
••••••••••••••
Fauzan pun berlari untuk mendaki Bukit.
karena berfikir Fara akan menunggunya.. Tidak perduli dia lelah atau tidak.
"Shuttt." Fauzan memanggil Fara yang sedang menutupi dirinya dengan Jaket.
"Fara...hey,, fara.." Fauzan mencoba memanggil Fara kembali.
Fara berbalik ketika mendengan ada yang memanggil namanya. Fara kaget karena Fauzan sudah berada di belakangnya...
"Zan,, Apa kau berlari." Tanya Fara.
"iya. karna aku takut, kamu akan khawatir." ucap Fauzan
"kenapa berlari.. lihat, kau jadi kecapean. kayak gini." ucap Fara sambil memberikan tissue pada Fauzan.
"aku berlari karenamu, aku takut, kamu akan khawatir." ucap Fauzan terdengar oleh Mereka .
"aku penasaran. apakah kalian benar-benar terhubung oleh suatu ikatan yang tidak terlihat?." Tanya Nasya penasaran.
"Maksud kakak apa?." Tanya Fauzan tidak mengerti.
"Fara dari tadi mencemaskanmu. seperti yang kau bilang, kau berlari karena takut Fara mencemaskanmu, dan lagi. saat di putaran kedua untuk sampai diparkiran bukit. Fara sudah menandai kalau itu kau. dan dugaannya benar." jelas Dani pada Fauzan.
"maka dari itu, kami berfikir kalian mempunyai ikatan batin." Sambung Ical membuat Fara malu.
Fauzan hanya memandangi Fara. ternyata Fara mencemaskannya karena tak kunjung datang, Fauzan merasa sangat bahagia... Mereka pun meninggalkan Fara dan Fauzan.
"mau pindah tempat?." Tanya Fauzan.
"ngak, kamu kan Masih kelelahan karena berlari. jadi kita diam disini saja" Ucap Fara yang masih merasa tidak enak.
"Aku baik-baik saja. jangan cemaskan aku, kita cari tempat biar ngak kepanasan." ujar Fauzan..
Fara pun mengikuti Fauzan. mereka mencari tempat sedikit jauh dari Nasya dan Kesya.
"Zan, kita duduk disini ya. udah nggak mampu jalan lagi." ucap Fara kelelahan.
"baiklah,, " ucap Fauzan.
__ADS_1
mereka pun duduk ditempat yang sedikit berteduh.. Fara sempat melihat Fauzan sedang Berfikir..
"Zan, lagi mikirin sesuatu ya?." Tanya Fara
"Nggak,, mau lihat sesuatu nggak? biar tidak ada rahasia diantara kita.?" ucap Fauzan dengan tersenyum.
Fauzan pun mengambil handphonenya dari tangan Fara. dan membuka semua chat yang ada didalamnya. Fara begitu penasaran dengan apa yang dikatakan Fauzan.
"Coba baca ini, biar tidak salah paham." ucap Fauzan sambil memberikan Ponselnya pada Fara.
Fara pun membacar semua chat itu, yang tidak lain dari teman sekelasnya yang bernama Dinda., selama membaca pesan itu, Fara kelihatan tidak senang. karna kesal Fara membuang handphone itu pada Fauzan.
"kenapa dibuang? sudah baca sampai habis?." Tanya Fauzan lembut
"tau ah, membacanya hanya membuatku kesal, maksudnya apa coba nanya-nanya seperti itu ke kamu.. bikin kesal aja." ucap Fara kesal..
Fauzan hanya tersenyum melihat Fara ngambek, melihat Fara cemburu membuatnya bahagia, akhirnya Fara membuka Hatinya untuk Fauzan.
Namun chat itu akan membuat kesalah pahaman bagi mereka jika Fara tidak membacanya sampai selesai. akhirnya Fauzan memaksa Fara untuk membacanya sampai selesai.
"Fara. tolong baca sampai selesai, biar kamu tidak salah paham." ucap Fauzan membujuk Fara.
"sudahkan, lebih baik kamu buka yang ini saja." ujar Fauzan sambil menekan ikon camera pada ponselnya.
Fauzan ingin berfoto bersa Fara. Namun Fara sangat sulit untuk di ajak berfoto..
"Zan, aku tidak suka berfoto..." ucap Fara menghindari pandangannya dari kamera.
"sekali saja..." Rengek Fauzan Pada Fara
"Baiklah,.... kali ini saja.." ucap Fara yang luluh dibuat Fauzan.
mereka pun berfoto bersama. mereka menghabiskan waktu bersama selama dibukit. tidak terasa mereka sudah menghabiskan waktu berjam-jam dibukit itu. merekapun bergas untuk pulang.
Sebelum pulang, mereka memutuskan untuk mampir diwarung makan. kebetulan mereka semua sedang lapar...
•••••••••••••••
sampainya di warung, laki-lakinya masuk lebih dulu untuk memesan makanan, sementara Fara, Nasya, dan Kesya sibuk membersikan motor karena terlihat sangat kotor.
"hahah, lucu... yang cowo mesan makanan, masa kita bersihin motor." ucap Kesya yang tersadar bahwa mereka bertiga sibuk membersikan motor.
__ADS_1
mereka akhirnya menghentikannya. dan masuk ke dalam warung, mereka berfikir bahwa para cowok belum memesankan makan untuk mereka.. mereka pun pergi memesan namun dihalangi oleh ical.
"mau kemana mbak?." ucap Ical pada Nasya.
"duduk saja kak, makanannya sudah kami pesankan.." jelas Fauzan.
"apa kau tau apa yang ku inginkan Zan.?" Tanya Fara sambil duduk dihadapan Fauzan.
"tentu saja." ucap Fauzan dengan lembut.
"Bagaimana dengan kak Nasya dan kak Kesya. apa kau memesakan untuk mereka jugs?." Tanya Fara yang masih penesaran.
"haduh.... aku hanya memsankan untukku dan untukmu, ka Nasya kan Ada ical yang memesankan, Ka Kesya juga ada Dani... apa gunanya pacar mereka berdua kalau tidak memesankan untuk pacarnya." jelas Fauzan pada Fara.
makanan yang mereka pesanpun tiba. mereka akhirnya memberhentikan percakapan dan menikmati makanan itu.
Setelah selesai makan. Fauzan beranjak dari tempat duduknya. melihat Fauzan yang mulai beranjak membuat Fara sadar bahwa Fauzan akan membayar makanan itu.
"kemana?." tanya Fara basa - basi.
"ke kasir.." jelas Fauzan santai.
"duduk saja, nanti aku yang bayar.." ucap Fara menghentikan Fauzan.
"Fara ngak dengar ya, apa yang aku katakan tadi..?." jelas Fauzan.
"iya dengar. tapi aku beneran ingin membayarnya, kamu sudah banyak mengeluarkan uang, sedangkan aku?. belum ada sama sekali." Rengek Fara.
"tidak apa-apa, biar aku saja ya.." ucap Fauzan lembut.
"kamu bayar makanan kita aja Ra." ujar Nasya.
"ngak.. " ucap Fara datar.
"zan.. ayolah. aku mau bayar.. mau ya." ucap Fara dengan wajah sedih. membuat Fauzan tidak kuasa melihatnya. sebelum Fara menangis,,, dia akan mengalah pada Fara kali ini..
"Baiklah, tapi cukup kali ini saja ya." tegas Fauzan dan dianggukan oleh fara sebagai jawaban.
Fara pun kembali ceria dan pergi kekasir untuk membayar makananya dan Fauzan.. Fauzan lega melihat Fara yang kembali ceria. walaupun dia merasa tidak enak dengan itu...
••••••••••••••
__ADS_1