
Sore ini pukul 15:28 willona, Edward, dan Ananta sedang pergi menuju taman. Mereka akan makan disana, lalu menemani willona bermain, setelah itu pulang.
Saat sampai di sana Edward langsung mencari tempat yang cocok untuk mereka menggelar karpet nya, di sini juga banyak keluarga yang berkumpul.
Ananta menata makanannya, Edward membawa willona melihat bunga di sekeliling. Setelah menata semuanya, Ananta memanggil Edward untuk membawa willona kembali ke sini.
"Ini ona buah nya, makan yang banyak ya sayaang"
"Iya oma, terima kasih"
"Sama sama"
"Opa aaaa"
Edward yang melihat itu, membuka mulut nya, lalu masuklah satu potongan apel ada di mulutnya, dia menerima suapan willona dengan baik.
"Oma juga mau ona suapin? "
"Tidak usah, ona mau susu? Oma buatin kalo mau"
"Heem, ona mau"
Ananta mulai menaruh 3 sendok bubuk susu itu di gelas, lalu menuang air panas sedikit, mengaduk nya, lalu di tuang nya air biasa, setelah itu dia berikan susu itu kepada willona.
"Opa ada yang kasih makan burung"
"Iya ya, ona mau kasih makan burung juga? "
"Iya ona mau kasih makan burung juga opa"
"Ayo kita kesana"
"Oma ayo ikut"
"Oma di sini saja, kalian pergi lah"
Edward dan willona lagsung pergi ke dekat air mancur, di sana ada bapak tua yang sedang memberikan makan burung, bapak tua itu melihat ke arah willona, lalu tersenyum, dia menyerah willona mendekat.
Edward membawa willona mendekat ke arah pak tua itu, lalu pak tua itu memberikan segenggam makanan burung ke tangan willona.
"Berikan lah ke burung nya"
Willona pun melempar makanan burung itu, ke tanah, lalu para burung langsung datang untuk memakan makan nya.
"Hihi, Terima kasih kakek"
Willona memberikan senyum manis nya ke pak tua itu, lalu willona melemparkan semua makanan burung yang tersisa di genggaman tangannya.
Saat willona sedang memberikan makanan burung yang tersisa di tangannya, Edward memfotokan willona. Setelah memberikan makanan burung, Edward tersenyum kepada pak tua itu, lalu dia membawa willona kembali ke tempat awal.
"Omaa tadi ona beri makan burung"
__ADS_1
"Iya, burung nya gak nakal sama ona kan?"
"Nggak, burung nya suka sama ona"
"Ona kita main di sana mau? "
Willona yang mendengar perkataan Edward pun menoleh ke arah yang Edward tunjuk, di sana banyak mainan anak anak, seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, dan lain lain.
"Ayo opa, ona mau ke sana"
"Sayang beresin aja ya, taro di mobil, kita temenin willona ke sana habis itu kita pulang"
Ananta hanya mengangguk, lalu dia mulai membereskan makanan, Edward menggulung karpet nya, lalu Edward membawa nya ke mobil, sedangkan ananta pergi menemani willona bermain.
"Ona mau main yang mana dulu? "
"Yang itu oma"
Willona menunjuk ke arah ayunan, Ananta yang melihat itu, mengantar kan willona pergi ke arah ayunan, lalu di letakkan nya willona duduk di ayunan itu, lalu Ananta mulai mendorong ayunan itu perlahan lahan.
Edward sudah selesai menaruh barang barang mereka di dalam mobil, dia pun ikut menyusul willona dan Ananta ke tempat bermain anak anak, di sana dia melihat kalau Ananta tengah mendorong ayunan yang di duduki oleh willona.
Edward yang melihat itu tersenyum kecil, lalu dia mengambil handphone nya, dan memfoto kan istri dan cucu nya.
Setelah itu, Edward duduk di kursi yang ada di dekat sana, dia memperhatikan willona dan ananta dari jauh.
Tak terasa kalau kini sudah pukul 17:24. Edward memanggil istri dan cucu nya untuk pulang, supaya willona tidak terlalu capek, nanti malam mereka akan pergi mencari makanan ringan di luar.
Edward dan ananta berusaha membujuk willona supaya mereka pulang, tapi ternyata tidak mudah untuk membujuk anak ini, dia sudah terlalu asik bermain dengan mainan nya sendiri.
"Nanti opa beliin ona mainan yang baru deh, mau gak? "
"Nanti oma buatin makanan yang ona mau, biar makan sama boneka ona"
"Kita pulang ya, ini udah hampir malam, anak kecil gak baik malam malam di luar"
"Eung? Kenapa opa? "
"Nanti di culik, kita pulang ya"
"Iiih, ona gak mau di culik lagi, sakit, ayo opa kita pulang"
Edward dan Ananta yang mendengar kata 'lagi' dan 'sakit' pun terheran, emang willona pernah di culik? Tapi kapan?
Mungkin nanti Edward akan mencari tau nya sendiri akhirnya mereka bertiga pulang ke mansion dengan tenang, di jalan pun suasana tampak hangat.
Willona selalu bertanya hal hal yang tidak di ketahui nya, Ananta dan Edward pun menjawab sebisa mungkin. Karena pertanyaan willona sangat random.
Tak terasa mereka sudah ada di halaman mansion, Ananta langsung membawa willona ke dalam, sedangkan Edward menyuruh anak buah nya menaruh mobil di bagasi, dan membawa barang mereka kedalam.
Edward berjalan masuk ke dalam mansion, dan naik ke lantai 3 di mana ruangan pribadi nya ada di sana, dia menelfon Farrel untuk menanyai perihal tadi.
__ADS_1
"........... "
"Apakah willona pernah di culik willy? "
"........... "
"Kau ini bagaimana, masa tidak mencari latar belakang nya dahulu"
"............ "
"Ah sudah lah, kau tidak becus, nanti papa akan suruh anak buah papa yang mencari nya"
".......... "
"Kau jangan lupa istirahat, jangan di paksakan, willona bilang dia ingin satu pulau"
".......... "
"Haha, papa hanya bercanda, cepat selesai kan perkerjaan mu, willona dari tadi hanya murung saja"
"........... "
"Iya, jangan lupa makan, supaya willona tidak kaget lihat papa nya"
"......."
Setelah menelfon anak nya, Edward pergi ke kamarnya, di sana dia melihat kalau willona sedang menonton televisi sambil memakan cookies yang di buat oleh istri nya.
"Ona, oma ada dimana? "
"Oma sedang mandi opa"
"Ooh gitu, ona tidak mau mandi lagi? "
"Kata oma, ona tidak usah mandi, ona di lap lap saja, lalu ganti pakaian nya"
Edward hanya mengangguk, lalu dia berjalan ke arah walk in closet untuk mengganti pakaian nya, setelah itu dia pergi keruang kerja yang ada di kamar nya.
"Ona, sini ganti baju nya dulu, habis itu nonton lagi"
"Iya omaa"
Willona langsung turun dari sofa, lalu pergi ke dekat ranjang di mana Ananta sedang menyiapkan perlengkapan willona.
Sesudah menggantikan pakaian willona, Ananta turun ke bawah untuk membuat kan kopi untuk suami nya, sesudah membuat kopi Ananta mengantar kan gelas yang berisi air kopi itu ke ruang kerja suami nya.
Saat masuk ke dalam kamar Ananta melihat kalau willona sudah tidur dengan air liur yang mengalir di rahang nya.
Ananta hanya terkekeh lalu mengelap air liur itu menggunakan tisu basah, setelah nya dia meletakkan willona di kasur, supaya tidur nya lebih nyenyak.
⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆
__ADS_1