
Hari ini willona akan ikut Edward pergi ke kantor nya, jadi nya hari ini willona bangun pagi lalu mandi sarapan, nonton tv sebentar dan berangkat.
Saat di perjalanan willona duduk anteng di pangkuan Edward, dia memainkan ipad milik Edward, Edward yang melihat itu hanya membiarkan saja, lagi pula willona memakai ipad nya tidak lama.
Sampai di kantor, seluruh karyawan kaget, karena mereka bingung siapa yang di gendong oleh bos mereka, setau mereka bos nya itu tidak punya anak lagi, atau cucu lagi, cucu nya pun juga sudah kuliah, apa itu cicit nya?.
Di Koridor kantor willona tersenyum kepada para karyawan, karyawan pun membalas nya dengan lembut. Edward memasuki lift khusus untuk nya, lalu menekan angka, lalu lift itu bergerak dan berhenti di lantai tempat ruangan nya berada.
Sampai di ruangan Edward, Edward meletakkan willona di ruangan transparan di sana ada kasur, meja kecil, karpet bulu, mobil mobilan, barbie, boneka, lego, dan lain lain.
"Ona yang anteng di sini ya, kalo mau makan chiki bilang sama opa okey"
Willona hanya mengangguk, lalu dia mulai memainkan mainan yang ada di sana, Edward yang melihat kalau cucunya sudah anteng di dalam pun keluar dari ruangan transparan tersebut.
Dia berjalan ke meja nya, lalu menduduki tubuh nya di kursi kebanggaan nya, mulai membuka laptop dan berkas nya bergantian.
Tak lama setelah itu, pintu ruangan Edward di ketuk, Edward menyuruh nya masuk, lalu datang lah seorang lelaki masuk keruangan Edward, dia melihat kalau ada anak kecil di ruangan transparan itu, dia berjalan mendekati Edward dan meletakkan berkas yang akan di tanda tangani boleh Edward nanti nya.
Setelah meletakkan berkas tersebut dia keluar dari ruangan Edward, dia sedikit terkekeh saat melihat willona sangat fokus dengan dunianya sendiri.
Tak terasa kini sudah masuk jam makan siang, Ananta pun sudah ada di ruangan Edward, willona juga sudah duduk di sofa yang ada di ruangan Edward.
"Ini untuk ona, ini untuk opa"
"Wiiih, udang goreng, ona sukaa"
"Makan yang banyak ya kalo suka"
Willona hanya mengangguk lalu melahap makanannya dengan semangat, Edward dan Ananta yang melihat itu terkekeh.
Setelah selesai makan siang, Ananta mengajak willona pergi ke mall untuk berbelanja keperluan willona saat pergi ke California nanti.
Saat sampai di mall, mereka bukan hanya berdua tapi dengan bodyguard pribadi willona, dan beberapa suruhan Edward.
Leon mengajak willona pergi ke Timezone dan Ananta pergi ke store shoping bersama beberapa bodyguard nya. Di Timezone pun Edward menemani willona dengan sangat ekstra, karena willona sangat lincah di sana, hingga beberapa saat willona duduk kelelahan di lantai mall yang dingin itu.
__ADS_1
"Pamaan ona ingin minuum"
"Ini nona, mau saya gendong? "
Willona menerima botol minum itu dengan tergesa-gesa, sambil minum dia mengangguk lalu merentangkan stau tangannya, leon pun mengangkat badan kecil willona ke gendongan nya.
Willona meletakkan kepalanya di bahu leon, lalu mereka berjalan melewati beberapa kumpulan para remaja, di sana banyak remaja yang terkagum kagum melihat leon.
"Paman, ona mau sama oma"
"Kita ke mobil saja bagaimana nona, kalau menunggu nyonya Ananta mungkin agak lama"
"Iya deh, kita ke mobil saja"
Leon berjalan menuju lift, masuk ke dalam lift dan menekan angka menuju ke lantai dasar. Saat sampai di lantai dasar, Leon mampir ke supermarket sebentar, untuk membeli snack willona.
Setelah membeli snack nya, Leon berjalan kearah parkiran lalu mencari mobil yang mereka gunakan tadi, membuka pintu mobilnya, lalu meletakkan willona di kursi samping pengemudi, Leon berjalan ke samping lalu masuk dan duduk di kursi pengemudi.
Membuka snack yang tadi di belinya, lalu menghidupkan lagu anak anak supaya willona duduk dengan tenang, setelah itu Leon menghidupkan ponselnya dan menelfon Ananta.
"....... "
"...... "
"Ah iya nyonya nanti saya akan antar kan lagi ke kantor tuan"
Panggilan pun di tutup sepihak, Leon mulai melajukan mobil nya mengelilingi perkotaan, willona sesekali mengikuti alunan musik sambil memakan snack nya.
"Paman, ona ingin minum"
Leon pun memberikan botol minum willona yang ada sedotan nya, dengan motif Rapunzel. Setelah minum willona meletakkan botol nya di samping dirinya lalu dia memakan snack nya lagi.
Merasa sudah cukup dengan berkeliling kota, Leon pun melajukan mobilnya ke kantor tuan nya kembali, saat sampai di kantor tuan nya, Leon melihat ke arah willona ternyata gadis kecil itu sudah tertidur.
Dia membawa willona ke ruangan tuannya, saat sampai di ruangan tuannya, ternyata di sana sedang ada tamu, jadi Edward memberi aba aba untuk meletakkan willona di kamar pribadinya, leon juga berusaha sebisa mungkin supaya wajah willona tidak terlihat oleh tamu tersebut.
__ADS_1
Leon meletakkan willona di kasur king size itu, dia menyelimuti nona kecilnya, menghidupkan lagu penenang, lalu mematikan lampu supaya tidur willona lebih nyenyak.
Saat Leon keluar ternyata tamu Edward masih berada di sana, Edward pun memberi intruksi agar menjaga willona sebentar, Leon masuk lagi ke kamar pribadi tuan nya, lalu menemani willona tidur sampai tuan besarnya memanggil nya kembali.
Tak berselang lama Leon mendengar bahwa namanya di panggil oleh Edward, dia keluar dari kamar tersebut lalu memasang wajah serius.
"Kamu tolong di sini sebentar saya ada urusan di luar kantor, sebentar lagi istri saya akan ke sini, tolong jaga willona, jangan sampai kecolongan"
"Baik tuan"
Edward yang merasa kalau cucunya aman bersama Leon pun pergi meninggalkan ruangannya, Leon hanya duduk diam di sofa, sesekali dia memainkan handphone nya.
Tidak berselang lama dia mendengar bahwa ada suara yang meminta susu, Leon masuk ke dalam kamar pribadi Edward dan melihat kalau willona sedang duduk di kasur, dengan wajah ngantuk nya.
Willona melihat kalau ada Leon di depannya pun merentang kan tangannya meminta untuk di gendong, Leon yang melihat itupun mendekati willona lalu mengangkat tubuh mungil itu.
"Pamaan ona mau susu"
Leon yang mendengar itu hanya mengangguk, lalu keluar dari kamar dan mencari tas willona yang di bawa oleh Edward tadi pagi, di dalam tas itu ada 2 botol dot, Leon mengambil salah satu nya, lalu mengisi air panas sedikit, mengocok nya, lalu di isi dengan air biasa, setelah memastikan kalau susu nya tidak terlalu panas, Leon pun memberikan nya kepada willona.
Leon mengajak willona melihat ke arah luar jendela, dari sana kendaraan tampak sangat kecil, manusia juga seperti semut.
Saat sedang fokus melihat ke luar, ternyata Ananta sudah sampai di ruangan suaminya, dia juga melihat kalau Leon menjaga willona dengan baik.
"Leon, bereskan semua barang willona, lalu kita kembali ke mansion"
"Aah nyonya sudah datang, baiklah nyonya. Ona turun sebentar ya, paman mau beresin barang ona dulu"
"Gak mauu, ona mau sama paman saja"
"Ona sama oma dulu ya, paman nya mau beresin barang ona"
"Nda mau omaa, ona mau sama pamaan"
Leon pun mengiyakan saja ucapan willona, supaya anak ini diam, tidak merengek lagi. Selesai membereskan barang barang willona, mereka pun pulang menuju mansion.
__ADS_1
⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆
Sebentar lagi papa Farrel pulang, sudah itu ona pergi ke Disneyland.