
••••••••••••••
tengah pembiacaraan mereka. Arya juga ikut menyaksikan. melihat Fauzan dan Fara berduaan membuatnya kesal. akhirnya ia berjalan melewati Fauzan dan Fara.
"alasannya karena ada yang lainya." sindir Arya melewati mereka berdua..
"huuu,,,, dasar pengganggu." teriak teman sekelas Fauzan.
Fauzan dan Fara tidak mendengarkan ocehan Arya pada meraka.. dan Fauzan melanjutkan perkataan pada Fara.
"Maafkan aku. dan kurasa ini berat untukmu, karena menungguku. tapi aku mohon. jagalah hatimu untukku. apa kamu tidak masalah dengan itu?" Tanya Fauzan yang masih tidak percaya.
"perbuatanmu baik zan, aku akan menunggumu, karena aku menyukaimu." jawab Fara bahagia.
"mmmm. aku lebih lama menyukaimu daripada kamu mencintaiku. tapi yah begitulah. aku tidak ingin mengajakmu pacaran.." jelas Fauzan dengan tersenyum lebar.
"iyaiya. aku kalah soal mencintai.." lirih Fara membuat Fauzan gemas ingin mencubit pipi Fara.
"hehehe, karena tekatku sudah bulat untuk menunggumu dan hanya menginginkanmu." lanjut Fauzan.
"apapun itu aku akan menunggumu, awas saja ya kalau aku dengar kamu dengan dengan wanita lain." sindir Fara pada Fauzan.
"iyaiya... calon masa depanku." goda Fauzan pada Fara.
"uwuu.. dapat tontonan gratis nih." teriak teman sekelas Fara.
semua teman-teman mereka yang menyaksikan itu sangat iri dan cemburu. karena Fara bisa dicintai lelaki seperti Fauzan. namun mereka semua sangat bahagia. akhirnya Fara lebih memilih Fauzan.
__ADS_1
••••••••••••
Fauzan kembali kekelas untuk mengambil tasnya. begitu pula dengan Fara. saat masuk kelas. semua temannya sangat heboh.. mereka pun kerja sama untuk mengambil handphone Fara untuk melihat semua chat dan gambar yang menyangkut demgan Fauzan.
sementara Fauzan. juga mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh Fara. teman kelasnya tidak kalah heboh dengan kelas Fara. Fauzan berfikir bahwa mereka tidak melihatnya. ternyata teman kelasnya sudah lebih dulu melihat mereka.
"pantas saja sikapmu pada Fara sangat aneh." rayu Bayu pada Fauzan.
"apaansih." ucap Fauzan malu.
"yess. sekelas bentar lagi mau makan daging nih." selah Ahmad.
"Daging,, daging. pala lo yang gue jadiin daging." jawab Fauzan ketus.
"pulang deluan ya..." sambung Fauzan yang ingin segerah meninggalkan kelasnya
•••••••••••••
Fauzan pun keluar dari kelasnya. dan hendak pulang kerumah.. sampai dirumah, Fauzan mengucapkan salam dan langsung memeluk kedua orang tuanya karena sangat bahagia..
"Tumben.." sahut ayah Fauzan
"kangen ya." goda ibu Fauzan.
"Ma,, pa.. Cinta Fauzan dibalas oleh Fara." ucap Fauzan bahagia
"Alhamdulillah sayang., tapi bukannya Fauzan sudah janji untuk tidak mengajak nak Fara pacaran?" Tanya ibu Fauzan,
__ADS_1
"Alhamdulillah ma, pa.. Fauzan masih tetap pegang pendirian itu kok, Fauzan berterus terang padanya. dan Fara mau menunggu Fauzan.. hingga datang padanya." jelas Fauzan yang sangat bahagia.
"Allah mendengarkan doamu sayang.... jaga hati Fara. jangan sampai kamu menyakitinya.. belum sholatkan? kalau begitu. masuklah kekamarmu, bersikan badanmu dan pergilah sholat." Ujar Ayah Fauzan.
••••••••••••••
Fauzan pun masuk kekamarnya dan menyimpan semua atribut sekolahnya dan hendak mandi untuk sholat .. selesai sholat Fauzan sesekali menampar-nampar pipinya karena tidak percaya akhirnya dia mengatakan dengan berterus terang pada Fara.
tanpa Fauzan sadari. ternyata kakaknya sudah dari tadi memperhatikannya seperti orang gila..
"hoho.. sepertinya kau sudah gila." ejek Zahra
"kakak, sudah berapa lama berdiri disitu?" Tanya Fauzan yang kaget bahwa kakaknya sudah berada dalam kamarnya.
"tidak perlu malu, aku sudah melihat semuanya. Apakah Fara tidak bodoh untuk memilihmu." ucap Zahra yang masih mengejek adiknya
Tentu saja Zahra sangat menyukai Fara. karena Fara dapat mengubah Fauzan bersikap lebih dewasa.
"tidak bisakah kakak membiarkanku bahagia.?" celetuh Fauzan.
"aku sudah terlalu sering membuatmu bahagia adikku tersayang." ucap Zahra yang tidak ada henti-hentinya menggoda Fauzan.
"jijik melihat kakak seperti itu, kakak tidak menyukainya itu tidak masalah... keluar dari kamarku. aku mau tidur." ucap ketus Fauzan.
"eistss, siapa bilang aku tidak menyukainya. aku lebih menyukai Fara ketimbang dirimu..awas saja kalau kau menyakiti calon adik iparku.. akan kucincang-cincang dirimu jika itu terjadi." ancam Zahra sedikit menggoda Fauzan, dan pergi keluar dari kamar Fauzan. karena dia melihat Fauzan sudah cukup malu.
Fauzan akhirnya bisa merabahkan dirinya diatas kasur dengan perasaan bahagia. dan tanpa sadar tenyata Fauzan sudah tertidur dengan sangat cepat..
__ADS_1
•••••••••••••