Willona Sang Anak Adopsi

Willona Sang Anak Adopsi
Episode 18


__ADS_3

pukul 21:52 devin sudah sampai di mansion, devin memasuk kan mobil nya ke garasi, lalu di matikan nya mobil tersebut, lalu dia menggendong willona, dan di bawa nya willona keluar dari mobil tersebut.


devin berjalan meninggal kan garasi sembari menggendong willona, saat ingin memasuki lift ada suara lelaki paruh baya yang memanggil devin, devin pun menoleh, ternyata itu ayah nya.


"kenapa yah"


"dari mana kamu? bawa adek kok gak izin sama ayah?"


"dari mall, terus kita pergi jajan"


"jajan apa? kamu gak beliin dia sembarangan kan?"


"nggak ayah, udah ah, devin mau tidur sama adek, bye byeee"


devin pun meninggal kan ayah nya sendiri di lantai dasar, farrel pun hanya bisa menggelengkan kepala nya, lalu farrel berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi, tugas nya benar benar menumpuk.


sampai di kamar nya devin langsung meletakkan willona di kasur king size nya, lalu devin melepas kan sepatu yang di kenakan oleh willona setelah itu devin keluar dari kamar nya, lalu berjalan menuju kamar sang ayah, dia ingin mengambil baju tidur willona.


sampai di kamar sang ayah devin langsung mauk ke walk in closet, lalu membuka salah satu lemari yang berwarna pink, dia memilih baju tidur pendek saja, supaya tidak terlalu panas. setelah itu dia keluar lagi dari kamar sang ayah, tapi saat ingin membuka pintu dia melihat ayah nya sudah berada di depan pintu kamar.


"eh ayah, dev kaget"


"bawa adek mu ke sini ya, udah dua hari ayah gak ketemu dia"


"ishh, dev gantiin baju adek dulu, nanti dev bawa"


farrel pun hanya mengangguk lalu dia menyuruh devin untuk segera pergi dari kamar nya, devin pun menuruti hal tersebut. devin kembali ke kamar nya, sebelum mengganti pakaian willona devin sudah mengelap tubuh willona dengan tisu basah, setelah itu devin mulai mengganti kan pakai willona dengan baju tidur yang dia bawa, lalu di angkat nya badan mungil willona, dan di bawa nya ke kamar sang ayah.


sampai di kamar sang ayah, devin sama sekali tidak melihat ayah nya di sana, tapi devin mendengar suara keran menyala di kamar mandi. devin pun meletakkan tubuh willona di kasur king size milik ayah nya, setelah itu devin pun berbaring di samping willona, devin pun mulai memejam kan matanya lalu dia pergi menyusul willona ke alam mimpi.


suara pintu terbuka terdengar di ruangan tersebut, farrel keluar dari kamar mandi dengan stelan piyama yang mirip dengan willona, dia melihat ke kasur ternyata devin tidur di sini juga, farrel pun membiarkan hal tersebut.


farrel berjalan ke kasur nya, lalu dia naik ke sana, setelah itu dia mengambil willona dan di dekat kan nya willona ke diri nya, setelah itu farrel menarik selimut, lalu menyelimuti tubuh mereka bertiga, farrel mematikan lampu, setelah itu dia pun ikut tertidur sambil memeluk willona.


.


.


.


ke esokan pagi nya, willona sudah anteng duduk di depan tv sambil memakan sereal nya, dia mengenakan baju yang di beli oleh devin kemarin. tiba tiba farrel datang dan duduk di samping willona.


"ona mau ikut papa gak?"


"kemana? kalo ke kantor ona gak mau, masa ona main nya sama barbie mulu"


"ya ke kantor lah, tapi nanti ona ada temen loh"


"beneran? ona mau ikut kalo gitu"

__ADS_1


"ayo, pake sepatu nya dulu"


farrel pun menggendong tubuh willona lalu di bawa ke kamar, untuk mengambil sepatu, sampai di kamar, willona memilih sepatu berwarna pink putih. setelah itu mereka turun lagi, lalu berjalan ke garasi.


saat di perjalanan willona baru inget kalodia ingen memberi tau suatu hal kepada papa nya.


"papa"


"apa?"


"ona mau sekolah"


"iya nanti papa panggil guru nya ke rumah"


"bukan gitu, ona mau sekolah, mau punya temen"


"gak boleh, ona homeschool aja"


"ona gak mau"


farrel pun hanya menyueki willona supaya anak itu diam, tak terasa ternyata mobil mereka sudah sampai di area perkantoran, farrel memarkir kan mobil nya lalu menggendong willona, setelah itu dia turun dari mobil. willona meminta tuurn kepada farrel karena anak itu tengah merajuk kepada papa nya, dia sama sekali tidak memegang tangan farrel.


farrel pun berniat mengrjai anak tersebut, dengan cara mepercepat jalan nya, tapi farrel merasa kalau willona sama sekali tidak berteriak memanggil diri nya, ternyata anak itu meminta bantuan kepada salah satu pegawai kantor nya untuk mengantar dirinya keruangan sang papa.


farrel segera menghampiri willona lalu dia mengangkat badan mungil tersebut, lalu berterimah kasih kepada pegawai nya, willona yang masih merajuk kepada sang papa pun segera memukul bahu sang papa agar dirinya di turun kan, tapi farrel menulikan pendengaran nya.


"haloo, nama kamu siapa? nama aku ona"


anak lelaki tadi hanya mendiami willona, willona yang merasa marah pun langsung menarik mainan milik nya yang di pakai oleh anak lelaki tersebut.


"itu punya ona, kamu belum izin jadi gak boleh pake"


anak lelaki tadi langsung menarik kembali mobil mobilan tersebut di tangan willona setelah itu mendorong willona, willona yang tambah marah bangkit lagi, dia pun mendorong balik anak lelaki tersebut, setelah itu dia mencubit lengan nya, dan dia tarik lagi mainan milik nya, anak lelaki tadi mendorong willona lebih kuat sampai terbentur ke dinding kaca.


"HUWAAA PAPA DIA DORONG ONA"


willona pun keluar dari ruangan kaca tersebut, lalu menghampiri farrel yang sedang berbicara dengan klien nya, farrel dan lelaki yang menjadi klien nya tersebut pun menoleh ke arah willona.


"ona kenapa sayang? kok nangis"


"dia dorong ona, punggung ona sakit papa"


lelaki yang menjadi klien farrel pun langsung menghampiri anak lelaki nya.


"alzarick. papa gak pernah ngajarin kamu buat kasar sama perempuan, kenapa dorong dia kaayk gitu"


"she's naughty"


"kamu yang nakal atau dia yang nakal"

__ADS_1


"she, not me"


"ayo keluar minta maaf, kamu udah dorong dia kan?"


"yes"


klien farrel pun membawa anak nya keluar dari ruangan kaca tersebut, lalu dia duduk di depan farrel yang sedang menenang kan willona sambil mengusap punggung gadis kecil nya.


"minta maaf sekarang"


anak lelaki tadi atau alzarick pun menghampiri willona lalu mengulur kan tangan nya.


"aku minta maaf, udah dorong kamu, terus aku minjam mainan kamu tanpa izin, terrus tadi aku juga cuekin kamu"


willona yang duduk di pangkuan farrel sambil menghadap ke dada farrel pun menoleh kebelakang saat mendengar suara anak lelaki tadi.


"ona gak mau maafin kamu, kamu nakal, udah bikin punggung ona sakit"


"i'm sorry!, aku minta maaf nya tulus tapi kamu kayak gini, jadi nyesel aku buat say sorry for you"


willona turun dari pangkuan farrel, lalu dia berdiri di hadapan alzarick.


"xixi, ayo kita pergi ke taman saja, tadi ona liat ada permen kapas, kamu beliin itu aja ya untuk ona"


alzarick pun menoleh ke ayah nya dengan raut bertanya.


"udah pergi aja, ini uang nya, hat hati ya"


alzarick yang sudah mendapat izin dari sang ayah pun menghampiri farrel.


"uncle, ona nya Al bawa dulu ya"


farrel hanya mengangguk lalu memberikan 4 lembar uang berwarna merah kepada Alzarick. setelah itu dia mengahmpiri willona lalu menggemgam tangan gadis kecil tersebut lalu di bawa nya keluar ruangan.


.


.


.


.


.


.


.


HALOOOO, AKU LAGI KESEL JADI EMOSI NYA AKU LUAPIN KE SINI, YANG TADINYA AKU MAU BIKIN SUPAYA ONA DAN AL TEMENAN MALAH JADI BERANTEM. SORRY YAA.

__ADS_1


__ADS_2