Wanita Tuan Muda Ares

Wanita Tuan Muda Ares
Lintah Nakal


__ADS_3

"Semoga dia tidak curiga!" batin Aphrodite sambil terus berjalan di depan. Sementara Ares berjalan lambat di belakang.


Aphrodite sebenarnya merasa risih dengan keberadaan Ares yang berjalan di belakangnya, tapi dia pun pada dasar nya kan memang tidak terlalu dekat dengan Ares saat mereka bersama- sama di losmen. Ketimbang Ares, Aphrodite lebih dekat dengan yang lain nya terutama Joe.


NGomong- ngomong soal Joe, di mana teman kecil nya Aphrodite itu? Bukan kan Joe tadi menunggu nya di sini? tapi mengapa Joe tidak kelihatan? Apa Joe pergi? Aphrodite melihat ke sana dan kemari, mencari sosok Joe.


"Tidak perlu kau cari. Tadi semua orang aku minta berkumpul di tempat kita beristirahat karena aku sudah meminta pelayan untuk menyiapkan makan malam. Dan karena aku tidak melihat diri mu bersama Joe, maka nya aku sampai mencari- cari mu sampai ke atas bukit. Eh tidak tahu nya kau malah sedang asik mengintip seorang wanita mandi senja- senja begini." Ujar Ares yang dari nada bicara nya seperti sedang mengejek Aphrodite.


"Aku tadi bukan mengintip wanita mandi. Aku melihat rusa maka nya aku kejar hingga aku sampai ke tempat tadi. Tapi siapa sangka kalau akan aku akan berjumpa dengan wanita yang seperti tadi. Lagi pula coba kau pikirkan, siapa juga yang akan mandi senja- senja seperti itu ? Wanita pula lagi? Jangan- jangan wanita tadi adalah wanita jadi- jadian." Ujar Aphrodite yang sengaja mengatakan itu untuk menakut- nakuti Ares. Ya siapa tahu setelah mendengar pendapat Aphrodite, Ares jadi takut dan berpikiran yang sama. Secara ini kan hutan? Dari mana coba datang nya seorang wanita? Tentu yang paling masuk akal itu pasti lah bukan wanita dari kaum wanita. Kalau tidak berasal dari jenis makhluk goib maka pasti lah itu makhluk jadi- jadian.


"Aku sependapat dengan mu Noel, wanita tadi pasti lah wanita jadi- jadi." Balas Ares penuh makna. Ares sengaja mendahului Aphrodite berjalan di depan.


Ares menebas beberapa cabang pohon yang menghalangi jalan nya dengan Aphrodite. Jalanan ini seperti nya tidak pernah terjamah oleh orang lain. Secara tadi kan Aphrodite masuk nya dari arah depan sungai lalu karena menghindari Ares di jadi mengambil sembarangan arah.

__ADS_1


"Sssth...' Aphrodite tiba- tiba mulai merasakan gatal- gatal di sekitar leher nya karena tadi mulai dari kepala dan leher dia sapu rata dengan lumpur. Pakaian nya pun sedikit kotor karena hal itu. Dan semua itu kini mulai menjadi masalah untuk nya.


"kau baik- baik saja?" tanya Ares yang kemudian berhenti karena di belakang nya Aphrodite terus- terus mengeluh gatal dan menggaruk.


"Entah lah! Antara iya dan tidak. Hanya saja-- ssst.. ini sangat gatal." aku nya pada akhir nya.


"Eiits! jangan di garuk lagi. Kita bersihkan dulu.." Ares pun menarik tangan Aphrodite ke arah sungai karena memang sedari tadi mereka berjalan di sepanjang sungai itu.


"hheeii! Tunggu! Aku tidak mau!!" Aphrodite langsung ambil sikap bertahan. Sebisa mungkin dia tidak bergerak dari tempat nya berdiri meski Ares menarik nya kuat.


"Tidak! Kau gila Ares?? Di dalam sungai itu banyak buaya nya! Kau sendiri kan tadi yang bilang begitu!"  Seru Aphrodite sengit. Awalnya dia memang tidak percaya dengan kata- kata Ares soal buaya di sungai itu. Tapi setelah dia pikir- pikir, tidak menutup kemungkinan di dalam sana memang ada buaya secara ini kan HUTAN! Bukan pasar. Jadi bisa - bisa saja ada hewan buas nya.


"Apa kau ingin anak lintah yang ada di kepala dan leher mu itu terus menghisap darah mu?" Ujar Ares yang membuat mata Aphrodite terbelalak. Dan seolah tidak peduli dengan yang nama buaya yang mungkin ada di dalam sungai itu, Aphrodite pun langsung berlari dan menceburkan diri sehingga semua pakaian nya basah.

__ADS_1


Dengan secepat yang dia bisa, dia membersihkan diri nya. Terutama kepala dan leher nya.


"Aaaaaa.. " Teriak nya kencang saat dia mendapatkan satu ekor lintah dari leher nya.


"Ares!!! tolong aku!!" teriak nya ketakutan.


"Cepat kau keluar dari sungai itu, Noel! Aku tidak mungkin menyusul mu ke sana." Teriak Ares dari tepi sungai.


"Baik!!" Jawab Aphrodite yang langsung berlari ke arah Ares.


"Angkat rambut mu ke atas." Perintah Ares yang kemudian menyala kan senter kecil milik nya hadiah dari paman nya yang ada di Prancis. Pada zaman itu, senter kecil seperti yag Ares miliki termasuk benda mahal dan tidak semua orang bisa memiliki nya.


"Ares!! aku mohon!! Buang semua lintah itu!" mohon Aphrodite ketakutan.

__ADS_1


Ares pun mulai menyenter leher Aphrodite dan membuang satu- persatu lintah yang ternyata cukup banyak di leher Aphrodite.


__ADS_2