
"Pelayan pria? Hmm apa aku coba saja? Toh penampilan ku ~ "Gumam nya dalam hari sambil melihat pantulan diri nya di kaca sebuah toko tempat pengumuman itu di tempel.
βAku rasa tidak ada salah nya di coba! Toh penampilan ku ini lebih mirip pria dari pada wanita!.β Batin nya.
Dengan semangat baru untuk berburu cuan, Aphrodite bergegas menuju ke alamat yang telah dia tulis sebelumnya di dalam buku agenda nya.
Sesampainya di sana..
"Tempat apa ini?" seru Aphrodite dengan kening berkerut seribu saat melihat tempat yang di kira nya adalah rumah seorang bangsawan ternyata adalah sebuah losmen. Dan bukan hanya sekedar losmen biasa, ini adalah losmen dengan tanda petik dan bertuliskan plus-plus setelah tanda petik itu.
"Astaga! Tempat apa ini?" seru nya pelan masih dengan menatap bingung dengan apa yang ada di depan nya.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya ramah seorang pria yang membuat Aphrodite terkejut.
"Hhha??"ujat nya dalam nada terkejut dan bingung yang menjadi satu.
"Maaf!!Seperti nya aku salah alamat."Ujar nya dan langsung berbalik. Namun sayang nya saat dia akan berbalik-
"PrangK TanglKTengTeng..."sebuah guci besar tanpa sengaja tersenggol oleh diri nya.
Mata Aphrodite membulat panik karena guci itu pecah berderai di samping nya. βMati aku!β seru nya dalam hati.
Buru-buru Aphrodite berjongkok untuk mengumpulkan pecahan guci yang berjatuhan di lantai itu.
"Maafkan aku! Aku tidak sengaja!" seru Aphrodite panik.
"Maaf tidak akan membuat guci itu kembali menyatu seperti sebelum nya." Ujar si pria dengan nada dingin dan tampang tidak bersahabat.
"Aku akan mengganti nya." Sebut Aphrodite sembarangan tanpa tahu berapa harga guci yang telah ia pecahkan itu.
"Bagus kalau kau memang memiliki niat seperti ini. Kau bisa memberikan 10.000 Euro sekarang." Ucap nya dengan seulas senyum tipis di bibir nya.
"What? apa kau bilang? 10 apa?!!" Seru nya langsung blank karena mendengar 10.000 Euro yang disebutkan oleh pria tadi.
"Apa telinga mu mendadak tuli setelah mendengar nominal yang ku sebutkan?" ejek nya terang-terangan.
Ares memang adalah pria tampan yang sangat ketus. Dia terkenal dingin dan berhati ya begitu lah.. kejam.
Jadi wajar saja jika kata- kata yang keluar dari mulut nya sangat menyakiti hati orang yang mendengar nya.
Berbeda dengan Berlian, pria yang menyapa Aphrodite saat Aphrodite bengong mode on ketika pertama kali melihat tempat ini.
"10.000 Euro?" ulang Aphrodite dengan mata membola.
"Ya, 10.000 Euro!" ulang Ares dengan tatapan yang semakin membuat Aphrodite rasa nya semakin kecil di hadapan Ares.
"Guci ini 10.000 Euro?" Ulang nya masih tidak percaya.
"Harus kah aku mengulang nya sampai sejuta kali agar kau percaya?" seru Ares yang mulai kesal.
__ADS_1
"Kalau sebanyak itu, aku tidak punya uang untuk membayar nya." Ujar Aphrodite sambil menggigit bibir bawah nya.
"Kenapa nasib ku sial sekali, Tuhan!!!" Rutuk Aphrodite dalam hati.
"Hmm bagaimana kalau kau membayar dengan cara bekerja disini?" tawar seorang pria yang seperti kembar dengan pria di samping nya.
"Apa mereka kembar?" di dalam kekalutan nya Aphrodite masih sempat- sempat nya berpikir saat melihat dua pria berwajah serupa yang datang menghampiri nya.
"Aku setuju dengan apa yang Dee katakan. Aku lihat kau sangat cantik sebagai seorang pria." Ujar pria yang satu nya.
"Nah! Zee pun sependapat dengan ku kan. Aku rasa dia cocok untuk bekerja disini." Timpal Dee lagi.
"Dee? Zee? seperti nya mereka memang kembar." Batin Aphrodite.
Aphrodite masih tetap diam dan melihat pria - pria itu satu persatu
"Aku juga sependapat dengan si kembar. Kalau dia tidak punya uang untuk menggantikan guci yang pecah itu, ya suruh saja dia kerja disini. Soal nya setiap hari nya pengunjung semakin banyak. Dengan tenaga yang ada kita benar-benar kewalahan. " Seru Desta, pria tinggi dan kekar yang sedari tadi memperhatikan dari tempat yang tidak begitu jauh dari tempat mereka berbicara.
"Benar kan Joe?" Desta meminta persetujuan pada teman nya yang berdiri di samping nya.
Joe adalah pria tampan berwajah sangat imut.
"Yo' i. " Sebut Joe menyetujui perkataan Desta.
"Bagaimana? Kau mau bekerja disini?" tanya Ares pada Aphrodite.
"Memang nya kalau bekerja disini, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Aphrodite yang mulai tersudut.
"Kau bisa menjadi salah satu pelayan plus- plus di losmen ini." Jawab Ares.
"Pelayan plus- plus? apa mereka meminta ku untuk jual diri??" Seru Aphrodite dalam hati. "Tapi aku kan wanita? Bagaimana kalau aku ketahuan?" serunya dalam hati panik.
"Bagaimana?!! Kau Terima atau tidak??? Kalau kau tidak terima pekerjaan ini maka bayar 10.000 Euro tadi. Kalau kau tidak sanggup bayar maka aku terpaksa memenjarakan mu. Ya mungkin lebih kurang 2 tahun lah. Aku rasa itu sebanding dengan 10.000 Euro." ujar Ares semakin membuat hati Aphrodite ketar ketir.
Mendengarkan akan dipenjara selama 2 tahun, Aphrodite pun langsung setuju untuk menerima pekerjaan itu.
"Baik lah. Aku bersedia." ucap Aphrodite pada akhirnya.
"Bagus! Kalau begitu hari ini kau belajar semua tugas-tugas mu dengan Joe. Besok kau baru benar-benar bekerja di sini. Setelah 10.000 Euro mu terkumpul maka kau bebas mau keluar atau tetap bekerja disini." Ujar Ares dengan wajah datar.
"B-berapa lama itu?" Tanya Aphrodite ingin memastikan.
"Tidak akan lama. Paling satu tahun kau sudah bisa mengumpulkan sebanyak 10.000 Euro kalau klien mu banyak." Jawab nya cuek.
"Setahun?" Seru Aphrodite shock mendengar kalau dia harus setahun berada di tempat ini.
"Kau ini jangan menakuti-nakuti nya seperti itu, Ares!" Berlian menepuk pundak Ares, dan setelah itu dia mengalihkan pandangan nya ke Aphrodite.
"Siapa nama mu?" tanya Berlian.
__ADS_1
Sedari tadi mereka semua bicara panjang kali lebar tambah luas segitiga bermuda, ternyata belum saling memperkenalkan diri.
"Kenalkan nama ku Berlian. Dan yang galak ini Ares, yang kembar itu Zee dan Dee, yang tinggi dan kekar itu mana Desta sedangkan yang imut itu nama nya Joe. Nama mu?"
Berlian mengulurkan tangan nya pada Aphrodite.
"Nama ku Ei Noel Spancer (A Noel Spancer)." Ucap nya membuat para pria tampan itu mengira pelafalan A nya, adalah benar-benar Ei.
" Ei?" Ulang Joe.
"Panggil Noel saja." Jawab nya sebisa mungkin tenang. Jangan sampai identitas nya terbongkar.
"Aku anggap dengan perkenalan ini kau menerima pekerjaan ini secara resmi Noel."Ujar Berlian, mengulurkan tangan nya.
Dengan ragu Aphrodite menjabat tangan Aphrodite dan kemudian mengangguk.
"Joe, Noel mulai hari ini adalah tanggung jawab mu. Kau harus ajari dia supaya dia dapat segera mengumpulkan 10.000 Euro nya." Ucap Berlian sambil mengedipkan sebelah mata nya.
"Pria ini friendly sekali." Aphrodite sempat berdecak kagum dengan sosok Berlian.
"Dan ya, Noel! Kau jangan khawatir. Walaupun kau memiliki tagihan yang harus kau lunasi bukan berarti tidak akan ada yang akan kau bawa pulang. Paling tidak hariini kau bisa bawa pulang 300 hingga 400 Euro jika kerja mu memuaskan." Tambah Berlian sebelum akhirnya dia membawa Ares pergi bersama nya.
"Jangan terlalu senang Noel! Berlian mungkin baik pada mu, tapi bukan berarti kau akan lepas dari pengawasan ku." Ujar Ares lalu mengikuti Berlian pergi.
"Sudah ! Jangan dipikirkan apa yang Ares katakan. Mulut nya memang sepedas cabe setan, tapi hati nya-"
"Hati nya setan betulan." Sambung Zee secepat kilat yang menyebab kan kepala nya di towel oleh Dee.
"Asaal aja tu mulut bicara." Seru Dee pada saudara kembar nya.
Untuk pertama kali nya sejak Aphrodite salah masuk ke tempat itu,. Aphrodite akhir nya bisa tersenyum.
"Nah gitu dong! Kan tambah cantik!" Ucap Desta pada Aphrodite.
"Kok cantik sih? Harus nya ganteng dong!" Seru Dee.
"Noel dan Joe itu satu pabrikan! Mereka itu sama-sama merupakan pria-pria cantik." Terang Desta.
"Beda nya rambut Noel sedikit lebih panjang dari pada Joe." Desta menyentuh rambut Aphrodite yang hanya sepanjang bahu itu.
"Wah! Rambut mu halus sekali Noel!" Ujar Desta, kaget.
"Hahaha.. Masa." Aphrodite langsung menepis tangan Desta dengan cara yang sopan.
"Padahal ini hanya di cuci dengan sabun cuci piring." Seru nya garing.
Para pria itu pun kembali tertawa.
π§π§π§π§
__ADS_1
Noel, ajak kak Upe kerja di situ juga... banyak cogan soal nya π