Willona Sang Anak Adopsi

Willona Sang Anak Adopsi
Episode 10


__ADS_3

Sudah satu minggu lamanya Farrel di luar kota, dan sekarang setelah menyelesaikan masalah nya yang ada di sana dia memutuskan untuk pulang ke rumah nya, menemui gadis kecil nya.


Dia tidak memberi tau siapapun tentang kepulangan nya, dia pulang membawa tas branded untuk mama nya, jam tangan untuk papa nya, dan untuk willona dia berikan satu rumah pohon di belakang mansion, dan tak lupa juga dia membawa oleh oleh dari kota yang dia kunjungi.


Sampai di halaman mansion rumah orang tuanya, dia melihat kalau willona sedang bermain dia halaman depan bersama para bodyguard, Farrel berteriak memanggil willona.


"ONAA, PAPA PULAANG"


Willona yang mendengar suara papa nya pun langsung melihat ke sekitar, dan di sana ada Farrel yang sedang melambaikan tangan nya, willona tersenyum lalu berlari menghampiri Farrel, saat sudah hampir dekat dengan Farrel dia merentangkan tangan nya, dengan sigap Farrel mendekap tubuh anaknya laku mengangangkat nya ke udara.


"PAPA ONA KANGEEEN"


"Papa juga kangen sama ona, ona udah makan belum? "


"Sudah, ona sudah makan"


"Ayo kita masuk ke dalam, sudah itu kita pulang buat liat hadiah untuk ona"


"Waaah ona dapat hadiah? Hadiah apa papa? "


"Rahasia dong, gak boleh di kasih tau"


"Yaaah, papa gak asik"


Kini mereka sudah ada di ruang tamu, di sana hanya ada Ananta yang sedang membaca majalah sambil meminum teh nya.


"OMA, PAPA ONA SUDAH PULANG"


Ananta langsung menoleh ke belakang dan melihat kalau willona sedang di gendong oleh lelaki yang tampak tak asing, saat di lihat ternyata itu anak lelaki nya.


"Astaga, kamu kok pulang gak bilang bilang. Sini duduk, kamu sudah makan belum? "


"Haha, maaf ma, farrel cuma mau bikin kejutan. Eh gak usah, Farrel udah makan tadi kok, gak usah repot repot"


Farrel berjalan ke arah sofa, lalu mendudukkan tubuh nya di sofa tersebut, dengan willona di pangkuan nya. Lalu Farrel memberi tiga totebag kepada mamanya.


"Itu oleh oleh nya, habis ini Farrel mau pulang ke mansion Farrel ya mah"


"Eh, makasih ya. Kenapa mau pulang? Nginep aja di sini"


"Gak deh ma, Farrel juga harus liatin mansion Farrel, siapa tau mereka kerja nya gak becus. "


"Ah gitu ya, yaudah deh gak papa. Nanti mama ajak papa main ke sana"


"Oma nanti main ke rumah ona? "


"Gak nanti sayang, kapan kapan maksudnya"


"Gitu yaa, nanti oma bawa cookies untuk ona ya"

__ADS_1


"Ona mau cookies sayang? "


"Iya papa, cookies yang oma buat enak sekalii"


"Minta sana sama oma"


"Omaa, ona minta cookies nya boleh"


"Boleh lah, sebentar ya"


Ananta langsung beranjak dari tempat duduk nya, berjalan menuju ke dapur, tak lama kemudian Ananta datang lagi dengan membawa 3 toples cookies.


"Nih untuk ona"


"Waaah makasih oma"


"Sama sama sayang. Nanti main sama oma lagi yaa"


"Ona mau pulang sekarang apa nanti? "


"Nanti aja papa, sore nanti opa pulang bawain ona sepatu baruu"


"Oh gitu ya, kalo gitu papa mau bobo dulu"


"Papa papa, opa kasih ona rumah pohon tauu"


"Baguuus, ona sama oma sering main ke sana, kita makan cookies, baca buku, bobo siang, juga disana. Iya kan oma"


Ananta hanya mengangguk, dia hanya melihat interaksi anak dan ayah tersebut, mereka tampak seperti sedarah.


" yaudah yuk, kita pulang "


"Ayoo, oma ona pulang dulu yaa"


"Iya sayang, hati hati ya, nanti nginep lagi ke sini okey"


"Okey oma, papay"


"Mah Farrel pulang dulu ya, kasih tau papa nanti ya mah"


"Iya, sering sering ke sini kamu nya"


"Iya, Farrel pamit ya"


Ananta hanya mengangguk, dia mengantar kan Farrel dan willona sampai ke pintu depan. Farrel dan willona pun berjalan ke arah halaman yang di mana terdapat mobil Farrel di sana.


"Pamaan ona pulang dulu yaa, dadah"


Para bodyguard tersebut tersenyum tipis lalu melambaikan tangannya ke willona, mungkin ada rasa sedih di hati mereka, tapi mereka harus tetap profesional.

__ADS_1


Mobil Farrel pun berjalan keluar dari area mansion, sepanjang jalan pun willona tidak henti hentinya bercerita tentang apa yang di lakukan nya selama Farrel pergi.


Dia bercerita kalo dia pergi ke taman, ikut opa ke kantor, pergi ke mall sama oma, main di rumah pohon, kejar kejaran sama bodyguard, main sama angsa di danau, dan masih banyak lagi, Farrel yang mendengar nya pun juga senang, karena willona mulai menampakan sifat asli nya.


"Ona mau sesuatu? Kalo mau kita mampir dulu"


"Euuum, ona mau apa ya? Ona gak tau mau apa papa"


"Yaudah, kita langsung pulang kalo gitu"


"Iya, kita langsung pulang ona mau lihat hadiah yang papa kasih untuk ona"


"Anak papa gak sabaran ya" Farrel terkekeh, lalu dia mengelus kepala willona.


"IYAA, ona penasaran soalnya"


"Iya iya nanti papa tunjukin"


Tak terasa kalau kini willona dan Farrel sudah berada di halaman mansion milik mereka, Farrel dan willona pun turun dari mobil, Farrel memberikan kunci mobilnya kepada salah satu bawahan nya supaya di mobilnya di letakkan di garasi.


Willona yang sudah turun dari mobil langsung berlari ke arah leon yang sedang latihan di lapangan samping, Farrel yang tau akan hal itu hanya membiarkan saja, karena dia tau kalau willona hanya bertemu  1 kali dengan leon saat  Farrel pergi keluar kota.


"PAMAN LEON"


"Eh? Sejak kapan anda di sini nona? Siapa yang mengantar anda? "


"Gendong ona dulu, ona capek lari ke sini"


"Hah? Anda lari dari mansion utama ke sini? "


"Ishhh, bukaan. Ona lari dari halaman depan ke sini. Cepat gendong ona, ona capek"


"Jangan, saya belum bersihkan badan, nanti nona sakit"


"Yaah, padahal ona pengen gendong"


Willona langsung murung, leon yang melihat itu merasa tak tega, dia pun menyuruh willona duduk di kursi di bawah pohon tersebut.


"Nona duduk di situ dulu ya, saya bersihin badan sebentar, lalu saya kembali lagi"


"Okey paman, jangan lama lama yaa"


Leon hanya mengangguk lalu dia berjalan ke ruang ganti yang ada di dekat lapangan tersebut, tak lama kemudian terlihat lah leon yang memakai kemeja putih nya keluar dari ruang ganti tersebut.


Dia berjalan menghampiri willona yang sedang mengayunkan kaki nya, sembari melihat bodyguard lain yang masih latihan, saat sudah dekat dengan willona dia langsung mengangkat badan mungil tersebut.


Willona yang kaget pun reflek berteriak, leon hanya terkekeh lalu membawa nona kecilnya ke dalam, karena kini sudah masuk waktu makan siang nona kecil nya, sudah makan siang dia akan tidur siang dan baru akan bangun sore nanti.


⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆

__ADS_1


__ADS_2