Willona Sang Anak Adopsi

Willona Sang Anak Adopsi
Episode 7


__ADS_3

Pagi ini pukul 10:34, willona akan menemani papa nya pergi ke bandara bersama Edward dan ananta. Willona tampak sedikit murung karena dia tidak bisa ikut.


"Ona jangan sedih ya, papa gak lama kok, nanti kita ie Disneyland"


"Ona tidak sedih, tapi ona ingin menangis karena tidak bisa ikut papa"


Oh tidak, betapa lucu nya wajah itu, bisakah Farrel menggigit pipi itu sekarang?.


"Cup cup cup, nanti ona ikut papa tapi bukan sekarang, kita ketemu sama abang. "


"Eung? Abang? Abang itu apa papa? "


"Abang itu kakak laki laki, ona punya kakak"


"Benarkah? Apakah dia suka candy? "


"Suka, dia akan belikan ona candy banyak banyak, tapi kalau ona jadi anak yang penurut"


"Ona nurut kok, ona tidak nakal"


"Hahaha, yasudah ona mau temenin papa kan? "


"Iya ona mau ikut"


"Ayo kita berangkat, oma sama opa sudah menunggu dari tadi"


⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆


Setelah mengantar farrel ke bandara, willona sejak tadi hanya menampilkan wajah murung nya, Edward dan ananta yang melihat itu pun merasa iba.


"Ona main sama opa yuk, kita ke taman belakang"


"Ona mau cookies? Oma buatin ya"


"Petik strawberry yuk, strawberry nya besar besar loh"


"Eung? Benar opa? Ayo kita petik strawberry. Ona mau lihat"


Sekarang ananta dan Edward sudah mulai tahu satu persatu kesukaan willona. Edward membawa willona ke kebun strawberry, sedangkan ananta membuat pancake untuk di hidangkan bersama strawberry nanti.


Saat sampai di kebun strawberry, mata willona langsung berbinar, dia melihat kalau strawberry di sana merah merah, dan besar, pasti rasanya manis.


Edward mulai memetik satu persatu buat strawberry lalu memasukkan buah tersebut ke keranjang, begitu pula dengan willona, dia tampak sangat senang.


Setelah puas memetik buah strawberry, Edward mengajak willona ke rumah pohon, di sana ada 2 kursi, 1 tempat tidur, rak buku, dan karpet bulu.


Mereka beristirahat sejenak di sana, willona tampak bahagia, wajahnya sudah tidak murung lagi, Edward senang melihat hal itu.


"Ona kita kembali ke dalam ya, nanti kita ke sini lagi"

__ADS_1


"Ayo opa, ona capek"


Edward langsung menggendong willona, lalu berjalan memasuki mansion sambil menenteng 2 keranjang strawberry.


Sampai di dalam mansion, Edward langsung meletakkan willona di depan TV, mencari kartun untuk willona tonton, setelah menemukan kartun yang cocok, Edward pergi ke dapur untuk memberikan strawberry nya je pada sang istri.


"Sayang, ini strawberry nya"


"Terima kasih, kau bisa kembali menemani willona lagi, aku akan mengantar kan ini nanti. Kau ingin kopi? "


"Iya, buat kan aku kopi, dan susu untuk willona ya"


"Heem, sudah sana temani willona"


Sebelum pergi Edward sempat mencuri ciuman di bibir istrinya.


"Sudah tua masih saja seperti itu" monolog ananta.


Edward menemani willona di depan tv, sepertinya willona tampak asik dengan film nya, jadi nya Edward membuka handphone nya untuk mengecek email dari kantor nya.


Saat sedang mengecek handphone nya, Edward merasa kalau tangan nya di senggol, jadi dia menoleh ke arah willona, dan melihat kalau gadis kecil itu tengah menatap nya dengan tatapan seperti anak kucing.


"Opa ona mau makan"


"Sebentar ya, oma lagi bikin pancake, ona mau kan?"


Tak berselang lama pancake pun jadi, ananta membawa nya ke depan tv.


"Ona mau pancake? "


Willona hanya mengangguk, menanggapi ucapan ananta, dia berjalan mendekati ananta lalu mengambil garpu bermotif frozen.


"Oma, ona ambil yang strawberry ya? "


"Iya sayang ambil aja, ona mau di suapin? "


"Mau mau, ona mau di suapin"


"Yaudah sini, duduk deket oma"


Willona duduk di dekat ananta, lalu membuka mulut nya, dan satu potong pancake mendarat di mulutnya.


"Euum enak, oma yang buat? "


"Iya, ona suka? "


"Iyaa, ona suka, enak"


Ananta hanya terkekeh, dia melanjutkan acara menyuapi willona makan, setelah habis dia memberi willona susu yang tadi di buatnya.

__ADS_1


"Opa tidak makan pancake nya? "


"Nanti saja, ona habis ini tidur siang ya, sore nya kita ke taman bermain"


"Taman bermain? Yeaaay, oma ona mau tidur siang"


"Turunin dulu makanan nya, baru tidur, ona mau makan apa sore nanti? "


"Ona mau ayam tepung"


"Ayam tepung?, nanti oma masak, kita makan di taman nanti ya"


Willona hanya mengangguk lalu dia mulai fokus lagu menonton tv, saat sudah tidak terdengar lagi suara tawa willona, ananta melihat kalau willona sudah tidur.


Wajah imut itu tampak tenang, ananta memberi tau Edward, dan Edward segera membawa willona ke kamar mereka, sedangkan ananta dia membawa piring yang mereka gunakan tadi kedapur, setelah itu ananta ikut menyusul ke kamar nya.


Di dalam kamar dia melihat kalau Edward sedang mengelus kepala willona, dengan alunan lagu yang keluar dari mulut nya.


Ananta berjalan ke kasur lalu merebahkan tubuh nya dengan posisi menyamping, lalu dia memukul pantat willona pelan.


"Aku merasa heran dengan mu hari ini, biasanya kau akan pergi ke ruang kerja mu seharian dan akan keluar saat makan saja"


"Apakah aku seperti itu sayang? Kurasa tidak, aku masih menjalankan tugas ku sebagai seorang suami, kadang aku juga menemani mu belanja"


"Ah sudah lah aku lelah"


"Tidur di sini, sudah lama kita tidak merasa kan hal seperti ini, terakhir kali saat devin masih kecil"


Ananta merebahkan tubuh nya dengan benar, lalu dia mulai memejamkan matanya, dan tertidur menyusul willona ke alam bawah sadar.


Edward beranjak dari kasur lalu masuk ke ruang kecil yang berada di kamar tersebut, ternyata kamar itu adalah ruang kerja nya, dia mulai mendudukkan pantat nya di kursi kebanggaan nya, lalu membuka laptop, dan mulai mengerjakan tugas kantor nya.


Saat sedang sibuk dengan kerjaan nya, Edward mendengar suara tangisan dari luar ruangan nya, dia berjalan keluar lalu melihat kalau willona sedang terisak sambil tertidur.


Edward berjalan mendekati kasur, lalu dia melihat kalau ananta tidak terusik sama sekali, mungkin istri nya kelelahan, Edward menggendong willona lalu dia ayunkan pelan di gendongan nya.


"Ona mimpi apa hm? Sampe nangis gini"


Edward masih mengayunkan willona di gendongan nya, dia memperhatikan seluk-beluk wajah gadis kecil ini.


"Tidak heran jika Williams sangat sayang pada mu, karena kau sangat mirip sekali dengan mendiang istrinya"


Saat merasa lalu willona sudah kembali tenang, Edward membaringkan willona kembali di kasur, lalu dia ikut berbaring di samping willona, mengelus kepala willona, lalu Edward memejamkan matanya menyusul dia wanita kesayangannya ke alam bawah sadar.


⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆


Semoga masuk akal ya, aku takut ini agak freak.


Semoga kalian suka ya.

__ADS_1


__ADS_2