
Pagi ini willona sudah rapi, dia sudah mandi, sudah ganti baju, dan sudah wangi. Willona sedang duduk di ruang tv, menikmati film nya sambil memakan sereal yang tadi di buatkan oleh Devin.
Farrel tadi pagi sudah berangkat ke perusahaan yang ada di California, mereka di sini tinggal 3 hari lagi, setelah itu mereka akan pulang ke Indonesia lagi, mungkin lusa Farrel akan mengajak willona pergi ke Disneyland.
"Abaaang, abang di mana? "
"Abang di belakang ona"
Willona langsung turun dari sofa lalu berjalan ke pintu kaca yang mengarah ke taman belakang, willona menggeser pintu tersebut lalu terlihat lah pemandangan yang indah.
Di taman tersebut ada kolam ikan, sofa, dan ayunan, willona berjalan ke arah Devin yang duduk di sofa sambil memainkan handphone nya.
"Abang ona bosan, ayo main"
Devin langsung mematikan handphone nya lalu memalingkan wajah nya ke arah willona, lalu di angkat nya badan willona supaya duduk di pangkuan nya.
"Mau main apa? "
"Gak tau, tadi abang buka handphone main apa? "
"Abang chat sama temen"
"Cat? emang temen abang lagi ngecat"
"Bukan, maksudnya abang lagi balas pesan sama temen abang"
"Ooh gitu"
"Iya, ona mau ikut abang gak? "
"Kemana? Kalo ada mainan ona mau ikut"
"Ke tempat temen abang, mereka lagi ngumpul di sana"
"Ayo ayo, ona mau ikut"
"Ganti baju nya dulu"
Willona hanya mengangguk, lalu Devin membawa willona masuk ke dalam untuk siap siap. Setelah siap semuanya Devin berjalan ke arah garasi lalu menghidupkan mobil nya.
Membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam, dan meletakkan willona di kursi samping nya, lalu Devin melajukan mobil nya membelah jalanan kota tersebut.
Lalu mereka sampai di rumah mewah, di sana ada beberapa motor dan mobil, tampaknya semua teman teman Devin sudah berkumpul di sana, Devin menghentikan mobil nya, lalu keluar dari mobil tersebut sambil menggendong willona.
"Ona bisa bahasa Inggris kan? "
"Iya, ona bisa"
"Nanti kalo dia nanya ona ngerti jawab ya, kalo gak ngerti diemin aja"
"Ay ay Captain"
Devin pun masuk ke dalam rumah tersebut, terlihat di sana kalua ada sekitar 8 remaja lelaki, 5 perempuan, dan 2 anak kecil.
" You're right coming?"
__ADS_1
(Kau benar benar datang?)
" Yeah, I came with my little sister"
(Yeah, aku datang membawa adik perempuan ku)
" I brought my sister too, just put them there"
(Aku juga membawa adik ku, letakkan saja mereka disana)
Devin pun berjalan ke arah dia pasang anak kecil tersebut lalu menaruh willona di sana.
"Ona main ya, jangan nakal"
"Iyaa"
Lalu Devin berkumpul kembali dengan teman teman nya sedangkan 2 anak kecil yang bermain tadi menghampiri willona.
" Who are you?"
(Siapa kamu?)
"Willona"
"I'm Steven and it's Velly"
Willona hanya mengangguk, dia cuma bisa menangkap kalau nama anak lelaki tersebut Steven dan anak perempuan tersebut Velly.
" Let's go to the back garden, there's a swing "
Steven dan Velly pun langsung pergi meninggalkan willona, willona yang melihat itu langsung menghampiri Devin yang sedang mengobrol dengan temannya.
Saat sudah berada di samping Devin willona langsung naik ke sofa tersebut lalu duduk di pangkuan Devin.
"Kenapa ona? Butuh sesuatu? "
"Abang, mau pulang, mau sama papa"
"Kenapa? Ada yang nakal sama ona? "
"Mereka tinggalin ona tadi, gak asik"
"Jadi mau pulang nih? "
"Iya, ona mau sama papa"
"Yaudah, ayo kita pulang"
Devin pun beranjak dari sofa, lalu pamit kepada teman temannya, saat ingin sampai di dekat pintu, ada dua anak kecil berteriak memanggil willona.
" Willona where are you going? Let's play a swing "
(Willona kamu mau kemana? Ayo kita main ayunan)
Devin pun menoleh ke arah willona yang ada di gendongan nya.
__ADS_1
"Ona di ajak main ayunan tuh"
"Gak mau, ona mau sama papa"
" Willona has to go home, he hasn't taken a nap"
(Willona harus pulang, dia belum tidur siang)
" Why not just sleep here?"
(Kenapa tidak tidur di sini saja?)
" Willona isn't used to it yet, so he wants to go home "
(Willona belum terbiasa, jadi dia ingin pulang)
Steven dan Velly hanya mengangguk, lalu Devin pamit lagi dengan teman nya dan dua anak kecil tersebut. Di jalan willona hanya duduk diam, mungkin anak ini sedang sensitif, nanti dia akan beri tau kepada Farrel.
Tak terasa kalau kini mereka sudah sampai di halaman rumah Devin, Devin melihat ke arah willona, ternyata anak ini tertidur sepanjang jalan, pantas saja dia diam sedari tadi.
Devin masuk ke dalam rumah tersebut, dia melihat kalau Farrel sedang duduk di sofa sambil menonton tv, Devin menghampiri Farrel, dan duduk di single sofa dengan willona di pangkuan nya.
"Dari mana? "
Farrel bertanya ke pada Devin tanpa menoleh kan pandangan nya dari televisi.
"Rumah temen"
"Adek kenapa? "
"Tidur aja, ayah baru pulang? "
"Iya, sini adek nya"
Devin pun memberikan willona kepada Farrel, dan diterima baik oleh nya, Farrel menidurkan willona di pangkuan nya, sambil mengelus kepala anak angkat nya tersebut.
"Kamu mau netap di sini atau mau ikut ayah pulang? "
"Mau pulang lah, ngapain di sini, Devin males ngurusin perusahaan di sini, jam tidur berantakan"
"Hahaha, kalo gitu beresin pakaian kamu, 2 hari lagi kita pulang"
"Iya, Devin ke atas dulu ya yah"
"Iyaa"
Devin pun beranjak dari sana menuju kamar nya, sedangkan Farrel dia pergi ke dapur sambil menggendong willona, dia mengambil botol yang sudah di isi air putih oleh Farrel, lalu dia pergi meninggalkan dapur dan pergi ke kamar nya.
Di kamar nya Farrel meletakkan willona di kasur lalu meletakkan botol tadi di nakas, setela itu Farrel pergi ke dekat lemari, mengambil koper yang ada di samping lemari, lalu memasukkan beberapa pasang baju willona dan dirinya.
Sesudah memasukkan beberapa baju willona ke dalam koper, Farrel muka menyiapkan keperluan willona untuk besok, supaya besok mereka tinggal berangkat.
Setelah menyiapkan semuanya Farrel merebahkan badannya di kasur lalu ikut terlelap menyusul willona ke alam mimpi.
⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆
__ADS_1