
#ARES POV
berkali-kali diam diam Ares menyentuh bibir nya. Sesekali dia pun mengecap bibir nya bagai orang gila.
Apa jangan- jangan aku?~ aah! apa sih yang aku pikirkan? Kenapa aku malah masih teringat dengan ciuman siang tadi??? ku gigit bibir bawah ku. Aku yang sedari tadi berusaha untuk terlihat tenang dan cuek di depan di Noel kali ini benar- benar sudah tidak bisa menenangkan pikiran ku setelah satu ranjang dengan nya. Apalagi setelah melihat nya dengan rambuh basah keluar dari kamar mandi tadi. Huufff udara tiba- tiba terasa panas. Aku tiba- tiba merasa bergairah melihat nya. Apa jangan- jangan aku memang belok?
mendadak hati Ares pun menjadi semakin cemas. Entah mengapa dia mulai semakin mempertanyakan orientasi seksual nya.
"Selamat pagi Ares?" sapa Monica begitu Ares dan Aphrodite muncul di ruang makan pagi ini. "Bagaimana tidur kalian semalam?" tanya nya dengan basa basi terdengar sangat basi pasti nya.
"Sangat menyenangkan secara aku tidur bersama kekasih ku." jawab Ares yang kemudian mengambil tangan Aphrodite dan mencium nya di depan Monica. Kebetulan hanya Monica seorang saja yang ada di dalam ruang makan itu pagi itu, entah kemana yang lain nya. Entah mereka telah selesai sarapan atau mereka memang belum turun sama sekali.
"Dimana tuan Figo? Apa dia sudah selesai sarapan?" tanya Ares sambil mengambil sepotong roti untuk di oleskan nya dengan mentega.
"Paman sedang mempersiapkan peralatan berburu. Apa kau tidak tahu kalau hari ini adalah festival berburu pada bangsawan, Ares? Haaah?? aku ingat! kau terlalu ama bermain di luar mansion mu so tidak heran kalau kau tidak hapal festival- festival yang biasa di adakan." cicit Monica.
"Aku tidak terlalu peduli dengan hal- hal seperti itu." jawab Ares.
"Tapi mulai sekarang kau harus pedulii Ares karena kau akan menjadi pewaris keluarga mu sekaligus menantu keluarga kerajaan. Jadi kau harus belajar untuk mengingat kapan saja festival- festival penting di adakan dan juga kau wajib mengikuti nya. Dan masalah kekasih mu itu~" Monica melihat ke arah Noel dengan tatapan tidak suka serta merendahkan, "aku sudah memikirkan nya semalaman. Aku putuskan aku akan pura- pura tidak tahu hubungan kalian. Yang terpenting bagi ku berita ini tidak keluar dari mansion ini. Dan satu lagi, jaga sikap kalian di depan umum. Kalau kau ingin dia tetap berada di samping mu maka kita akan atur dia untuk menjadi tangan kanan mu. Aku yakin setelah kita menikah dan kau merasakan betapa nikmat nya bercinta dengan wanita kau sendiri yang akan mengusir nya dari hidup mu." ujar Monica penuh keyakinan.
"Kau sungguh keras kepala Monica! Apa seluruh putri kerajaan memiliki sifat keras kepala seperti mu? atau hanya kau sendiri yang keras kepala seperti ini?" Sahut Ares.
__ADS_1
"Aku hanya mempertahankan apa yang menjadi milik ku! Aku tidak suka kalah di awal permainan apalagi kalah di saat permainan sama sekali belum di mulai. Itu jauh dari diri ku. Jadi aku sudah putuskan seperti tadi. Kita tetap akan menikah dan untuk hubungan mu dan dia, kalian atur saja." ucap Monica cuek.
Meski terdengar seolah tidak peduli dengan hubungan Ares dan Aphrodite, jauh di dalam hati Monica dia terus mencari cara agar Ares putus dengan kekasih upnormal nya itu.
Ares seorang pria bangsawan yang sangat sempurna. Tidak hanya fisik, bahkan cara dia berpikir pun banyak di hargai di kalangan bangsawan meski Ares tidak terlalu sering mengikuti pertemuan para bangsawan. Tapi dari beberapa pertemuan yang di hadiri oleh Ares, Ares selalu menjadi sorotan setiap mata yang datang. Sehingga tidak heran jika ayah nya Monica memilih Ares untuk menjadi menantu nya setelah adik tiri Ares meninggal.
"Kalau kau dan dia sudah siap sarapan maka ke depan lah. Paman menunggu mu." Ucap Monica setelah mengelap bibir nya.
"Nama nya Noel. Kau harus terbiasa memanggil nama nya dengan benar. Aku mungkin menikah dengan mu tapi hati dan cinta ku hanya milik Noel." Tegas Ares.
"Jangan membuat ku memuntahkan sarapan yang baru saja masuk ke dalam perut ku Ares!! Kita cukup tahu sama tahu saja soal itu. Tidak perlu kau perjelas dan tegaskan lagi." Cetus Monica dan pergi meninggalkan Ares dan Aphrodite.
"Jadi kau akan pergi berburu Ares? Kalau benar, aku rasa sebaik nya aku kembali ke losmen saja dan bekerja seperti biasa nya untuk hari ini." Ujar Aphrodite pada Ares.
"MOnica itu sangat cantik Ares! seharusnya kau setuju saja untuk menikah dengan nya sehingga kau tidak perlu berdrama seperti ini." Bisik Aphrodite pada Ares.
"Aku rasa kau tidak dalam kapasitas untuk memberikan mu nasehat atau masukan. Aku tidak memerlukan itu Noel.' Sahut Ares.
"Kau pun sama keras kepala nya dengan Monica." Gerutu Aphrodite dengan suara kecil. Dia tidak pedulii Ares mendengar perkataan nya atau tidak.
"Aku harap paling tidak kau pandai berkuda Noel." ucap Ares yang berhasil membuat
__ADS_1
Aphrodite langsung tersedak. Karena mana mungkin rakyat jelata seperti diri nya bisa berkuda? Naik keledai saja tidak pernah apa lagi kuda? Lantas bagaimana bisa tiba- tiba menjadi ekspert?
"Aku tidak bisa berkuda Ares!!!Kau tahu sendiri kalau aku ini anak dari keluarga miskin. Mana mungkin aku bisa berkuda." aku Aphrodite.
"Kau akan segera bisa. Laki- laki tidak butuh lama untuk mempelajari sesuatu Noel. Begitu kau naik ke atas pelana kuda, maka naluri mu sebagai seorang laki- laki yang akan menuntun mu. Kau akan bisa dengan sendiri." Tukas Ares yang membuat diri Aphrodite semakin pasrah dalam ketidak berdayaan nya. Jelas- jelas diri nya adalah wanita, lantas naluri yang mana yang akan bangkit saat ia atas si kuda nanti nya?? Ya sudah lah pikir Aphrodite akhir nya, apa yang akan terjadi nanti biar lah terjadi. Kalau dia membantah malah hanya akan mengundang curiga dari Ares.
Aphrodite dan Ares pun melanjutkan sarapan mereka dalam hening hingga tidak lama kemudian datang lah Destam Berlian, Zee dan Dee serta Joe.
"Kalian?" seru Aphrodite senang melihat lima teman nya ini datang. Paling tidak pikir Aphrodite kita dia tidak harus berduaan dengan Ares di dalam ruang makan itu.
"Hai, bagaimana kabar kalian berdua? Apa kalian berdua baik- baik saja?" Tanya Desta sambil berbisik pada Ares dan Aphrodite.
"Apa kalian sudah sarapan? Kalau belum ayo sarapan lah dengan ku." ajak Ares dengan wajah datar seperti biasa.
"Ares benar! Ada baik nya kalian sarapan dulu. Kalian pasti memerlukan banyak sekali tenaga untuk berburu nanti. Kalian datang untuk mengikuti festival berburu bukan?" Aphrodite yang mengira kedatangan lima teman nya ke rumah Ares untuk festival berburu tanpa basa basi langsung saja mengatakan tebakan nya itu pada teman- teman nya yang baru.
"Ah! kau benar! Hari ini adalah festival berburu. Ck! kenapa aku malah keluar dari Losmen! kalau ayah ku sampai melihat ku, dia pasti akan mengajak ku untuk ikut!" sesal Joe yang baru teringat kalau hari ini adalah hari festival berburu di mana semua keluarga bangsawan yang pria akan pergi berburu sementara para wanita nya akan tetap berada di tenda. Biasanya festival berburu akan berlangsung selama dua hari.
"Sebaiknya aku kembali ke Losmen saja. Kehidupan di hutan di cocok untuk ku!" Ujar Joe yang ingin kabur namun sayang nya segera di tahan oleh Ares.
"Kau tidak boleh ke mana- mana! Kau harus tetap ikut untuk menemani Noel! Kehidupan di hutan seperti nya juga tidak cocok untuk nya. Dia sama sekali tidak bisa berkuda. Paling tidak dengan ada nya diri mu Noel tidak sendirian." Ujar Ares.
__ADS_1
"Kalian semua juga harus ikut. Tutup saja Losmen hari ini." perintah Ares bak seorang bos.
"Apa???" Respon yang lain serentak.