
"Nama kamu siapa hm? "
"Nama ona willona"
"Ona willona? Kok gitu namanya? "
"Bukan, nama ona itu willona"
"Ya ona willona kan? "
"Ishh bukan, nama aku itu willona, bukan ona willona"
"Ooh willona, nama abang Devin panggil abang ganteng juga boleh"
"Abang jelek gak mau"
⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆
"Ah masa, abang di kampus tuh paling ganteng tau"
"Masih ganteng papa ona"
"Ayah mah gak ganteng, udah tua dia itu"
"Ayah siapa? "
"Ya ayah, papa ona"
"Itu papa, bukan ayah"
"Abang manggil nya ayah"
"Papa bukan ayah"
"Ya abang manggil papa ona itu ayah"
"Panggil papa, bukan ayah, ona gak punya ayah"
"Iya iya papa"
Willona tersenyum ceria lalu dia meminta devin untuk menghidupkan TV, dan devin pun menghidupkan tv nya, lalu membuka youtube dan memilih kartun botak kembar.
"Abang, ona mau chiki"
"Sebentar ya abang liat dulu"
Willona hanya mengangguk, lalu devin pergi ke dapur dan membuka satu persatu lemari nya untuk mencari snack, tapi dia tidak menemukan itu sama sekali, dia hanya menemukan debu tipis di sana.
Devin pun jalan kembali ke ruang tv, dan menaiki tangga untuk menyusul ayah nya, willona tidak sadar kalau Devin lewat di samping nya.
"Ayah, buka dulu pintunya"
"Bentar bang. Kenapa? "
"Adek mau chiki, tapi di lemari Devin gak ada"
"Nah terus? Kok bilang sama ayah? "
"Ya minta uang, Devin mau beli snack nya"
"Ayah gak punya dolar, pake uang kamu dulu"
"Bohong, ayah bohong kan? Ayo dong minta uang, untuk adek bukan Devin"
__ADS_1
"Iya iya, bentar. Jangan masuk, banyak debu"
"Cepetan"
Tak lama kemudian Farrel muncul lagi di hadapan Devin dengan memberikan dompet nya. Tenang di dompet itu hanya ada uang cash, tidak ada kartu kredit sama sekali.
"Kalo mau ajak adek nya jangan pake motor"
"Iya ayah"
Devin pun turun ke bawah menghampiri willona yang sedang menonton televisi.
"Ona mau ikut abang gak? "
"Eung? Abang mau kemana"
"Mau ke supermarket, ikut gak? "
"Ikuuut, ona mau ikut. Sebentar ya"
Willona pun berlari ke arah tangga lalu menaiki tangga itu, dia berlari ke arah kamar nya yang tadi lalu mengetuk pintu nya.
"PAPA PAPA PAPA"
Farrel membuka pintu kamarnya, lalu melihat ke bawah ternyata itu willona, dia mengangkat tubuh mungil gadis itu.
"Apa ona, mau apa hm? "
"Ona mau ikut abang ke supermarket, ona minta uang"
"Mau berapa? "
"Eung? Gak tau"
"Itu, nanti pulangin ke papa lagi ya"
"Terima kasih papa"
"Cium papa dulu"
Willona mendekat kan wajah nya ke pipi sang papa, lalu di cium nya ke dua pipi Farrel.
"Udah sana pergi, abang udah nunggu, papa mau lanjut beresin ini, biar nanti ona gak sakit"
"Okey papa, bye bye"
Willona turun kebawah menghampiri Devin yang sedang duduk di sofa sembari memainkan handphone nya.
"Abang ayo kita pergi"
"Udah selesai? "
"Udah, tadi papa kasih ini ke ona"
Willona menunjukkan kartu kredit yang di pegang olehnya kepada Devin, Devin yang melihat itu kaget bukan main, karena tadi dirinya hanya di kasih uang cash, sedangkan willona dikasih kredit card.
"Sini abang yang pegang, nanti hilang"
Willona pun memberikan kartu tersebut ke Devin, lalu dia merentang kan tangan nya meminta untuk di gendong, Devin yang peka pun langsung menggendong adek sepupu nya tersebut.
Lalu Devin berjalan ke garasi, menghidupkan mobil miliknya, lalu membuka pintu dan masuk ke dalam mobil tersebut, willona di taruh nya di kursi samping pengemudi.
Mulai menjalan kan mobilnya, saat di perjalanan willona tak henti hentinya mengucapkan kata 'wow' karena dia kagum dengan jalanan di sini yang tampak sangat beda dengan di Indonesia.
__ADS_1
Sampai di supermarket willona langsung turun dari mobil tanpa menunggu Devin keluar, Devin yang melihat willona sudah keluar duluan pun langsung buru buru memarkirkan mobil nya dan mematikan nya.
Lalu dia mengejar willona, dan masuk ke dalam supermarket tersebut, ternyata willona sudah berdiri di depan rak mainan yang ada di sana, Devin yang mengetahui hal tersebut pun langsung mengajak willona membeli yang lain dulu.
Mereka pergi ke rak bahan makanan, lalu ke rak makanan ringan, ke kulkas minuman, baru mengantar willona ke rak mainan.
"Ona pilih aja mau yang mana"
"Gak mau, mainan yang disini ona udah punya semua"
Devin yang mendengar hal tersebut kaget, bagaimana bisa anak umur segini mainan nya sudah lengkap bahkan salah satu mainan yang ada di sini tidak ada di Indonesia.
Ah Devin jadi bingung isi kamar anak ini, apakah penuh dengan mainan semua? Atau punya ruangan sendiri?
"Beneran gak mau? Kalo gak mau kita bayar udah itu kita pulang"
"Gak mau, udah ona coba semua"
Devin hanya mengangguk lalu menggendong willona dan berjalan ke arah kasih, membayar belanjaan nya, lalu berjalan keluar dari supermarket, menuju parkiran dan mencari mobil yang mereka kendarai tadi.
Devin meletakkan belanjaan nya di tempat duduk belakang, lalu meletakkan willona di tempat semula, Devin berjalan ke arah tempat duduk pengemudi lalu dia membuka pintu nya dan duduk di sana.
Menghidupkan mobilnya lalu mulai menjalan kan mobil tersebut, di perjalanan Devin meminta willona untuk menyuapi nya dengan snack yang sedang willona makan, willona pun menyuapi Devin.
Sampai di rumah willona langsung turun sambil menenteng jajanan nya, sedangkan Devin membawa kantong belanjaan tersebut ke dalam.
"PAPA ONA PULAANG"
"Eh udah pulang? Tadi beli apa aja hm? "
"Beli snack, beli minum, beli daging, beli sayur"
"Kartu papa mana? Kok ona gak beli mainan? "
"Ada sama abang, mainan nya ona sudah punya semua"
Farrel yang mendengar kalo willona berkata mainan yanga da di toko tersebut sudah ia miliki pun tertawa. Lalu Devin masuk dengan menenteng banyak kantong belanjaan.
"Sebanyak apasih ayah beliin mainan adek, sampe gak mau lagi dia tadi"
"Banyak banget, sampe ada ruangan nya sendiri. Kenapa bang? Abang mau juga? "
"Abang mau motor yang baru keluar itu loh"
"Gak usah, ayah gak ada uang, kartu ayah mana? "
"Duda pelit, nih kartu nya"
"Udah sana kamu bikin makan, ayah udah lapar"
"Yee, ona mau bantu abang? "
"Mau, ona mau, ayo kita masak"
"Ayooo"
Devin dan willona pun berjalan ke arah dapur lalu Devin meletakkan willona di kursi meja makan, memberi willona yogurt, satu wadah, sendok, dan buah buahan.
"Ona masak aja yang ini ya, abang masak yang lain"
Willona hanya mengangguk, lalu Devin mulai memasak makanan yang akan mereka makan nanti.
⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆
__ADS_1