
•••••••••••••••
Selesai pembakaran Api unggun, mereka menghabiskan malam bersama, berbicara dangan teman baru, karna esok. mereka akan kembali kerumah masing-masing.
"kak, itu pacar kakak ya?" tanya rina pada Fara, dari gudep sekolah lain. sambil melihat ke arah Fauzan.
"hahahaha ngak, dia teman saya!" ucap Fara
"tapi, kakak selalu barengan sama kakak itu, masa sih ngak pacaran." ujar mereka pada Fara. tidak ada jawaban dari Fara, karena Fara tidak bisa mengelak bahwa dia selalu bersama Fauzan sepanjang waktu.
"Hahaha ya iyalah, Fauzan ngak bisa jauh dari Fara, makanya selalu nempel seperti lem.." ledek Nila.
"udah, bahas yang lain aja, kalau ngak, gue balik ke tenda mau tidur.." ucap Fara yang tidak ingin melanjutkan bembicaraanya itu..
Fara mendengar ada yang memanggil namanya, saat mencari sumber suara tersebut ia melihat Fauzan., ternyata yang sedari tadi memanggilnya adalah Fauzan.
"ehemmm, baru juga diomongin orangnya, eh anaknya udah nongol aja.." ledek Nila dan semua yang duduk dengan mereka tertawa.
tanpa mempedulikan perkataan Nila, Fara pun meninggalkan mereka dan pergi bersama Fauzan.....
•••••••••••••••••
Keesokan harinya. mereka bersiap-siap untuk membereskan semua barang bawaan mereka, untuk dibawa pulang, mobil yang menjemput mereka telah tiba.. merekapun masuk kedalam mobil untuk bergegas pulang..
__ADS_1
setelah menempuh perjalan yang cukup jauh. akhirnya mereka tiba disekolah. Fara bergegas mengambil Handphone nya dari dalam tas,,, untuk memberitahu pada orang tuanya bahwa dia telah sampai disekolah,....
Fara kepekiran untuk menelfon Angga,,, saat Fara menelfon, panggilannya selalu dirijek....
"lagi-lagi dirijek. masih marah ya!?." Gumam Fara dalam batinnya.
Sedari tadi Fauzan melihat Fara sibuk dengan handphonenya. ia pun menghampiri Fara yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Ra,,,, kamu kenapa!?" tanya Fauzan dengan cemas.
"oh ngak papa kok," ucap Fara dengan datar.
"mmmm baiklah,,, kita pulang ya, aku antar sampai rumah." ucap Fauzan yang dibalas Fara dengan anggukkan,
"bukannya itu Angga? dia barengan sama cewek? siapa cewek itu?." tanya Fara dalam batinnya.
"kamu liatin apa sih Ra?" ucap Fauzan, sambil melihat kearah yang dilihat Fara,, namun tidak ada jawaban dari Fara,,
Fara melihat kearah sebrang jalan, melihat ada seorang pria dan wanita. membuat pikirannya kosong.
"apakah ini alasan dari semua perlakuanmu padaku? kau cukup membuatku kecewa." Ricu Fara dalam batinnya.
"Zan, yuk jalan, aku capek pengen istirahan dirumah." Kata Fara dengan senyum tipis.
__ADS_1
Fauzan pun melanjutkan perjalanan mereka sesuai dengan permintaan Fara,, Fauzan masih memikirkan seseorang yang tadi dilihat Fara, yang membuat mood Fara kacau sehingga dia lebih banyak diam...
"orang yang dilihat Fara tadi, apakah itu Angga? kalau iya, berarti Angga selingkuh dibelakang Fara!?." tanya Fauzan pada batinnya dengan raut wajah yang sedang berpikir.
"Terimakasih ya Zan, udah ngantarin sampai rumah,." kata Fara handak masuk kedalam rumah namun dengan cepat Fauzan menarik tangan Fara..
"kamu baik-baik aja kan!?" tanya Fauzan khawatir.
"aku baik baik aja kok." Jawab Fara dan tersenyum pada Fauzan.
"aku *tau. kamu sedang bohong, kamu hanya ngak mau terlihat lemah dihadapan*ku." Ucap Fauzan dalam hatinya
"Jangan memendamnya sendiri, karena itu akan menyakitkan bagimu." kata Fauzan, membuat Fara meneteskan air mata.
"sekarang pun terasanya menyakitkan Zan. pikiranku kacau, aku selalu menyimpan perasaanku sendiri,, dan sekarang aku sangat kecewa atas perbuatan Angga. dan apa yang kulihat tadi, cukup membuatku frustasi. aku lelah Zan.... dia hiks.. hiks" kesal Fara. seketika Fauzan turun dari motornya dan menarik Fara dalam pelukannya.
Tangisan Fara pecah dalam pelukan Fauzan., dia meluapkan semua rasa sakitnya pada Fauzan. Fauzan mengerti perasaan Fara. bahwa dikhianati oleh orang yang disayangi itu sangat menyakitkan...
"jahat hiks hiks... dia ngak kasih kabar karna sibuk dengan yang baru.." ucap Fara mempererat pelukannya pada Fauzan.
"aku paham Ra, mulai sekarang kamu harus menceritakan semua keluh kesahmu padaku, kamu boleh bentak aku, bahkan kamu bisa menanggis didepanku seperti saat ini,," ucap Fauzan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Fara.
"Zan, makasih, kamu selalu ada buatku, tapi aku mau memastikan semuanya dengan apa yang kulihat tadi." ucap Fara sambil menggenggam tangan Fauzan yang berada dipipinya.
__ADS_1
••••••••••••••••••••