
[
Judul karya : INDIGO S1
sinopsi : Jasmin selalu memandang manusia lebih menakutkan dibandingkan roh-roh gentayangan. Mengapa? Karena ia sudah menyaksikan sendiri apa yang sudah manusia lakukan pada manusia lain. Karena ambisi manusia dapat saling melukai bahkan saling membunuh. Menyeramkan sekali. Jasmin ditakdirkan memiliki kemampuan khusus untuk menyaksikan semuanya. Membantu yang mati adalah kesehariannya. Tetapi ia tak segila orang-orang kebanyakan karena Jasmin dapat mengendalikan kemampuannya. --- cerita ini udah ada sejak tahun 2015. yang pernah baca pasti tau, gimana isi ceritanya. emang cerita ini sering aku rombak ulang, dari plot, latar, dan nama castnya. sampai akhirnya fix, yang ini. semoga kalian menikmati❤️
Rilis pada tanggal 09 januari 2023
...****************...
prolog
Aku tidak mengerti mengapa Tuhan memberikan kemampuan ini padaku. Terasa seperti kutukan untukku, tetapi aku harus terbiasa. Penglihatan ini terkadang membuatku merasa terganggu karena beberapa dari mereka menampakkan wajah yang menyeramkan.
Ah! Tidak hanya penglihatan, kalian pernah mendengar Psikometri? Bukan pengukuran psikologis. Coba kalian cari tahu dalam konteks 'Anak Indigo'.
Benar ... aku dapat melihat sesuatu yang lalu dari sebuah objek. Yang mengejutkan lagi, itu bisa terjadi ketika aku memegang telapak tangan seseorang pula.
Kemampuan ini sangat mengusikku, sungguh mengganggu. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kemampuan ini terasa bagaikan anugerah untukku. Akupun pada akhirnya tahu, bahwa manusia jahat ada dimana-mana. Sangat menyenangkan menggunakan kemampuan ini hanya untuk membantu 'yang tak terlihat'. Lagi pula, mereka terkadang cukup membantu. Jasmin membatin.
Langit mengabu, pertanda hujan akan segera turun. Suara petir menyambar terdengar jelas di telinga gadis berparas blasteran yang tengah berada di taman sekolahnya.
Angin bertiup menerbangkan rambut panjang berwarna cokelat karamel miliknya. Kepalanya mendongak menatap langit. Netra hazel-nya menyorot langit dengan senyum yang terpahat indah di wajahnya. Gadis itu menutup buku bergenre horor yang sejaktadi ia baca.
Gadis itu bangkit dari kursi taman. Seragam sekolah berwarna marunnya, memberi kesan pucat pada kulit cool undertone-nya. Tertulis "Jasmin de Althea" di nametag yang terpasang di dada sebelah kirinya. Matanya menyorot roh yang sedang menghirup bunga melati tak jauh dari tempatnya berdiri.
Arwah tersebut mengenakan seragam berlogo sekolah yang sama dengannya, namun terlihat lebih kuno dari yang Jasmin kenakan. Sudut bibir Jasmin terangkat. Perlahan kakinya melangkah mendekati roh berambut jenis bob tersebut.
"Hey, kamu lagi apa?" tanya Jasmin.
Arwah tersebut menengok ke sembarang arah. Ia terheran-heran dengan siapa Jasmin berbicara.
"Aku ngomong sama kamu," celetuk Jasmin.
__ADS_1
Roh tersebut menutup mulutnya yang sempat ternganga. "Kamu bisa ngelihat aku?"
Jasmin tersenyum pada arwah siswi tersebut lalu mengangguk menanggapi pertanyaannya.
"Kamu kenapa ada di sini?" Jasmin bertanya.
Arwah tersebut menggeleng. "Aku nggak mau cerita sama kamu."
Jasmin mengangguk mengerti, lalu menjulurkan tangannya. "Aku Jasmin."
Arwah tersebut menatap uluran tangan Jasmin, ia tak berniat membalas uluran tangan Jasmin. Ia menjawab, "Aku Zee."
Tanpa Jasmin sadari, orang-orang di sekelilingnya ketakutan. Mereka memilih menjauhi Jasmin. Banyak hal tak masuk akal bagi manusia biasa, yang membuat Jasmin dianggap berbeda atau aneh.
Jasmin seharusnya masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, karena banyak keluhan yang Jasmin dapatkan dari orangtua murid. Orangtua Jasmin memutuskan agar anaknya naik dua tahun lebih awal. Mereka meminta Jasmin untuk menjalankan kenaikan kelas lebih awal.
Jasmin memiliki orangtua yang kaya dan ia memiliki kemampuan Eidetic Memory. Ia dapat membuktikan kepintarannya hanya dalam waktu 1 bulan belajar ujian kenaikan kelas 6 menuju tingkat lanjut atau Sekolah Menengah Pertama.
Jasmin pun dipindahkan ke sekolah untuk anak-anak yang juga lulus lebih awal. Di sana ia mendapatkan seorang teman. Akan tetapi anak tersebut hanya berpura-pura berteman dengan Jasmin, karena Jasmin sudah merebut peringkatnya di kelas.
Melodi pun mengatakan pada murid sekolah bahwa Jasmin dapat melihat masa lalu dengan cara menyentuh telapak tangan seseorang. Gadis itu menghasut teman-temannya agar menjauhi Jasmin, atau mengajukan keluhan karena tidak nyaman berada di sekitar Jasmin.
Tiba hari di mana orangtua murid berbondong-bondong datang untuk mengusir Jasmin.
Jasmin berjalan menuju belakang sekolah. Untuk pertamakalinya, ia bolos jam pelajaran kedua. Gadis itu tidak ingin berada di dalam kelasnya. Semua orang seolah-olah sedang membicarakannya.
"Sarah beberapa bulan ke depan aku bakalan belajar di tempat berbeda untuk ujian kenaikan tingkat." Jasmin menjelaskan dengan raut wajah yang sedih.
Sarah mengerut dahi. "Kenapa? Kamu 'kan masih kelas satu, emang bisa naik kelas lebih awal?"
Jasmin mengangguk, lalu berkata, "Bisa, aku udah pernah ngelakuin hal itu. Kepala sekolah nyuruh aku pindah, tapi aku minta izin dengan beliau untuk ngelaksain ujian tingkat selanjutnya."
Gadis transparan tersebut duduk di sebelah Jasmin. "Kamu kelihatan sedih banget."
Jasmin menghela napas berat, ia berkata, "Mereka nganggap aku aneh, atau mungkin gila."
__ADS_1
Sarah tersenyum, ia menyorot bangku yang sudah reyok. "Jangan bilang gitu, kamu nggak aneh. Kamu itu spesial."
Jasmin tersenyum. Ia menyorot netra tembus pandang Sarah lalu berkata, "Selama aku hidup aku ngerasa manusia lebih nyeremin dibandingin kalian. Ambisi dan keserakahan ngebuat manusia lupa, kalau kematian lagi nunggu mereka."
Sarah menatap Jasmin lalu mengangguk. "Aku kayak gini juga karena ulah manusia, tapi manusia takut sama aku."
Jasmin tersenyum pada Sarah. "Wajah kalian serem sih ... kamu bakalan kesepian nggak ada aku. "
Sarah mengangguk. "Aku harap kamu bahagia di sekolah barumu."
⚫🎑⚫
Satu semester Jasmin belajar secara terpisah dan melakukan ujian tingkat lanjut yaitu Sekolah Menengah Pertama, setelahnya Jasmin meminta untuk naik kelas 2 SMA. Gadis itu sengaja mengejar sepupunya Kaisar Saguna Fathee. Baginya Kaisar adalah abang tersayangnya sekaligus malaikat pelindungnya.
Jasmin memilih untuk bersekolah di sekolah tantenya karena jalur masuk yang mudah. Kaisar tak mengetahui kepindahan Jasmin. Gadis itu berniat menyembunyikannya dari sepupunya tersebut.
Hari pertama kepindahan Jasmin pun tiba. Jasmin berjalan di lorong sekolah. Kakinya melangkah mengikuti wali kelasnya yang ia sapa Bu Hani. Kedua sudut bibirnya terangkat. Suasana hatinya sangat bagus hari ini. Jasmin sudah lama tak bertemu dengan Kaisar. Ia sangat merindukan sepupu yang berumur terpaut 4 tahun darinya itu.
Entah sejak kapan, ada arwah yang mengekori Jasmin. Gadis itu sepakat untuk membantu arwah yang mengikutinya sekarang. Arwah tersebut memakai seragam yang sama dengan Jasmin.
Mereka bertemu di pohon yang tak jauh dari gerbang sekolah. Seluruh tubuh arwah ini sangat bersih. Tak ada sedikit pun darah yang keluar dari tubuhnya, atau bopeng tanda ia habis dibunuh. Akan tetapi auranya sangat merah, menandakan ia adalah korban pembunuhan.
Ketika Jasmin masuk ke dalam kelas barunya. Arwah tersebut berubah menjadi noir seolah ia tak ingin menampakkan wujud aslinya. Jasmin berdiri di depan kelas, ia tersenyum di hadapan teman-teman barunya. Netranya mengedar ke seluruh ruangan, ia belum sempat memperkenalkan diri. Namun pemuda yang berada di pojok belakang kanan kelas, sudah menyorot dirinya dengan tajam. Seperti membenci Jasmin.
Lelaki tersebut bernama Sehun Adkhan Qisthan. Sorotnya tajam, tetapi Jasmin tak terlalu peduli dengan tatapannya tersebut.
...****************...
Pemberitahuan atau informasi nya gua up disini ya, biar pas aja ada 20 episode hehehe😊.
Untuk Novel : INDIGO 1
akan rilis pada tanggal 09 januari 2023.
Jangan lupa like and Votmen ya, biar author lebih semangat dalam up nya🤗
__ADS_1
[ Pindah ke Novelah ]