
Satu hari pun kembali berlalu.
Hari ini, tamu yang meminta Aphrodite menemani nya kembali banyak. Bahkan lebih banyak dari biasannya. Saking banyak nya mereka bahkan sampai rela untuk duduk bersama walaupun tidak saling kenal, asal kan Aphrodite menemani mereka.
“Noel benar-benar sangat populer ya, Berlian.” Ujar Desta pada Ares di meja bartender.
Tapi entah apa yang ada di dalam kepala Ares saat ini, Ares sama sekali tidak merespon ucapan Desta pada nya.
Mata Ares sedari tadi nya tidak lepas dari Aphrodite yang tertawa lepas bersama beberapa wanita di sebuah meja.
Tangan Ares mengepal. Kini dia sudah sampai pada titik kesabaran nya. Ares pun bangkit dan pergi ke meja tempat Aphrodite duduk bersama beberapa pelanggan wanita.
Tanpa babibu, Ares langsung menarik tangan Aphrodite dan menyeret nya pergi keluar dari meja itu.
“Hei! Apa yang kau lakukan Ares?”Seru Aphrodite yang tentu saja kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ares.
Aphrodite yang merasa linglung dengan perlakuan Ares hanya bisa menatap Ares dengan tatapan bingung nya.
“Ares??” Seru nya sekali pada Ares yang hanya diam tapi tidak melepaskan tangan nya padahal mereka sudah berada di luar Losmen.
“Ares!!” seru Aphrodite sekali lagi.
“Kau boleh pulang!” Seru Ares begitu saja dan langsung masuk menutup pintu Losmen.
“Hei! Dia kenaapa?!! Kenapa dia mengusir ku!!” Seru Aphrodite sambil berkecak pinggang di depan pintu Losmen yang tertutup.
Sedangkan di dalam Losmen , Ares sedang memegangi hati nya yang berdetak tidak jelas itu.
“Apa aku benar-benar seperti yang di katakan oleh Joe?” Ares pun mulai meragukan orientasi seksual nya.
“Aku rasa aku harus mulai melayani tamu lagi mulai dari besok.” Ujar nya mulai merasa diri nya tidak normal karena merasa diri nya mulai memiliki rasa yang tidak wajar pada Aphrodite.
****
hmmm... menurut kak Upe?? 🧐🧐🧐🧐 kamu normal Arees..... 😂
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Hari perayaan ulang tahun Losmen pun tiba. Para pengemban misi penyatuan cinta negeri es pun kembali berkumpul untuk membahas kembali detail yang akan mereka lakukan.
“Apa kau katakan Joe? Kau ingin aku yang memakai gaun? Bukan nya kita semua sepakat kalau kau yang akan memakai gaun itu??” Teriak Aphrodite panik saat Joe menyerahkan gaun yang seharus nya Joe pakai ke diri nya.
“Maafkan aku Noel tapi saudara laki- laki kabar nya akan datang ke losmen ini malam ini. Aku tidak mau dia menggunakan hal ini sebagai alat untuk mengolok- ngolok ku di rumah. Ibu ku bisa bersedih kalau sampai tahu aku bertindak sampai sejauh ini.” Jelas Joe.
“Tapi Joe~ aku? Aku~?” ucapan Aphrodite terhenti saat Zee dan Dee menepuk pundak nya bersamaan dan berkata,” kalau memang kakak nya akan datang, maka sebaik nya kau membantu nya Noel.”
“Kau mungkin tidak tahu Noel, kalau sebenar nya Joe ini adalah salah satu tuan muda dari keluarga bangsawan di kota ini.” Tambah Zee.
“Tidak hanya Joe~” potong Dee, “Ares dan Berlian serta Desta juga adalah tuan muda dari keluarga bangsawan. Mereka semua adalah anak- anak orang kaya nan terpandang. Hanya kami berdua yang berasal dari keluarga biasa.” Lanjut nya.
“Kalau mereka berasal dari keluarga kaya dan terpandang untuk apa mereka membuat losmen plus- plus ini?” Tanya Aphrodite di tengah panik nya karena tiba- tiba diminta menggantikan Joe memakai sebuah gaun.
“Itu karena mereka tidak ingin masuk dalam persaingan dalam merebutkan posisi ahli waris di dalam keluarga mereka masing- masing. Maka nya mereka bermain-main di losmen ini supaya keluarga mereka tidak memperhitungkan mereka sebagai kandidat ahli waris keluarga.” Jelas Zee.
__ADS_1
“Tapi kalau sampai apa yang mereka lakukan di luaran keterlaluan, takut nya bukan hanya tidak hanya tidak masuk sebagai kandidat, mereka juga akan tercatat sebagai anggota keluarga mereka lagi. Jadi mungkin kau harus bermurah hati untuk menolong Joe kali ini.” Pujuk Dee.
“Pleasee..?” Tambah Joe dengan tatapan memelas.
Aphrodite sungguh tidak enak hati bila harus menolak setelah tahu keadaan yang sebenarnya. Sehingga mau tidak mau dia pun mengambil gaun yang Joe berikan. “Seharusnya kau mengecek dulu Joe, sebelum kau mengiyakan rencanakan kita.” Ndumel Aphrodite lalu pergi membawa gaun itu.
Joe yang melihat Aphrodite menghilang di ruang ganti langsung mengajak Dee dan Zee tos. “Meski satu kali dalam seumur hidup kita, kita harus melihat Noel dalam wujud nya yang sebenarnya.” Ujar Joe pelan.
“Aku rasa yang lain tidak akan curiga. Toh, selama ini Noel memang terkenal sebagai pria berwajah cantik.” Tambah Zee.
Aphrodite yang memang tidak pernah memakai gaun tentu nya tidak terbiasa dengan pakaian super duper menyusahkan itu. Dia bahkan sampai harus menyeret gaun nya sepanjang ia berjalan.
“Tunggu! Itu tidak terlihat seperti Joe?!!” tanya Ares ragu sembari melihat lebih tajam ke arah wanita yang berjalan terseok- seok dari pintu tempat di mana seharus nya Joe keluar.
“Kau benar, Ares! Itu bukan Joe!!” Sahut Berlian.
“Ya Lord! Apa kalian menyadari nya? Itu Noel???!!” teriak Desta sambil menutup mulut nya.
Aphrodite melihat Ares, Berlian dan Desta melihat nya kaget malah ikutan kaget.
Saking kaget nya dia sampai kehilangan keseimbangan dan hampir saja akan terjatuh. Untung nya Ares langsung berlari dan buru-buru untuk menangkap tubuh Aphrodite yang sedang mencari keseimbangan.
Kedua nya sama- sama terdiam saat tangan Ares tanpa sengaja menyentuh sesuatu.
Mata kedua nya saling menatap.
Deg...
Deg..
Deg..
Deg...
“Bal-lo-n?” Ulang Ares antara percaya dan tidak.
“Ya, Balon. Kalau tidak mana mungkin bisa jadi seperti ini.” Aphrodite sengaja membusungkan dada nya supaya Ares percaya dengan kata- kata nya.
“Atau apa kau mau memegang nya sekali lagi baru setelah nya kau yakin itu adalah dua buah balon?” Cabar Aphrodite.
Ares langsung menyembunyikan kedua tangan nya ke belakang tubuh nya sembari berkata, “tidak perlu.”
Ares pun terdiam sesaat untuk menenangkan detak jantung nya yang masih belum stabil pasca landing di area terlarang tadi.
“Mungkin aku terlalu lama tidak menyentuh benda itu maka aku jadi sulit membedakan mana yang ori dan mana yang Kw.” Pikir nya sambil mengalihkan pandangan nya dari Aphrodite.
***
Ares!! tanya ke kak Upe dong!!! kak Upe tahu itu KW atau bukan😂🤣
Semua mata kini tertuju pada Aphrodite dan Ares yang berada di tengah- tengah aula Losmen itu.
__ADS_1
“Yang mana tunangan nya Tasya?” tanya Aphrodite pada Ares.
“Yang duduk di samping pria yang jas hitam.” Jawab Ares.
“Baiklah, kalau begitu aku akan ke sana. Duduk di dekatnya. Jual mahal lalu menghina nya. Setelah itu tasya datang sebagai pembela laki-laki itu. Dan aku akan pelan- pelan menghilang. Ingat kalian harus mematikan lampu agar aku bisa menghilang dengan mudah!” ujar Aphrodite pada Ares.
“Apa kau harus melakukan itu?” tanya Ares yang tiba- tiba saja tidak suka jika Aphrodite datang ke tunangan nya Tasya dan menggoda laki- laki itu.
“Ini kan sudah kita sepakati Ares! Yang penting kalian tetap melakukan apa yang seharus nya kalian lakukan.” Sebut Aphrodite yang hendak berjalan ke arah tunangan nya Tasya.
“Tapi awal nya Joe kan? Bukan diri mu?” Tahan Ares.
“Ares please?”
Ares membuang nafas nya kasar lalu berbalik dan kembali ke kursi nya semua. Aphrodite pun berjalan se- anggun yang dia bisa ke tempat tunangan nya Tasya.
“Sendirian nona cantik?” Tanya Antonio pada Aphrodite, persis seperti apa yang mereka rencanakan.
“Ya, begitu lah.” Jawab Aphrodite dengan wajah cuek, memandang sebelah mata pada Antonio.
“Bagaimana kalau aku menemani mu? Aku juga sendirian.” Sebut Antonio yang kemudian berdiri dengan yakin kalau Aphrodite pasti akan menerima nya.
“Kau sangat percaya diri sekali tuan, tapi maaf kau bukan kelas ku.” Sahut Aphrodite sesuai dengan rencana nya yang telah dia dan teman-teman nya.
“Kau pasti baru di kota ini kan? Maka nya kau tidak tahu siapa aku! Aku adalah Antonio Orlando. Tidak ada wanita di kota ini yang berani menolak ku.” Ucap Antonio dengan sengak.
“Maaf, aku tidak tertarik. Bahkan jika diri mu Antonio Banderas sekali pun aku tidak tertarik.” Ujar Aphrodite sambil menatap Antonio dari tadi atas ke bawah lalu ke atas lagi kemudian di tutup dengan sebuah tawa kecil mengejek.
“Kau~?!! Lancang sekali kau?!!!” Teriak Antonio, menatap marah pada Aphrodite. “Kau pikir kau siapa hah?”
“Kau yang siapa? Apa kau datang pada ku karena tidak ada wanita yang mau dengan mu?” balas Aphrodite yang sengaja memancing amarah Antonio.
“Apa? Kau bilang tidak ada wanita yang mau dengan ku? Apa aku tidak salah dengar?!” Balas Antonio tidak mau kalah. Dia tentu nya tidak suka bila ada wanita yang menyinggung harga diri nya seperti yang Aphrodite lakukan barusan.
“Antonio, sudah jangan di lawan. Dia hanya seorang wanita.” Ujar teman Antonio.
“Wanita seperti ini yang seharus nya diberi paham Juan!” jawab Antonio marah, tidak mau menerima nasehat teman nya.
“Cih!! Hanya pria yang tidak laku yang berani menganggu wanita. Dan aku rasa kau~”
“Tolong jaga ucapan mu nona! Pria ini adalah tunangan ku!” Sesuai dengan rencana mereka Tasya muncul dan langsung membela Antonio.
“Ta~sya?” seru Antonio dengan tatapan mata tidak menyangka karena wanita yang telah dia sia- sia kan malah maju untuk membela harga diri nya.
“Sayang? Kau kemana saja? Aku mencari mu sedari tadi.” Tasya mengeratkan pegangan tangan nya.
“Aku~ Tek!” tiba- tiba saja lampu mati tepat saat Antonio akan menjawab pertanyaan Tasya.
Dan saat lampu kembali menyala, Aphrodite sudah tidak ada di depan mereka.
“Di mana wanita sialan itu?” Tanya Antonio heran karena Aphrodite yang tiba- tiba saja menghilang.
__ADS_1
“Sudah! Jangan di pikir kan.” Jawab Tasya yang kemudian ikut bergabung duduk bersama Antonio dan teman Antonio.
“Yes!! Rencana kita seperti nya berhasil!” Sorak Aphrodite pada Ares yang sedang menyeret nya menjauh dari losmen itu.