Wish You Know

Wish You Know
Chapter 15 : Another Savage Girl in The School


__ADS_3

.....☆♡☆.....


Di dekat lapangan, banyak siswa-siswi yang berkeliaran saat jam istirahat. Termasuk Arjuna yang sedang sibuk berkerumun dengan beberapa siswi. Menuturkan gombalan dan bercanda tawa. Hingga sebuah kaleng soda kosong terlempar ke kepala Arjuna. Arjuna emosi.


"Woy! Siapa yang berani-berani ngelempar kaleng soda ke kepala gue?! Cari mati lo?!" Teriak Arjuna sembari memegangi kepalanya.


Para siswi yang bersama Arjuna pun ikut mencari-cari.


Lalu, dari arah lain, terlihatlah dari ujung kaki hingga ujung kepala. Seorang gadis dengan dandanan tomboy melangkahkan kaki jenjangnya. Baju seragamnya keluar, menggunakan gelang karet berwarna hitam, kalung hitam, dan rambut yang dikuncir asal-asalan. Mulutnya terus bergerak mengunyah permen karet yang ada didalam mulut.


Gadis itu meludahkan permen karetnya asal sebelum akhirnya membuat pengakuan.


"Gue. Kenapa?"


Semua mata tertuju pada sosok itu. Rainey Moona Kyle.


"Kenapa?! Ya lo mikir lah! Lo buang sampah sembarangan!" geram Arjuna.


"Sembarangan gimana? Gue buang ke tempat sampah loh... Oppsi! Jadi lo bukan tempat sampah? Ya sorry. Gue pikir lo tempat sampah," ucap Rainey.


"Anjir! Maksud lo apaan?!"


"Perlu gue jelasin? Cowok kaya lo, lebih cocok jadi tempat sampah tau nggak? Lo... yang cuma modal tampang doang, harusnya sadar diri. Kalau kelakuan lo itu sampah!"


"Eh! Jangan karena lo cewek gue enggak berani, ya, main kasar sama lo!"


"Lo ngajak gue duel?" tanya Rainey dengan senyum meremehkannya.


"Siapa takut?!" ucap Arjuna tanpa pikir panjang.


Arjuna sudah benar-benar tersulut emosi. Siapa juga yang akan terima disaat dirinya sedang adem ayem justru dilempar kaleng soda. Bukannya meminta maaf, malah mengatai dirinya tempat sampah. Walaupun Rainey adalah wanita, tetap saja harus diberi pelajaran agar gadis itu mengerti.


"Okay! So, sekarang aja gimana?" tanya Rainey.


"Ok!"


Dan kini, disanalah mereka sekarang. Sebuah lapangan indoor sekolah. Lapangan itu benar-benar sudah ramai sebab para siswa-siswi yang berkumpul mengitari tengah lapangan. Dimana ditengah lapangan sudah ada Arjuna dan Rainey yang sudah saling berhadapan. Rainey sudah bersedekap dada dan melontarkan senyum meremehkan miliknya. Arjuna benar-benar salah jika memilih Rainey sebagai lawannya.


.....☆♡☆.....


Ada beberapa murid didalam kelas. Termasuk Levina yang sedang bermain ponsel ketika datang teman pria sekelasnya yang berlari dan muncul dipintu.


"Woy! Arjuna sama Rainey pada mau berantem!" ucap salah satu siswa.

__ADS_1


Seisi kelas langsung heboh dan berhambur keluar kelas. Levina masih berdiam ditempat mendengar hal itu.


.....☆♡☆.....


Levina menerobos anak-anak yang sedang berkumpul. Ia melihat Arjuna dan Rainey ditengah lapangan.


Arjuna kemudian menyerang Rainey. Namun dengan mudah Rainey menahan tangan Arjuna dan memelintir ke belakang dan mendorong Arjuna hingga hampir mengenai siswa lain.


Arjuna tak menyerah. Ia menyerang Rainey lagi. Namun malah mendapat tonjokan dipipi dan tendangan diperut. Arjuna sempat oleng, namun mulai menyerang Rainey lagi.


Lagi dan lagi. Arjuna tetap kalah dan justru mendapat banyak luka lebam.


Levina segera ke tengah lapangan menghentikan mereka.


"Udah cukup! Jun! Mau sampai kapan lo kaya gini! Lo udah babak belur gini masih mau ngelawan Rain?!" ucap Levina.


"Gue enggak akan nyerah, Lev! Dia bilang gue  tempat sampah! Gue harus kasih dia pelajaran," ucap Arjuna.


Levina menatap Rainey.


"Rain! Udah cukup! Gue tau lo kuat. Gue tau lo muak sama kelakuan Ajun. Tapi please, biarun Ajun lakuin apa yang dia mau. Dan enggak usah cari keributan," ucap Levina.


Rainey tersenyum asimetris.


"Asal lo tau, bukan cuma lo yang muak. Gue juga muak sama kelakuan dia," ceplos Levina.


Arjuna sontak menatap Levina. Apa maksudnya? Levina ada di pihak siapa sebenarnya?


"Tapi bukan gini caranya," ucap Levina lagi.


"Gue tau lo temannya. Tapi jangan jadi bego cuma buat ngebelain cowok brengsek kaya dia."


Rainey lantas pergi. Arjuna hendak mengejar Rainey, namun dicegah Levina.


"Ajun udah!! Lo udah babak belur gini juga! Lo nggak malu diliatin anak-anak?!"


"Gue lebih malu lagi kalau gue dipermalukan kaya gitu sama cewek, Lev!" ucap Arjuna.


"Ya makanya udah. Biarin aja. Mending sekarang kita ke UKS. Gue obatin luka lo," ucap Levina.


.....☆♡☆.....


Dama mengikuti Rena yang berlarian dikoridor menuju UKS. Rena terlihat khawatir. Mereka kemudian masuk kedalam UKS.

__ADS_1


Levina terlihat sedang mengobati luka dipipi Arjuna ketika Rena dan Dama datang.


"Ajun! Lo enggak papa?" tanya Rena.


"Bonyok dia," ucap


"Enggak papa gue. Kok lo tau gue ada disini?" tanya Arjuna.


"Tadi gue dengar dari anak-anak katanya lo lagi di UKS gara-gara kelahi sama Rainey," ucap Rena.


"Dianya yang sok jagoan. Udah tau Rainey penyandang sabuk hitam taekwondo. Masih aja cari ribut," ucap Levina.


"Siapa juga yang cari ribut. Lo dengar sendiri dia masih ngata-ngatain gue tadi," ucap Arjuna.


"Ya seharusnya dengan adanya kejadian kaya gitu lo bisa lebih sadar kalau kelakuan lo emang salah. Bukan malah makin nantangin. Itu namanya bukan dia yang cari mati. Tapi lo!" ucap Levina.


"Enggak usah ikut-ikutan, deh! Gue lagi sakit gini juga."


" Ya elo! Gue satu ekstrakulikuler sama dia jelas tau lah ganasnya dia kalau main. Juara medali emas taekwondo lo tantangin. Gue tau gimana dia. Kalau lo minta main sampai lo pingsan juga bakal dia jabanin," ucap Levina.


Levina yang memang masih mengobati luka Arjuna itu tanpa sengaja menekan luka dipipi Arjuna.


"Aduh! Sakit, Lev! Pelan-pelan!"


"Ngerasain sakit juga lo? Gue kira batu hidup," ejek Levina.


Rena menghela napasnya berat mendengar bagaimana keributan itu bisa terjadi.


"Rainey emang ada benarnya," ucap Rena.


Semua mata tertuju pada Rena.


"Gue sebagai teman dekat lo juga pengen lo sadar sama kelakuan lo yang suka mainin cewek. Gue tau ini bentuk kekecewaan lo terhadap nyokap lo yang suka selingkuh. Tapi bukan berarti semua cewek sama kaya nyokap lo," ucap Rena.


Arjuna hanya diam dan membuang muka.


"Gue selalu tekanin hal ini ke setiap orang yang punya kenangan pahit di hidupnya. Gue tau memaafkan itu hal tersulit. Dan menerima itu jauh lebih baik. Gue pengen lo balik jadi Ajun yang dulu," ucap Arjuna.


Levina menatap Arjuna yang masih diam. Sementara Dama menatap Rena dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Merasa jika Rena memanglah sosok gadis lembut yang dibesarkan dengan baik.


.....☆♡☆.....


Sepulang sekolah Rena mampir ke Hylo. Ia terlihat sedang memfoto gaun yang pernah Levina rekomendasikan untuk dijual. Selesai memfoto, Rena duduk dikursi dan mengeluarkan laptop dari dalam tas. Ia menaruhnya dimeja, lalu mengirim hasil foto ke laptop. Ia kemudian membuka online shop untuk menjual karyanya. Ia mengisi nominal harga dan juga deskripsi. Setelah selesai, ia menyimpan hasil tersebut dan bajunya telah tertera di online shop. Ia tak menaruh banyak harapan jika gaun yang coba ia jual akan laku, namun tidak ada salahnya jika ia mencoba saran Levina. Tak ingin berlama-lama disana, Rena bergegas pulang sebab orang tuanya berkata akan segera sampai dirumah. Akan jadi masalah jika mengetahui Rena tak berada dirumah sedangkan mereka tahu gadis itu tak memiliki jadwal apapun sepulang sekolah.

__ADS_1


__ADS_2