Willona Sang Anak Adopsi

Willona Sang Anak Adopsi
Episode 13


__ADS_3

Malam ini hanya ada willona dan Devin di rumah, Farrel sedang pergi ke acara klien nya yang ada di sini, jadinya malam ini hanya ada mereka berdua.


Willona menemani Devin menonton film horror, mereka duduk di sofa dengan selimut yang membungkus tubuh mereka berdua, lalu ada keripik kentang dia pangkuan mereka.


Saat sedang asik menonton film tiba tiba


ARGHHH/AAAAAAA


Yup benar ada jumpscare, keripik kentang yang ada di pangkuan mereka pun terjatuh ke lantai, lalu Devin merasakan kalau paha nya basah.


"Ona ngompol? "


"Iyaa, ona mau pipis tapi takut"


Devin pun langsung membawa willona ke kamar mandi, lalu menelfon Farrel.


"Ayah ona ngompol"


"Ya di bersihin Devin"


"Devin gak berani"


"Udah gak papa, jangan kamu aneh aneh tapi"


"Iya iya"


Devin pun mulai membersihkan badan willona, lalu membawa anak kecil itu ke kamar nya, lalu meletakkan willona dia atas kasur, Devin pun menelfon Farrel lagi.


"Halo yah, ini ona nya gimana? Udah devin bersihin"


"Pakein dulu minyak telon di badannya, udah itu baru pakein bajunya"


Devin pun hanya mengangguk lalu bertanya kepada willona diamana perlengkapan nya berada.


"Ona, perlengkapan ona di mana? "


"Perlengkapan apa abang? "


"Perlengkapan sudah mandi"


"Ona gak tau, tapi tadi papa taro di lemari"


"Lemari yang mana? "


"Yang coklat"


Devin pun berjalan ke arah lemari coklat, lalu dia melihat ada beberapa tumpuk baju willona, dan ada 5 baju yang di gantung, dan ada 3 tas kecil di sana.


"Yang mana ona? Gak ada di sini"


"Di tas frozen"


Devin pun mengambil tas bermotif frozen tersebut, lalu mengambil minyak telon, di bukanya tutup botol minyak telon tersebut, lalu di tuangkan ke tangan nya, dan di usapkan nya ke badan willona.


Setelah itu Devin langsung memakai kan willona baju, sesudah memakai kan willona baju, Devin membiarkan willona di kamar dulu, sementara Devin membereskan ruang tv.

__ADS_1


Setelah membereskan ruang tv, Devin kembali lagi ke kamar willona dengan membawa satu botol susu. Sampai di kamar Devin melihat kalau willona sedang menikmati kartun yang dia tonton.


"Ona mau tidur di sini? Atau sama abang? "


"Di sini aja, ona mau nunggu papa"


"Yaudah, kita tidur ya"


"Iyaa, susu ona mana? "


Devin memberikan botol susu yang di pegang nya ke pada willona, lalu di terima baik dengan willona, dia menemani willona tertidur hingga lelap.


Tak menunggu waktu lama dengkuran halus mulai terdengar oleh Devin, Devin menyelimuti willona, lalu mematikan lampu kamar, menghidupkan lampu tidur dan lagu penenang, setelah itu Devin keluar dari kamar.


⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆


"DUARR"


Tok


Tok


Tok


'Ceklek'


"HUWAAA ABANG ADA PETIRR"


Devin yang baru bangun pun kaget dengan teriakan willona, dia langsung mengangguk tubuh mungil tersebut, lalu di bawanya masuk ke dalam kamar nya.


Suara devin yang habis bangun tidur terlihat menyeramkan di telinga willona, karena seperti monster.


"Hiks, papa kok be-lum hiks pulang? "


"Emang papa belum pulang? "


"Belum, dia gak ada di kamar"


"Yaudah ona bobo sama abang aja"


Devin pun langsung membaringkan willona di sebelah nya, lalu devin mematikan lampu, dan menghidupkan lampu tidur, dia mengelus punggung willona pelan, supaya anak itu tidur nyenyak.


Devin bingung kenapa ayah nya belum pulang jam segini? Devin menoleh ke arah nakas, lalu melihat jam digital nya, ternyata kini sudah pukul 00:05, wow berarti tadi willona berlari kekamar nya tepat tengah malam.


Setelah merasa kalau willona sudah tidur, Devin memutuskan untuk pergi ke bawah mencari sesuatu untuk dia makan.


Sampai di bawah dia melihat seorang laki laki tengah duduk di sofa ruang tv sambil menatap ke laptopnya, Devin pun me nyamperin lelaki tersebut.


"Ternyata ayaah"


"Kenapa Dev? Butuh sesuatu? "


Tanya Farrel dengan mata yang masih fokus ke pada laptopnya.


"Ayah gak dengar adek teriak tadi? "

__ADS_1


Farrel langsung memalingkan wajahnya ke arah Devin.


"Kapan? Ayah tau nya tadi adek tuh udah tidur"


"Iya loh, adek tadi teriak pas ada petir"


"Kok ayah gak denger ya? Apa pas ayah ke toilet tadi? "


"Ya mana Devin tau"


"Kamu kenapa gak tidur? Udah malam kini"


"Dev laper yah, masakin dong"


"Hahaha, ayah pikir bakal berubah kalo ada adek, ternyata masih sama ya manja nya, mau makan apa? "


"Dev mau nasgor, udah lama gak makan"


"Yaudah tunggu di sini, biar ayah buatin"


"Makasih ayaaah"


Farrel pun berjalan ke arah dapur lalu mulai menyiapkan semua bahan bahan nya, setelah itu Farrel mulai memasak nya. Tak lama kemudian masakan tersebut sudah jadi.


"Dev ini makanan nya"


Tak ada satuan sama sekali, Farrel pun mencoba melihat ke ruang tv, ternyata Devin sudah tidur dengan posisi duduk dan tv yang menyala.


"Udah tidur ternyata"


Farrel pun membangun kan Devin supaya anak nya itu pindah ke kamar, kar


"Dev bangun Dev, pindah ke kamar aja, di sini dingin"


Devin yang merasa tidur nya terganggu pun terbangun, lalu melihat kalau ayah nya sedang memegang pipi nya.


"Hm, kenapa ya? Nasgor nya udah jadi? Mana? Dev laper"


"Itu di belakang, mau ayah bawain?"


Devin pun mengangguk, lalu Farrel pergi ke dapur dan mengambil nasi goreng yang tadi sudah dia tuangkan di piring.


Farrel pun berjalan lagi ke arah ruang tv sambil membawa piring nasi goreng dan satu gelas air putih, lalu dia berikan ke devin dan langsung di lahap dengan pelan, mungkin karena dia habis bangun tidur.


Setelah makan, devin duduk sebentar di sofa. Saat hampir tertidur lagi Farrel menyuruh devin kembali ke kamar, supaya tidur nya lebih nyaman dan tidak kedinginan.


Devin pun menurut lalu dia naik ke atas dan masuk ke dalam kamar nya, di rebahan di ranjang lalu memeluk willona karena badan nya hangat, mungkin karena dia berada di dalam selimut.


"Ona nanti tinggal sama abang aja ya, jangan ikut sama ayah, abang gak ada temen nya di sini"


Setelah mengucal kan kata tersebut Devin langsung memejam kan mata nya dan menyusul willona ke alam bawah sadar.


Ntah willona sadar atau tidak, tapi dia membalas ucapan Devin dengan anggukan kepala lalu dia tertidur menghadap ke arah Devin.


⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆

__ADS_1


__ADS_2