Wanita Tuan Muda Ares

Wanita Tuan Muda Ares
Kau menjebak ku


__ADS_3

"Kau akan menerima pernikahan itu Ares?" Tanya Zee, menahan tangan Ares yang hendak bangun dari duduk nya.


"Apa kau punya ide yang lebih baik?" Ares balik bertanya dengan tatapan malas.


"Kau bawa saja pacar mu ke rumah ayah mu. Dan tunjuk kan kemesraan mu di depan Monica. Biarkan wanita itu mundur dengan sendiri nya. Bukan kah tadi kau mengatakan kalau ayah mu bahkan tidak peduli kalau memang memiliki wanita lain selama kau tetap menikah dengan Monica? Manfaat kan itu bro!! jadi kan itu senjata mu untuk membuat Monica mundur. Wanita mana sih yang mau berbagi pria setampan diri mu dengan wanita lain. Aku yakin dia akan memilih untuk mundur." Seru Dee.


"Bagaimana kalau dia tidak mundur? Bagaimana kalau dia malah melakukan hal- hal licik seperti gundik ayah ku?" Sahut Ares.


"Sepengetahuan ku, Monica adalah wanita berkelas Ares. Dia tidak akan melakukan itu. Dia itu adalah seorang putri. Dia putri pangeran ke tiga. Aku mengenal keluarga nya. Aku rasa tidak ada salah nya kita mencoba cara ini." tegas Desta.


"But guys, apa kalian tidak notice sesuatu?" Sela Zee yang membuat semua orang melihat ke arah nya.


"Ares kan tidak punya pacar?" lanjut Zee yang langsung membuat semua teman - teman nya auto menepuk jidat mereka masing- masing.


Mereka semua pun akhir saling lihat. Kenapa mereka bisa lupa kalau mereka berenam adalah sekelompok jomlo yang bergabung membentuk sebuah kesatuan di losmen itu.


"Apa kita minta saja salah satu pelanggan losmen kita untuk pura- pura menjadi kekasih nya Ares?" Usul Dee dengan mata berbinar.


"Saran ku jangan ! Nanti dia malah jatuh cinta betulan sama Ares?! Bisa jadi masalah baru!" Cetus Zee yang menentang ide dari saudara kembar nya.


"Kalau begitu, bagaimana kalau adik nya Desta saja yang kita minta jadi kekasih nya Ares??" Usul Joe.


"Kau mau cari mati!!" Sentak Berlian yang tentu saja tidak terima jika Diana harus pura- pura menjadi pacar nya Ares. Secara Berlian sudah lama naksir dengan Diana namun tidak berani mengatakan nya karena segan pada Desta. Takut nya nanti Diana dan Ares malah jadi pacaran betulan. Kan bisa kacau.


"Kenapa kau tidak setuju Berlian?" tanya Dee dengan wajah polos nya.


"Ck! Kau ini pakai nanya!!" sarkas Joe menahan senyum nya. Dia tentu saja tahu kalau Berlian naksir dengan Diana.


"Sudah! Cari orang lain saja." Berlian langsung mengalih kan topik pembicaraan setelah melihat kening Desta berkerut saat menatap nya. Dia tidak ingin Desta sampai tahu kalau dia diam- diam menyukai adik Desta.

__ADS_1


"Lalu siapa?? Apa kalian punya kenalan cewek lain yang bisa kita ajak kerja sama dalam misi ini, yang kira- kira tu cewek tidak akan jatuh cinta pada Ares?!" tanya Zee sambil menopang dagu nya di atas kedua tangan nya di atas meja.


"Siapa ya?" sahut Dee sama bingung nya. Dia pun tidak punya kenalan cewek dengan kriteria itu.


Untuk sesaat keenam pria itu pun terdiam. Mereka sibuk memikirkan siapa kira- kira cewek yang bisa di bawa kerja sama. Hingga.......


"Bagaimana kalau Noel saja???" Sorak Desta yang membuat semua orang menatap heran pada nya.


"Noel?" seru Berlian, masih belum paham apa fungsi nya Noel dalam misi ini. Tidak mungkin Noel yang menjadi kekasih nya Ares kan?


"guys~?? Meski Ares tidak suka pada ayah nya dan ia pun tidak pula bersedia menikah dengan Monica, tapi hal itu tidak serta merta harus membuat Ares menjadi seorang gay dengan menggandeng Noel sebagai kekasih nya ke dalam rumah itu kan?" Sorak Berlian.


"Kita bisa meminta Noel untuk berpakaian wanita di sana untuk misi ini." sahut Dee.


"Aku rasa Noel pasti tidak akan menyetujui nya. Dia tentu tidak nyaman jika harus berpakaian wanita setiap hari. Dan misi ini entah sampai kapan. Selain itu, jika ketahuan juga akan sangat berbahaya. Ayah nya Ares keluarga bangsawan kelas 1 dan keluarga nya Monica masih ada garis keturunan kerajaan. Kita tidak seharus nya menyeret Noel dalam masalah seberat ini." ucap Berlian.


"Kalau begitu Noel tidak perlu berpakaian wanita. Dia tetap saja tampil apa ada nya. Aku pikir ini malah akan cepat selesai dengan cara ini. Ayah ku pasti tidak akan mau orang tahu kalau putra nya belok kan? Sedangkan Monica, hmm~ aku yakin dia akan jijik dengan sendiri nya." Ujar Ares dengan senyum terkembang.


"Apalah arti sebuah nama? nama baik? siapa yang peduli." Jawab Ares yang kali ini seperti nya sudah mendapatkan solusi untuk masalah nya.


"Kini semua tergantung pada Noel, dia bersedia atau tidak membantu mu." Ucap Joe, sedikit tidak yakin. Joe melirik pada Dee dan Zee. Mereka bertiga sebelum nya memang telah berkeyakinan kalau Noel bukan lah pria seperti mereka. Namun mereka belum bisa membuktikan semua dugaan mereka itu.


"Aku yakin dia pasti setuju! Secara dia berhutang 10.000 Euro pada ku!" ujar Ares penuh keyakinan.


**********


"Apa?? Tidak! Aku tidak bisa !!!!!" Teriak Aphrodite yang sontak di buat ter nganga oleh permintaan yang tidak masuk akal yang di sampaikan oleh Ares pagi ini saat diri nya baru saja sampai di Losmen.


"Sebaik nya kalian berdua bicarakan hal ini di dalam ruang kerja ku saja." Ujar Zee yang tidak ingin ada kehebohan pagi ini di Losmen nya karena dua makhluk ini.

__ADS_1


"Tunggu! Jangan bilang kau sudah tahu soal ini?" Kini Aphrodite tidak hanya melotot pada Ares, Zee pun mendapatkan plototan yang sama dari Aphrodite.


"Tahu bukan berarti terlibat ya?" Seru Joe sambil lewat dan mengangkat sedikit bahu nya.


Aphrodite auto memijat kepala nya seperti nya dia mencium bau- bau busuk persengkongkolan di sini. Dia pun segera melemparkan padangan nya ke semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Dan semua nya serentak mengalihkan pandangan mereka ke arah yang lain untuk menghindari kontak mata dengan Aphrodite.


"Sudah! Kau tidak perlu melotot seperti itu pada mereka semua Noel! Ini ide ku! Murni ide ku." Ujar Ares supaya Aphrodite mengakhiri tatapan penuh intimidasi itu.


"Tidak ada yang harus kita bincangkan! Aku menolak. Case closed!" ujar Aphrodite kemudian mengambil tas selempang nya dan pergi meninggalkan Ares.


"Pokok di tambah dengan bunga perhari ini maka total hutang mu pada adalah 15.000 Euro." Ucap Ares dengan suara lantang namun nada cuek saat Aphrodite pergi meninggalkan nya.


Aphrodite yang mendengar hal itu tentu saja kaget. Bagaimana cerita nya, hutang nya yang tadi nya hanya 10. 000 Euro dalam beberapa minggu bukan nya berkurang malah bertambah setengah nya menjadi 15.000 Euro. Aphrodite tentu saja tidak terima dengan kesemenang menangan ini.


"Tunggu dulu! Kenapa hutang ku malah semakin banyak? bukan nya seharus nya hutang ku berkurang? aku itu sudah bekerja di sini selama berhari- hari. Pelanggan ku juga banyak! Tapi kenapa hutang ku tidak berkurang sepeser pun dan malah bertambah!" Bentak Aphrodite.


"Sudah berapa lama kau kerja di sini?" tanya Ares dengan wajah tanpa ekspresi ke Aphrodite.


"Aku pikir sudah hampir empat belas hari." Jawab Aphrodite dengan sangat yakin.


"Empat belas hari? itu arti nya kau belum sampai setengah bulan kerja di sini. Sedangkan peraturan pembayaran gaji pekerja di sini adalah pertanggal satu setiap bulan baru nya. Jadi kau baru akan menerima gaji mu bulan depan. Itu lah mengapa hutang mu perhari ini sama sekali tidak berkurang dan cendrung bertambah. Kau pasti tahu kalau yang nama nya hutang pasti ada bunga nya kan Noel? jadi pokok di tambah bunga, BOOOM lima belas ribu Euro." Jawab Ares dengan ekspresi wajah menyebalkan di mata Noel.


"Kau tidak menjelaskan hal ini di awal." Protes Noel yang tentu nya tidak terima diri nya di bodoh- bodohi oleh Ares pasti nya.


"Apa kau ada bertanya di awal?" Ares membalikan pertanyaan itu pada Aphrodite.


"Seharusnya, meski aku tidak bertanya~ kau tetap harus menjelaskan nya!!!!" Seru Aphrodite kesal.


"No question! no answer~" jawab Ares dengan wajah tidak bersalah.

__ADS_1


"Kau menjebak ku Ares!!!" Berang Aphrodite.


__ADS_2