
••••••••••••
Keesokan Harinya.
Dihari sabtu Fara hanya diam dirumahnya sambil membersikan rumahnya. dan akan berangkat sekolah pada jam 2 siang untuk latihan Pramuka....
Fara berangkat bersama temannya yang bernama Sarah. mereka selalu pergi latihan barsama-sama.
"Sarah. kita pulang latihan jam berapa?? soalnya ada janji ni.." Tanya Fara.
"jam 5 Fara.. udah latihan setiap minggu masih aja nggak tau jam pulang latihan." Jawab Sarah, dan hanya hanya ditanggapi Fara dengan senyuman...
•••••••••••
Pulang Latihan.
Fara sesekali memeriksa Ponselnya, menunggu chat dari Fauzan, namun tak Kunjung datang... dan beberaa saat kemudian saat masuk waktu sholat Magrib, chat Fauzan Masuk..
Fara bertanya-tanya. Adaapa dengan Fauzan. tidak biasanya dia mengirim pesan di waktu sholat magrib.
PESAN WHATSAPP~~~
"Fara" {Fauzan}
"Kok ngechat sih,, kenapa nggak sholat?" {Fara}
"Aku nggak Bisa sholat Fara." {Fauzan}
"Lah, kok bisa. harus bisa dong." {Fara}
"Yah kalau bisa. pasti udah sholat, Tanganku sedang di infus, aku masuk rumah sakit." {Fauzan}
"hah? yang benar. jangan bohong ya nggak lucu." {Fara}
"bohong dosa. aku masuk rumah sakit tadi siang." {Fauzan}…
"hmm Baiklah, besok aku akan datang menjengukmu." {Fara}
~~~~~~~
__ADS_1
pesan WhatsApp berakhir. Fara berencana ingin menjenguk Fauzan besok. Namun di masuk chat Dari teman Fara. mengajaknya menjenguk Fauzan. dan Fara pun bersemangat untuk menjenguk Fauzan.
Fara tidak memberitahukan pada Fauzan bahwa dia akan datang malam ini, Yang Fauzan tahu, Fara akan datang besok.
••••••••••••••
Tibanya mereka dirumah sakit. masuk pesan Grub WhatsApp dari Fauzan, mengatakan bahwa dia sudah berada dirumah. Fara dan temannya pun memutuskan pergi kerumah Fauzan.
sesampainya dirumah Fauzan, Fara dan teman-temannya melihat kak Zahra sedang berjalan.
"Kak, Fauzannya ada." Tanya Kia pada kak Zahra
"Fauzannya masih dirumah sakit dek, baru saja mausuk tadi siang." jawab Zahra
"terimakasih kak, kalau begitu, kami pamit kerumah sakit Ya." uajr Kia.
mereka pun kembali kerumah sakit. Fara sangat kesal dengan Fauzan.. sampainya mereka dirumah sakit, Teman sekalas Fauzan datang menjenguk Fauzan.
"Eh, nyonya Fauzan juga datang" ucap Ahmad menggoda Fara.
"Berisik lo, yuk masuk." ucap Fara mengabaikan Ahmad.
Fara memilih masuk belakangan setelah teman sekelas Fauzan keluar.. saat masuk keruangan, Fara berpapasan dengan ayah Fauzan. dan menyalami ayah Fauzan.
"Masuklah nak. Fauzan mungkin sudah menunggumu." ujar Ayah Fauzan.
"hahaha, om bisa aja." ucap Fara dan hendak Masuk ruangan.
dan Saat masuk ruangan lagi-lagi langkah Fara terhenti. Ibu Fauzan memanggil Fara dan teman-temannya.
"Ini nak Fara kan?." tanya Ibu Fauzan.
"ah, iya bu, saya Fara." Jawab Fara.
ibu Fauzan langsung menarik Fara dan duduk diranjang pasien yang sedang kosong.
"Fara duduk sini saja dulu, sama ibu, lagian disitu masih banyak orang." ujar Ibu Fauzan.
"ahaha, iya bu. saya akan masuk ketika merek sudah selesai." jawab Fara dengan deg-degan.
__ADS_1
"bu, tangannya kenapa? kemarin Fauzan bilang mau ngantarin ibu kerumah sakit. eh besoknya lagi, dia yang masuk rumah sakit." ucap Fara pada ibu Fauzan.
"ah ini. iya kemarin Fauzan antarin ibu, karena tangan ibu terluka. dan tau taunya dia yang dirawat dirumah sakit sekarang.." ucap ibu Fauzan sambil tertawa.
"Fauzan tidak mencarimu? dia pasti menunggumu" sambung Ibu Fauzan.
"haha, tenang saja bu, Fauzan tidak tahu kalau saya datang malam ini, dia taunya kalau saya akan datang besok. nih chat Fauzan masuk bu." jawab Fara dengan senyum manis diwajahnya.
"haha dasar anak itu. sudah tahu temannya datang, tapi malah sibuk dengan ponselnya" Ucap Ibu Fauzan sambil memegang tangan Fara. .
teman Fauzan pun, akhirnya berpamitan untuk pulang, dan tinggal Amar, yadi dan Fara yang berada diruangan itu, namun Fauzan belum mengetahui kalau Fara berada diruangan itu..
"Yadi, fara mana ya? kok dari tadi nggak kelihatan." Tanya Amar.
"Fara tadi bilang, dia datangnya besok. terus ngapain kalian mencarinya?" selah Fauzan salah tingkah.
"haha, yakin lo," Ucap Yadi sambil tertawa
Fara pun muncul dan mambuat Fauzan Kaget setengah mati.. dan sesekali ia mengosok-gosok matanya.
"Fara. eh masa iya fara disini" ucap Fauzan tak percaya
"Heii , kamu tidak sedang melihat setan zan. ini beneran aku kok." Ucap Fara tersenyum sambil duduk disebal Yadi tepat dihadapan Fauzan.
"Katanya datang besok, kenapa nggak bilang kalau mau datang?." Tanya Fauzan.
"tahu nggak? kamu itu sudah membuatku bolak balik rumahmu dengan rumah sakit. saat kita tiba dirumah sakit. pesan mu masuk bahwa kamu sudah berada dirumah, dan kami langsung kerumahmu. tapi kata kak zahra kamu masih disini... jahat sekali kamu." ucap Fara mengeluarkan semua unek unek yang ada didalam kepalanya
"ah, maafkan aku. aku tidak tahu kalau kau akan datang. yang ku tahu kau akan datang besok, makannya aku berani bilang seperti itu,, " jelas Fauzan.
"Yah, setidaknya jangan berbohong zan, kebohonganmu akan membuat seseorang kelelahan." ucap Fara dengan ketus
"Maafkan aku yaa. nggak maksud membuatmu kelehan, oh butuh tissue?" ucap Fauzan sambil memberikan sekotak tissue pada Fara.
"peka juga." ucap fara sambil mengambil tissue.
"Hei ingat, dunia ini bukan milik kalian berdua. ingatlah kami disini." sela Yadi yang paham akan situasi
"Apa maksud dari perkataanmu Di? emang mereka pacaran ya? mereka bukannya dekat dari dulu ya, jadi jangan heran kalau mereka seperti sepasang kekasi. kita semua juga seperti itu." selah Amar yang tidak mengetahui yang telah terjadi.
__ADS_1
mungkin bisa dikatakan Amar adalah satu-satunya orang yang masih belum mengetahui hubungan Fauzan Dan Fara sebenarnya.
•••••••••••••••••