
setelah willona dan devin menonton, mreka keluar dari bioskop dan turun ke lantai 3, karena devin ingin membeli kebutuhannya, (ya kalian pasti tau apa itu). devin juga membeli kan baju lengan pendek, croptop anak, celana pendek, seta sepatu untuk willona, dia juga membeli baju couple untuk dirinya dan willona.
sepanjang mereka membeli baju, willona tak henti hentinya bercerita tentang film yang mereka tonton tadi, dia juga memaksa devin untuk menyekolahkannya.
"abang, sekolahin onaa, ona mau sekolah kayak anak tadi"
"minta sama papa, jangan sama abang"
"emang papa bolehin?"
"gak tau, dia kan posesif sama kamu"
"berpose jika itu apa"
"abang juga gak tau, soalnya abang tau dari temen, tapi kata temen abang posesif itu kayak, salah satu miliknya yang gak suka di sentuh sama orang lain"
mereka berdua pun tertawa karena sama sama tidak terlalu paham sama arti kata posesif, devin pun meminta ojol untuk mengantarkan barang mereka ke mansion, karena devin ingin mengajak willona ke suatu tempat, dia sana ada berbagai macam street food, devin baru liat di sosmed nya tadi.
devin pun membawa willona dan membawanya ke parkiran, lalu devin memakai kan helm willona, dan membawa willona duduk di motor, lalu mereka keluar dari area mall.
"abang, sakit gini macet, emang nggak kemaleman nanti?"
"apaa? abang gak dengar"
"emang nggak kemaleman nanti sampai di tempat sana?" ucap willona setengah berteriak
"nggak, tenang aja"
tak lama berselang mereka sampai di tempat yang mereka tuju, devin pun memarkir kan motor nya lalu melepaskan helmnya, dan menurun kan willona lalu dia melepas kan helm milik willona, lihatlah dia membawa willona berjalan untuk melihat apa yang di inginkan willona.
"abang, ona mau itu, yang beku ya"
devin pun membawa willona lalu membawanya ke tempat yang menjual permen kapas.
"ooom, ona mau yang elsa nya yaa"
"siap neng, tunggu sebentar ya"
devin dan willona pun pergi melihat ke sekitar, tak lama berselang, pesenan willona pun jadi, willona menerima bungkus plastik bening tersebut yang berisi permen kapas berbentuk elsa frozen, lalu devin pun membayar pesanan willona, dan mengucapkan terima kasih.
setelah itu mereka pergi jalan lagi, untuk melihat lihat, sambil willona memakan permen kapasnya, devin pun menurun kan willona lalu mengeluarkan handphone nya dari kantong celana nya, lalu dia menyuruh willona berdiri di tengah jalan saat jalanan luayan sepi, devin pun menggambarkan willona, dengan pose willona sedang menggigit permen kapas miliknya.
setelah itu devin membawa willona lagi, dan mengajak willona membeli ice cream, devin memilih yang tiga rasa, yaitu, coklat, vanila, dan permen karet, sedangkan willona dia ingin yang strawberry dan cookies n cream.
permen kapas milk willona pun sudah habis, dan ice cream mereka juga sudah jadi, devin meminta cup ice cream mereka untuk di berikan plastik, lalu devin membawa willona keliling lagi, mereka berhenti di depan penjual crepes, devin memesan yang 3 rasa lagi, yaitu coklat keju, dan banana, sedangkan willona coklat stroberi, dan oreo.
__ADS_1
setelah pesanan mereka jadi devin mencari tempat duduk, setelah menemukan tempat duduk, devin mendudukan willona di pangkuan nya, karena kursi di sebelahnya ada seseorang, devin ice cream terlebih dahulu, karena ice cream mereka sudah hampir mencair.
"abang, ona mau cicip yang abang"
"ini, aaaa"
willona menerima suapan dari devin, lalu dia memikirkan ini rasa apa.
"masih enak yang ona, ada krenyes krenyes nya"
"emang yang krenyes krenyes kayak mana?"
"kayak gini, coba aaaa"
devin pun membuka mulut nya, alu menerima suapan willona, ternyata itu cookies n cream.
"euum, yang ona enak"
"iya lah enak"
"yang ni mau makan di rumah apa sekarang aja"
"di rumah aja, ona mau pulang"
"ayo kita pulang, ice cream ona udah habis kan?"
devin pun menggendong willona, lalu membawa crepes mereka, saat akan dekat dengan parkiran, willona meminta ingin turun, devin pun menurunkan willona lalu memegang tangan willona supaya tidak jauh jauh dari nya.
mereka sudah sampai di parkiran, devin memakaikan willona helm nya lalu memberikan uang 5000 kepada willona, supaya willona berikan ke tukang parkir, lalu devin menaik ke motor, dan mengangkat willona lalu dia menyuruh willona memberikan uang tersebut kepada tukang parkir nya.
"ini yapak uang nya, makasih udah jaga motor onaa"
"makasih juga ya dek"
"sama sama bapak. dadaaah"
devin pun membawa motor nya dengan santai, karena dia yakin kalau di mansio masih kosong, bukti nya notifikasi dari ananta, edwadr atau pun farrel pun tidak ada sama sekali. devin yang merasa kalau willona sudah menyender di tubuh nya pun menepi kan motornya, lalu dia melihat ke willona, dan ternyata gadis kecil tersebut, sudah tidur.
devin pun menelpon salah satu body guar di mansion, supaya menyusul nya ke sini untuk membawakan mobil, devin duduk di depan rumah makan tersebut, sambil menggendong willona, helm mereka berdua pun sudah devin lepaskan.
saat sedang menunggu salah satu bodyguard opa nya, ada satu inu inu yang duduk di samping devin, ibu itu bertanya.
"anak nya umur berapa dek?"
"lima tahun buk"
__ADS_1
"kenapa di sini? kasian itu, tidurnya gak nyenyak"
"tadi ke sini main doang buk, saya gak bawa mobil, ini lagi nunggu mobil saya di antar"
"masuk aja, biar ibu bikinin kopi"
"eh gak usah buk, bentar lagi mobil saya sampe kok"
"oh gitu, yaudah deh, inuk ngelayanin pelanggan dulu ya dek"
"iyaa buk"
devin yang melihat kalau willona kedinginan pun melepaskan jaketnya, lalu di selimutkan nya ke tubuh willona. saat devin sedang melihat sosmed miliknya, sekaligus menepuk pantat willona pelan, tiba tiba ada seseoarang yang memanggil namanya.
"tuan, mobil nya di sana"
"eh, udah sampe bang, biasa aja kali, gak usah pake tuan tuan"
"motor lu mana? biar gue yang bawa, kasian tuh bocil udah ngantuk banget kayaknya"
"motor gue di sana, nih kuncinya. makasih ya bang"
devin pun pergi ke arah mobil yang di tunjukan oleh bodyguard tadi, dia membuka pintu pengemudi mobil tersebut, lalu masuk ke dalam, dia letakan willona di kursi samping pengemudi, kursi nya devin turunkan sedikit, lalu diamengambil selimut yang memang selalu di sediakan semenjak ada nya willona, devin mengambil selimut tersebut lalu dia menyelimuti tubuh willona supaya tidak terlalu dingin, lalu devin mulai menjalan kan mobil nya, supaya tidak kemalaman sampai di mansion, sebab kini sudah pukul 08:04 malam.
devin menghidup kan musik klasik, agar di dalam mobil tidak terlalu sepi. saat sedang fokus menyetir tiba tiba willona menangis, devin yang mendengar tangisan tersebut langsung menepi kan mobil nya, lalu dia mengangkat badan willona supaya devin bisa menenang kan gadis kecil ini dengann mudah.
"ona kenapa? abang gak bawa susu, jangan nangis ya"
"papa nggak izinin ona sekolah"
devin pun sedikit tertawaternyata willona menginggau, lalu devin meletakkan willona di tempat semula, menyelimuti nya lagi, lalu dia mulai menjalan kan mobil nya kembali.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
HALOO, AKU GABUT, JADI NYA AKU BIKIN LANJUTAN NYA AJA DEH, JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAAAA.
CERITA INI BENTAR LAGI TAMAT,