Yang Ku Nanti

Yang Ku Nanti
Ep.22 Pergi Kebukit


__ADS_3

•••••••••••••••


tidak terasa sudah waktu pulang sekolah,, mereka berkumpul dan pulang bareng,,,, selama perjalan Fauzan lebih banyak diam.


membuat Pikiran Fara menjadi bingung dengan mood Fauzan.


"Fauzan. apa ada yang mengganggu pikiranmu?." Tanya Fara


"Tidak ada.... Kalau begitu aku deluan ya." Ucap Fauzan dingin...


Fauzan sebenarnya tidak ingin bersikap dingin.. namun dia sangat malu saat menggingat kejadian tadi disekolah. dan spontan membuatnya berkata dingin.


•••••••••••••••


Saat fara tiba dirumah, Fara mendengar pecakapan antara Nasya dan Kesya. mereka ingin jalan-jalan kebukit... saat melihat Fara yang terus berjalan kearah kamarnya. mereka langsung memanggilnya.


"Fara..." panggil mereka Barengan..


"mmm ya?." Tanya Fara tidak semangat.


"Kita mau jalan-jalan kebukit.. mau ikut nggak?. ajak Arya gih." Ujar Nasya.


"Fara sudah putus dengannya." jelas Fara dingin.


"Kalau begitu ajak Fauzan." Ujar Kesya. namun tidak ada jawaban dari Fara.


sebenarnya Fara berniat mengajak Fauzan. tapi dia takut. Fauzan akan menolaknya. karena sekarang mood Fauzan sangat jelek. mengingat Fauzan berkata dingin dengannya.


"Fara.?" tegur mereka yang melihat Fara bengong.


"oh, Maaf aku melamun. kalian saja yang mengajaknya. aku tinggal tunggu kabar." jelas Fara santai dan hendak meninggalkan mereka.


"Kalau begitu, kau saja yang menghubunginnya." ucap Kesya pada Nasya.


Nasya pun langsung mengambil ponselnya, dan lekas menghubungi Fauzan.


~PESAN WHATSAPP~~


"Assalamualaikum,, Fauzan?."


"Waalaikumsalam, iya kak nasya?."

__ADS_1


" besok ada waktu nggak?"


"mmm, iya ada. emang kenapa kak?"


"kakak mau ngajak kamu jalan-jalan kebukit.. kamu bisa nggak?"


"mmm insya Allah ya kak. Fauzan ngak bisa janji."


"baiklah, Kalau bisa.. kamu boncengan dengan Fara."


"aku bisa kak, bisa bisa bisa. perginya besok kan kak?"


"yaudah Besok perginya jam 8 ya, giliran ada Fara jawabnya secepat kilat. emang ya Fara senjata yang ampuh,"


"Heheheh,,, kak nasya biasa aja."


 


pesan whatsapp berakhir. mereka akhirnya memberi tahu pada Fara kabar bahagia itu.. dan mendengar penjelasan dari kakaknya, Fara sangat senang. karena dia akan jalan berasama orang yang disukainnya.


"Udah senang kan?," ledek Kesya pada Fara


"tidur yuk, besok kita harus pergi lebih awal. biar lebih lama disana." ucap Nasya.


"Kak selesai dari bukit, boleh nggak kita mampir ke gramedia? Fara mau beli sketch Book." ucap Fara sambil tertawa kecil.


"boleh kok, yuk tidur." ucap Nasya.


•••••••••••••••••••


**Keesokan Harinya**.


mereka semua berkumpul. Nasya berboncengan dengan pacarnya, ical. Kesya dengan Andra. sedangkan Fara bersama dengan Fauzan..... Fauzan sangat bahagia kerena bisa keluar bersama Fara, begitupun dengan Fara...


"Fara.. apa kau membawa tas?" tanya Fauzan yang sedang membawa motor.


"tentu saja." Jawab Fara riang.


"titip handphone ya." ucap Fauzan sambil memberi Handphonenya pada Fara.


selama di atas motor, mereka bercanda tawa. sambil menikmati pemandangan yang begitu indah... saat perjalanan mereka mendapat lampu merah, mereka menunggu hingga lampunya berubah menjadi warna Hijau.

__ADS_1


kini warna lampu itu berubah menjadi Hijau, Fauzan pun menjalankan kembali motornya. saat mulai menjalankan motornya, tiba-tiba ada motor yang menorobos lampu merah dan hampir menabrak Motor Fauzan. untuk saja Fauzan bergerak cepat untuk menghentikan motornya..


Fara sangat ketakutan, dan memegang erat pada Fauzan... Fauzan merasa bersalah melihat Wanita yang dicintainya menjadi ketakutan setengah Mati.


"Fara!" panggil Fauzan cemas.


"Zan, takut.. kita belum mati kan?." tanya Fara gemetar.


"kita masih hidup. kita mampir sebentar ya. beli minum." ucap Fauzan karena melihat Fara yang gemeteran.


Fauzan pun membelikan minuman untuk Fara. agar Fara bisa tenang. setelah Fara sudah merasa baikan. Fauzan pun melanjutkan perjalan mereka.


"Kita kehilangan mereka. zan." ucap Fara.


"tidak apa-apa. aku juga tahu kok jalannya. pegangan ya.." jelas Fauzan.


Mereka akhirnya memasuki area bukit itu. dari kejauhan,, mereka melihat ada Nasya dan Kesya didepan mereka. Fauzan pun melajukan kenderaannya...


sampainya diperbatansan untuk ke bukit. mereka harus membayar tiket untuk masuk, Saat Fara hendak mengeluarkan uangnya, Fauzan lebih dulu memberikan uangnya pada penjaga itu..


"Fara. biar aku yang bayar.. boleh aku meminta hal?. tolong jangan pernah keluarkan uangmu.." ucap Fauzan lembut.


"mm baiklah." jawab Fara yang merasa tidak enak.


mereka pun melanjutkan perjalan agar cepat sampai dibukit itu. saat Dua putar memasuki bukit itu, motor yang dinaikki Fauzan dan Fara tiba-tiba bocor... beruntung mereka bertemu dengan teman sekolahannya, Jadi Fauzan tidak perlu pusing harus berbuat apa.


"Maaf kalau merepotkan. Fara boleh jalan bareng kalian ngak? motor kami bocor" ucap Fauzan..


"terus kamu gimana Zan?" tanya Fara cemas.


"aku akan turun. untuk membawa motor kebengkel." ucap Fauzan sembari tersenyum manis pada Fara.


"tinggalkan saja motornya disini. nanti kita bawa kebengkel bersama-sama." ucap Fara


"ini tidak akan memakan waktu lama bawel." ucap Fauzan mencubit hidung Fara.


"mmm baiklah, jangan lama-lama ya,, aku takut. ini ambil buat patungan untuk tambal ban." ucap Fara sedikit khawatir.


"Fara,,, ingat ngak. apa yang aku katakan tadi.? jangan perna keluarkan uangmu sepeserpun." ucap Fauzan tulus dan hendak pergi agar Fara tidak bisa menghentikannya lagi.


•••••••••••••••••••••

__ADS_1


__ADS_2