Willona Sang Anak Adopsi

Willona Sang Anak Adopsi
Episode 6


__ADS_3

Sore ini pukul 16:23 Farrel tengah menyiapkan pakaian willona untuk beberapa hari ke depan, karena Farrel ada tugas ke luar kota, dan dia akan menitipkan willona dirumah mamah nya.


Sesudah menyiapkan pakaian willona, Farrel pergi menuju ke ranjang dimana willona tengah tertidur pulas di sana.


"Ona, bangun sayang, kita mandi dulu"


"Eung? Papa ona gak mau mandi, dingin papa"


"Kan ada air hangat"


"Gak mau mandi, ona gak mau mandi"


"Ona mandi ya, kita mau kerumah oma"


"Gak mau, ona gak mau mandi"


"WILLONA ALDERICK, mandi dulu ya, kita mandi pake air hangat"


Mendengar Farrel yang memanggil namanya dengan nada tinggi membuat willona takut, akhirnya dia menuruti permintaan Farrel.


Setelah memandikan dan memakai kan pakaian willona, Farrel terlihat bingung, sebab willona diam saja dari tadi, yang biasa nya di saat mandi dia selalu mengoceh, kini hanya diam saja.


"Ona kenapa sayang, mau susu? Mau chiki? Mau mainan? "


Willona hanya menggeleng, Farrel menghela nafas kasar, lalu dia menggendong willona dan membawa nya turun.


Saat di perjalanan kerumah oma pun willona hanya diam saja, tidak ada pertanyaan random yang biasa di lakukan oleh nya. Saat sampai willona langsung turun lalu memegang tangan Farrel dan mengikuti nya masuk ke dalam mansion mewah tersebut.


Saat sampai di dalam mansion, willona melihat ananta sedang duduk bersama lelaki paruh baya di depan tv.


"OMAA"


Ananta dan lelaki itu langsung menoleh ke belakang, disana dia melihat willona yang tersenyum sedang menggandeng tangan Farrel, ananta langsung berjalan ke arah anak kecil itu lalu menyamakan tinggi mereka.


"Ona kok kesini gak bilang sama oma sih?"


"Kan ona gak punya benda yang kayak papa oma"


"Benda yang kayak papa? Apa sayang? "


"Yang sering papa pegang untuk bicara sendirian"


"Ooh handphone, ona gak boleh main handphone dulu ya gak baik, kasih tau nya lewat handphone papa aja ya"


"Iya oma"


"Ona sudah makan? Ayo makan tadi oma bikin ayam kecap"


"Nanti saja, ona belum lapar"


"Ona mau cookies? Oma punya cookies nya banyak loh"


"Mau oma, ona mau"


"Yaudah ayok kita ke dapur"


Ananta dan willona pergi meninggalkan dua lelaki yang berbeda generasi itu.


"Inget pulang juga kamu ternyata Williams"


"Haha maaf pah, William sibuk"


"Itu anak kamu? "


"Iya pah, anak angkat William, mirip Samantha kan pah"

__ADS_1


"Adopsi anak kok gak bilang bilang, kamu itu yah kebiasaan. Dilihat lihat sih emang mirip Samantha"


"William ke kamar sebentar ya pah mau naro barang dulu"


"Suruh alex aja"


"Alex, kamu taro barang William ke kamar nya ya"


"Iya tuan"


"Kamu duduk sini, papa mau ngomong"


Farrel yang mendengar papa nya berbicara seperti itupun langsung memasang wajah serius, lalu berjalan mendekat ke arah papa nya.


"Kenapa pa? "


"Kamu mau keluar kota kan?  Nanti habis dari luar kota kamu berangkat ke Amerika ya, papa ada tugas di sana, tapi papa juga ada tugas di Jepang"


"Iya pah"


"PAPA, ONA TADI MAIN SAMA ANGSA"


Teriak willona dari jauh sambil menuju ke arah Farrel dan lelaki paruh baya itu. Saat sudah di dekat Farrel willona langsung merentang kan tangan nya meminta untuk di angkat.


" tadi ona main dimana? "


"Ona main di danau, di sana ada, 4 angsa cantik cantik, kayak ona"


"Ona gak mau kenalan sama opa? "


Suara halus nan lembut itu menyapa indra pendengar nya, dia menoleh ke arah ananta lalu menatap matanya.


"Ona mau oma tapi takut"


Suara berat itu membuat ona bergidik, dia seperti mendengar suara ayah nya yang memarahinya dahulu.


Edward pun berjalan ke arah willona lalu mengangkat badan mungil itu dan di dudukan nya di pangkuan nya.


"Nama ona siapa? "


"Nama ona? Nama ona itu anastasya willona, tapi tadi papa panggil ona willona alderick"


"Nama yang bagus, ona nginep sama oma sama opa mau? Nanti ikut opa ke kantor di sana ada tempat mainnya"


"Beneran? Ona mau nginep, ona mau ikut opa"


"Izin dulu sama papa, boleh apa nggak? "


"PAPA, Ona mau nginep sama oma sama opa ya"


"Kan kita ke sini emang mau nginep, tapi nanti papa tinggalin di sini bentar"


"Kok ona di tinggal, papa gak sayang ona lagi ya? "


Raut sedih itu membuat farrel merasa bersalah.


"Nggak sayang, papa mau kerja, ona nginep tempat oma dulu, nanti papa aja jalan jalan ke Disneyland deh"


"Sinilan, apa itu sinilan ona nggak tau"


"Disneyland ona bukan sinilan"


"Disnilan, itu apa oma"


"Tempat bermain, nanti ada barbie barbie di sana"

__ADS_1


"Beneran, ona mau ke sana"


"Iya nanti kita ke sana"


Saking asik nya mereka berbincang tidak terasa kalau kini sudah masuk jam makan malam, farrel, willona, Edward, dan ananta pun berjalan ke ruang makan, willona duduk di pangkuan farrel, ananta mulai menyiapkan makanan untuk suami dan anak nya.


"Papa ona mau ayam goreng itu"


"Sayur nya juga ya"


"Nggak mau, sayur nya pahit"


"Katanya mau jadi tinggi dan besar kayak pohon, kalo mau tinggi ya harus makan sayur"


"Eung? Ona mau tinggi tapi ona gak mau mam sayur papa"


"Ya sudah deh, kita makan depan TV ya, film mobil robot nya sudah mulai"


Willona yang mendengar kalau film kesukaan nya sudah mulai, pun mengajak farrel untuk makan di depan TV saja, Edward yang tau maksud farrel pun menyuruh nya ke depan TV saja.


Saat willona sedang asik menonton televisi farrel memasukkan sayur ke dalam makanan anak itu lalu menyuapi nya. Willona tidak sadar karena dia sedang fokus kepada mobil pemadam kebakaran kesukaan nya.


Saat makanan sudah habis Edward dan ananta juga sudah menyusul ke depan tv, kini willona tengah berbaring di gendongan opanya sembari minum susu.


"Ona tadi sayur nya pahit gak? "


Willona yang mendengar itu membulat kan matanya, lalu melepaskan botol dot dari mulut nya.


"Emang tadi ona makan sayur opa? Kan ona cuma mam ayam goreng"


"Ona tadi makan sayur, kan papa yang suapin"


"Tapi kok gak ada rasanya? "


"Rasanya kan emang gak pahit ona, kecuali sayur tertentu itu kadang ada yang pahit"


"Gitu ya oma"


Willona hanya mengangguk lalu menyamankan tubuhnya di badan sang opa, lalu muali meminum susu nya kembali.


Farrel sedang mengecek email di handphone nya, ananta sedang menghitung pemasukan restoran nya, dan Edward dia sedang mengelus kepala sang cucu.


"Sini pah willona nya, biar william bawa ke kamar"


"Nih, taro bantal di sekelilingnya biar ada penghalang"


"Iya pa, ma william naik ke atas ya"


"Kamu gak bilang gitu ke papa willi? "


"Sekalian sama mama aja"


"Untung kamu anak papa, kalo bukan udah papa bawa kamu ke ruang bawah tanah"


Farrel hanya terkekeh lalu pergi menuju kamarnya. Saat sampai di kamar, dia mulai mengoleskan minyak telon ke badan willona dan menggantikan baju willona dengan baju tidur, setelah itu dia tidur kan willona di atas ranjang, setelah merasa willona sudah kembali nyenyak dia mulai mencuci muka dan menyikat gigi nya, lalu mengganti pakaiannya, dan berbaring di atas ranjang.


Farrel mengamati wajah willona dan dia baru sadar kalau willona benar benar mirip dengan mendiang istrinya.


"Kalau benar kamu anak kandung papa, papa akan menuruti semua keinginan mu"


Farrel mencium pipi willona, lalu mematikan lampu kamarnya dan pergi menyusul willona ke alam bawah sadar.


⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆


Sorry kalo gak jelas,

__ADS_1


__ADS_2