Yang Ku Nanti

Yang Ku Nanti
Ep.23 Khawatir


__ADS_3

•••••••••••••


Fara tidak dapat menghentikan Fauzan. karena dia cukup keras kepala. akhirnya Fara membiarkan Fauzan pergi untuk membawa motor kebengkel.....


"kenapa dia begitu keras kepala." celutuh Fara dalam batinnya.


"Fara,,, jangan melamun terus. Fauzan bakal balik. yuk jalan. masih jauh banget ni." ucap Sasa


"ngmm baiklah." jawab Fara.


mereka akhirnya berjalan bersama untuk sampai ke bukit. setelah mereka berjalan cukup jauh, akhrinya mereka sampai dibukit itu, tetapi mereka berjalan ditadak sampai dibuncaknya.


terpaksa Fara berjalan sendiri keatas puncak bukit itu. karena Sasa tidak Mampu lagi untuk mendaki bukit itu, karena terlalu tinggi. namun Fara harus tetap melanjutkan perjalanan untuk sampai kebukit, karena Nasya dan Kesya sudah sampai dipuncak bukit itu lebih dulu.


"Sasa. kalau kalian bertemu dengan Fauzan di jalan. tolong beritahu ke dia, kalau aku sudah di puncak Bukit." pintah Fara pada Sasa.


"baiklah..." ucap Sasa dengan rama.


Fara pun melanjutkan perjalannya untuk kebukit. setelah mendaki cukup jauh. akhirnya Fara sampai di puncak bukit. walaupun sedikit kelelahan.


"kalian membunuhku. dasar kakak yang tidak ada sedikit rasa ibah pada adiknya." celetuh Fara kesal.


"maafkan kami,,, ya. bukan maksud ninggalin kok." ucap Nasya merayu Fara.

__ADS_1


"omong kosong. tau ah, aku bete." ucap Fara kesal meninggalkan mereka dan mencari tempat lain untuk istirahat.


"Fara.... Fauzan mana?." tanya Ical yang sadar kalau Fauzan tidak ada bersama Fara.


"hilang. karena kalian tinggalkan." ucap Fara dingin...


Sebenarnya Fara cemas dengan Fauzan. dari tadi Fauzan pergi, dan tak kunjung kembali, Fara ingin menelfon Fauzan namun Handphone Fauzan ada padanya...


pikiran Fara jadi tidak menentu karena memikirkan Fauzan.


"Ya allah, apa dia tidak tau jalan untuk kembali kesini? tidak mungkin... apa kekurangan uang? harusnya kuberikan uang ini padanya walaupun ia menolak." Kesal Fara pada dirinya sendiri..


"Fauzan, kamu dimana, kenapa belum datang juga.." gerumuh Fara terdengar oleh Nasya dan lainnya.


"Sabar ra. mungkin dia mampir untuk sholat dzuhur. bersabarlah. coba kamu telfon dia." ucap Dani menenangkan Fara.


Dari tadi, Fara berpindah pindah tempat sembari melihat ke jalan,,, walaupun tidak mungkin kalau dia bisa melihat Fauzan dari kejauhan..


"Fara. duduklah bersama kami, Fauzan akan datang kok,." ucap Nasya.


"tidak kak, Fauzan sudah pergi dari tadi, dan tidak ada kabar. ini sudah berjam-jam dia pergi...." jelas Fara tegas.


Setelah lama menunggu Fara akhirnya memutuskan untuk duduk sambil mendengarkan music, agar tidak terlalu cemas,,,,

__ADS_1


Namun semuanya sia-sia. dia masih memikirkan Fauzan. dia sangat takut terjadi sesuatu pada Fauzan.... akhirnya ia kembali berdiri, saat berdiri tiba-tiba hati Fara menjadi tenang.


"itu Fauzan. iya itu Fauzan." ucap Fara senang.


"Fara. kami tau kau menghawatirkan Fauzan. tapi itu tidak mungkin Fauzan, orang itu terlalu jauh untuk kau kenali. dia harus melewati dua putaran lagi agar kau bisa mengetahui, itu Fauzan atau bukan." ucap Ical tak enak.


"tidak Ical, hatiku berkata bahwa itu Fauzan." tegas Fara menyakinkan Mereka semua.


"Mau taruhan?. kalau itu benar Fauzan kita akan mentraktirmu. tapi jika sebaliknya. kau yang akan mentraktir kami." ucap Dani


"Baiklah. aku terima. ku harap kalian akan menepati janji." ucap Fara sedikit dingin..


merekapun ikut berdiri dan melihat orang yang dibilang Fara adalah Fauzan. mereka kurang yakin kalau itu Fauzan, akhirnya mereka tetap mengikuti taruhan itu.


Saat orang itu tiba diparkiran. mereka berempat terkejut melihatnya. kecuali Fara. dan Fara hanya tersenyum bahagia.


"benar kan yang ku katakan." ucap Fara bahagia.


"Kuharap kalian menepati janji." sambung Fara dengan sedikit penekanan...


"kita kalah, Ra. kalian ada ikatan batin ya?" Tanya Kesya yang tak percaya


"entalah. mmm bisa jadi. aku hanya mengikuti kata hatiku." ucap Fara yang sudah tidak cemas.

__ADS_1


Fara pun duduk dengan bangga.. sambil menunggu Fauzan yang tengah mendaki kepuncak bukit.


•••••••••••••••••••


__ADS_2