
•••••••••••••••
akhirnya Fara menceritakan semuanya pada Fauzan,,, fara merasa lega akhirnya dia bisa berterus terang sama Fauzan, akan tapi raut wajah Fauzan menjadi lesu dan tidak memiliki semangat.
"Zan, kamu sakit? udah makan apa belum?." tanya Fara yang khawatir pada Fauzan, sambil mengecek suhu badan Dengan meletakan tangannya dikening Fauzan.
"bukan badan yang sakit, tapi hatiku Fara., mendengar semuanya, bahwa kamu masih mencintainya., tapi aku harus tegar, ini juga merupakan kemajuan, karena Fara mau menceritakan semuanya padaku." ucap Fauzan dalam batinya..
"Zan,, Zan,, Fauzan dipanggil kok malah diam. mikirin apaan sih, sampai segitunya?." kata Fara sedikit kesal.
"eh maaf maaf.. ngak mikirin apa-apa kok. ngak usah khawatir. aku baik-baik aja. ngak sakit." ucap Fauzan sambil tersenyum seolah ia baik-baik saja..
"yaudah. kalau gitu bentar ya. mau beli sesuatu untuk diminum. udah haus nih.." kata Fara sambil berdiri.
"Ra, tunggu,, gue ikut." ucap Randi keluar dari dalam tenda sambil berlari kearah Fara
"lah, terus gue gimana dong, gu__." ucap Fauzan langsung dipotong oleh Fara.
"ngak usah ikut. diam aja disini. dan jangan kemana-mana." ucap Fara dengan dingin memetong ucapan Fauzan, sambil meniggalkan Fauzan seorang diri didepan tenda. sedangkan Randi ngeledek Fauzan yang tidak diizinkan Fara untuk ikut.
•••••••••
"tumben-tumbenan lo tegas sama Fauzan." ejek Randi.
"Randi. gue lagi ngak mood bicara." jawab Fara sedikit menekan ucapannya.
"mbak, kopi angetnya dua ya!" Kata Fara pada penjual.
"Ra, lo mau beliin gue ya?" kata Randi dengan penuh harapan.
"ngak, ini buat Fauzan, gue udah merasa bersalah sama dia." jawab Fara. sambil mengambil Kopi yang tadi ia pesan.
__ADS_1
"ngak mesan kopi Ran?" tanya Fara pada Randi.
"ngak suka kopi. nih gue udah beli cocacola." jawab Randi sambil memperlihatkan minuman yang tadi ia beli.
"yaudah, balik yuk," ajak Fara pada Randi.
saat mereka berjalan menuju tenda, ternyata Fauzan masih berada ditempat yang sama, menunggu kedatangan Fara dan Randi.
"Zan. nih kopi minum dulu." ucap Fara sambil memberikan secangkir Kopi pada Fauzan.
"eh, makasih ya Ra, udah ngerepotin." ucap Fauzan yang tidak enak hati
"iya sama-sama" ucap Fara yang kembali tersenyum...
"Zan, gue balik deluan ya ke tenda, lo mau ikut atau masih ingin duduk disini?." ucap Randi dengan ketus.
"eh eh, tungguin dong, gue ikut, Ra kita balik ketenda dulu ya,, Bye" ucap Fauzan sambil melambaikan tanganya ada Fara...
••••••••••••••
KE ESOKKAN HARINYA
setelah beberapa hari, akhirnya giliran Fara untuk berjuang menggikuti lomba,, Fara bersiap-siap mengikuti lomba desing Logo. sementata Fauzan sangat ingin melihat bertandingan Fara. sayangnya ia sedang piket untuk jaga tenda, sehingga tidak dapat menyaksikan pertandingan Fara dan menyemangatinya dari dekat.
setelah beberapa jam menunggu, akhirnya teman Fauzan datang untuk mengantikannya piket jaga tenda. dengan cepat Fauzan keluar Dari tenda untuk menyaksikan Perlombaan yang Fara ikuti.. tapi sayang, ia melihat Fara yang baru saja keluar dari kedung tempat ia mengikuti lomba.
"Fara." teriak Fauzan sambil berlari Kearah Fara.
"Ra, udah selesai ya?" tanya Fauzan yang sedang ngos-ngosan karna berlari menghampiri Fara.
"iya, baru aja selesai. kamu sih ngak liat aku bertanding.." ucap Fara pura-pura kesal.
__ADS_1
"maaf ya Ra, tadi lagi piket jagain tenda, ganti jadwalnya ngak keburu.. saat mau pergi nonton tau taunya udah selesai aja." ucap Fauzan yang merasa bersalah.
"hahaha, iya ngak papa ko, setidaknya sebelum lomba di mulai, kamu udah nyemangatin deluan.." Ucap Fara dengan senyum tulus.
"ehemm.., jadi. kapan nih jadiannya?" selah mira yang melihat Fara dan Fauzan sedang asyik ngobrol.
"apaan sih,, kita hanya sahabatan kok.." rajuk Fara. sambil berjalan menuju tenda..
"bohong.. buktinya. panggilan kalian berdua, aku kamu. sedangkan sama kita. panggilnya lo gue. apa itu kurang jelas buk?." jelas Mira yang mengikuti langka Fara.
"sudah.. ngak usah dibahas lagi." selah Fauzan yang berada disebelah Fara dan di anggukan oleh Mira..
.....
semuanya sudah berkumpul didepan tenda putri sambil bernyanyi, Fauzan dan Randi memainkan gitar, berhubung sebentar malam mereka akan tampil.
"Zan, lo ngak cemburu tuh liat Randi dekatan sama Fara." kata andi.
"iya, gue cemburu, inginku menedangnya agar ngak duduk disamping Fara." ucap Fauzan dalam batinnya.
"hahaha apaan sih, yah ngak lah. toh ini hanya latihan doang." jelas Fauzan berbohong tentang perasaanya.
"hahaha iya juga ya.."
•••••••••••••
waktu sudah menunjukan pukul 9. Akhirnya, kini tiba bagi mereka untuk tampil vokalgrub...
setelah selesai tampil, mereka kembali ke tenda untuk makan malam, kemudian bersiap kembali untuk menggikuti upacara pembakaran Api Unggun.....
__ADS_1