nya menjelang bubuk penawara racun hewan berbisa tadi bekerja.

__ADS_1


"Bukan begitu! Aku hanya bingung bagaimana harus membawa pulang mayat mu! Harus kah aku seret atau aku gulingkan sambil aku tendang- tendang saja sampai keluar dari hutan ini? Secara untuk mengendong mu aku tidak kuat." Jawab  Aphrodite asal karena ia merasa kesal karena jawaban Ares tadi.


Ares pun tertawa kecil dan memejamkan mata nya. "Terserah mau kau apa kan. Aku tidak akan mempermasalahkan nya." Sebut Ares lalu setelah itu benar- benar beristirahat dengan tenang di dalam pelukan  Aphrodite.


__ADS_2