
•••••••••••••••
saat Fara tiba dirumahnya, Fara bergegas masuk kamar, dan memasukan sebagian bajunya. dia berencana untuk menginap dirumah neneknya.
"Pa, Ma, Fara pamit menginap dirumah nenek ya, kalau Angga datang, bilang saja Fara tidak ada dirumah,." tutur Fara pada ayahnya.
"iya sayang, kamu ada masalah ya sama Angga, sampai mau menginap kerumah nenek." tanya Mama Fara.
"nggak ma, Fara cuman kangen sama nenek." jawab Fara dengan lembut.
"tidak perlu berbohong nak, kamu anak kami, kami pun tau kalau kamu memang seperti itu, kalau lagi bete bawaanya pergi kerumah nenek." ucap Papa Fara, sambil mengelus kepala Fara.
"Iya pa, ma, Fara mau menenangkan diri, dengan disamping nenek rasanya lebih nyaman, kalau begitu Fara pamitya." ucap Fara sambil berjalan keluar rumah.
•••••••••••••••
setelah Fara pergi, sesuai dengan dugaan Fara, Angga akan datang mencarinya, untungnya Angga tidak tahu dimana rumah nenek Fara.
"Assalamualaikum." ucap Angga.
"Wa'alaikumsalam, cari siapa nak Angga?" tanya mama Fara.
"Tante, apa Fara ada di dalam?." tanya Angga kembali.
"Fara pergi ke rumah neneknya untuk beberapa hari." Tegas Papa Fara.
"Kalau boleh tau, rumah neneknya ada dimana om?". tanya Angga memberanikan diri.
"Maaf, Fara bilang untuk tidak memberitahukanmu dimana rumah nenek. jadi om harap kamu segerah pulang, nanti orang tuamu mencarimu." tegas papa Fara.
•••••••••••••••
Disisi lain, Fauzan kepikiran Fara, dia mencoba menelfon Fara beberapa kali namun tidak ada jawaban dari Fara.
"kenapa dia tidak mengangkatnya, baru kali ini dia mengabaikan panggilanku, apa yang terjadi denganya.". tanya Fauzan dalam batinya sambil melihat layar handphone nya.
"Akh, sekali lagi deh, kalau ngak bisa juga, besok gue harus ketemu sama Fara." gerutu Fauzan.
•••••••••••••
Keesokan Harinya
__ADS_1
Fara kembali beraktifitas seperti biasanya, Fara terlihat baik-baik saja, tetapi matanya tidak dapat membohongi kalau dia baik-baik saja,.
"Ra, ada masalah ya." tanya Audy dan Tita barengan.
"nggak ada kok." jabaw Fara tersenyum seolah ia baik-baik saja.
"ngak ada apa apa, tapi matanya sembab gitu." celutuh seorang pria yang berjalan kearah mereka yang tak lain adalah Fauzan.
"Apaan sih, udah ah, mending masuk kekelas aja." ucap Fara sambil berjalan ke kelas dan meninggalkan mereka.
"D**ugaanku benar, ada yang terjadi pada fara semalam. saat isitrahat nanti aku tanya langsung aja." ucap Fauzan dalam batinnya.
••••••••••••
saat istirahat, baru kali ini Fara tidak ikut ke kantin, biasanya dia yang paling antusias untuk ke kantin.
"Tita, Audy, Tumben kalian hanya berdua, Fara mana?" Tanya Fauzan pada mereka.
"Fara dikelas, katanya dia lagi ngak mood makan."
"mmm baiklah, aku pergi dulu ya." ucap Fauzan sambil berjalan kearah kantin untuk membeli makanan buat Fara.
"ehh, tunggu zan." ucap Ahmad menghentikan langka Fauzan.
"itu minuman dan snack begitu banyak buat siapa? buat kita ya? tumben mau traktirin kita." ucap Ahmad sambil senyum-senyum melihat Fauzan.
"idihhh, mimpi, nih buat Fara. udah ah kalian lanjutin aja makannya" ujar Fauzan hedak pergi mencari Fara.
••••••••••••••
kelas Fara.
"permisi, Fara nya ada?" tanya Fauzan pada salah satu teman sekelas Fara.
"ada, tuh dibelakang, samperin aja." ujar teman sekelas Fara.
"permisi mbak, boleh bicara sebentar nggak" ucap Fauzan sambil mengetuk meja Fara.
"eh Fauzan, boleh kok. mau bicara apa?." tanya Fara.
"jangan disini..." ucap Fauzan sambil menarik tangan Fara keluar kelas.
__ADS_1
••••••••••
"Zan, mau kemana?." tanya Fara dengan heran.
"ikut aja, nanti juga lo tau."
ternyata Fauzan membawa Fara ketaman belakang sekolah. taman belakang sekolah emang yang paling pas untuk menenangkan pikiran. makan dari itu Fauzan memilih tempat itu.
"nih, aku dengar dari Tita dan Audy, kamu lagi ngak mood buat ngapa ngapain. dan ngak makan selama istrahat ini kan? Fara, jika ada masalah cerita denganku." Jelas Fauzan tanpa basa-basi.
"wah, nih makanan boleh aku makan nggak?." ucap Fara menggabaikan perkataan Fauzan. sambil menggambil beberapa makanan yang berada dalam katong plastik.
"hmm iya boleh, niatnya juga mau beliin kamu kok. sekarang jawab pertanyaanku Fara."
"wih, makasih ya Zan, kamu memang tau caranya ngembaliin moodku." ucap Fara yang masih mengalihkan pembicaraan.
"iya, sama-sama, sekarang jawab pertanyaanku, kemarinkan aku sudah bilang, kalau ada apa apa itu cerita. jujur, aku nggak suka liat kamu berpura-pura seolah kamu tuh baik-baik. saja padahal kenyataanya ngak.." ucapan Fauzan yang lagi-lagi membuat Fara menitikan air matanya.
"hahaha, kamu lebih peka ya. ketimbang Audy dan Tita, mereka sahabat aku, tapi mereka ngak tau masalahku, berbeda denganmu yang tau banyak tentang ku." ucap Fara, tanpa ia sadari air matanya terjatuh. melihat Fara menitukan Air mata. Fauzan langsung menghapus air mata itu
" kenapa aku menangis, padahal ngak ada yang memukulku. tapi hatiku sangat sakit." sambung Fara, yang masih menitikan air mata.
"ini tentang kamu dan Angga kan? yaudah cerita denganku, kamu boleh nangis sepuasnya dihadapanku..." ucap Fauzan sambil menghapus air mata Fara.
"yah, hanya ini caraku ngejagain kamu, walaupun hatiku terluka, tapi aku tidak akan membiarkan hatimu ikut terluka, kehadiranku untuk mengobatin lukamu." ucap Fauzan dalam batinnya.
"kenapa? kenapa kamu selalu ada disaat aku terpuruk?. bahkan kamu mau mendengar semua ceritaku.. aku takut, takut bergantung denganmu.. tapi aku nyaman berada didekatmu.." ucap Fara menatap Fauzan dengan dalam.
"karna aku tidak ingin melihatmu menderita." ucap Fauzan dalam hatinya.
"lupakan itu.. sekerang ceritakan semua masalahmu denganku.. cukup cerita ke aku aja oke.. aku akan selalu ada untukmu. hari ini. esok. dan seterusnya." jawab Fauzan.
akhirnya Fara menceritanya semua yang terjadi antara dia dan Angga, Dia memberikan kesempatan untuk Angga, tapi ngak dihargai dan menceritakan tentang cewek itu.
"Hatiku sangat sakit Zan, bukan sakit karena putus dengannya., tapi karena dikhianatin, aku ngak perna ngehiatin dia. hiks.... hiks.." Kata Fara
"kamu masih punya aku Ra, jika kamu butuh sandaran datanglah padaku, aku tidak akan menghiatimu." ucap lantang Fauzan sambil menepuk-nepuk pundak Fara.
••••••••••••••••••
__ADS_1