
..............
Doni dan Ahmad yang dari tadi mendengar percakapan Fauzan dan Tita. membuat mereka tertawa, karna pertanyaan yang dilontarkan Tita sangat tepat. Fauzan telah tertangkap basa oleh sahabat Fara....
"hahaha,, iya kamu benar. dia suka sama sahabatmu. kenalin aku Ahmad dan ini Doni kami berdua sahabat fauzan." selah Ahmad ditengah perbincangan Tita dan Fauzan.
"apaan sih. tuh mulut kalau ngomong rem-rem dikit dong!" ucap Fauzan dengan nada yang sedikit kesal pada Ahmad
"Tita,,, tolong ya, jangan beritahu dengan sahabatmu, kalau aku suka sama dia!" ucap Fauzan yang sedikit frustasi sambil memohon pada Tita buat nyembunyiin perasaanya pada Fara
"tenang,,, ngak bakal gue bilangin kok, santai aja kali.., hehehe." ucapan Tita yang membuat Fauzan sedikit lega..
"baiklah, Ta kamu pulang sekolah bareng Fara ya!?" kata Fauzan
"iya," Jawab Tita pada Fauzan
"ahh, kita bertiga bo-boleh ikut ngak? sakalian ajak kenalan juga,,,." ucap Fauzan yang sedikit gugup.
"boleh kok" ujar tita sambil tersenyum
...................
sepulang sekolah Fauzan dan Sahabatnya mengikuti Tita, yang hendak pergi menemui Fara dan Audy, Fauzan yang berencana ingin kenalan dengan Fara pada hari ini dan tidak ingin menunda-nundanya.
"Ra, Audy." panggil Tita pada kedua sahabatnya yang sedang duduk di bawa pohon.
__ADS_1
"ra, audy, nih kenalin teman sekelasku," kata Tita yang mengenalkan Fauzan dan sahabatnya pada Fara dan Audy.
melihat Wanita yang ia impikan berada tepat dihadapannya. tanpa menunggu lama. Fauzan melontarkan tangannya dan langsung diraih Oleh Fara.
"Fauzan, Fauzan Al-Iman. dan ini Ahmad dan Doni sahabat gue." ucap Fauzan sambil memperkenalkan kedua sahabatnya
"mmmm, Fara, Fara Rahmadani. dan ini Audy sahabatku," ucap Fara yang molontarkan senyum manisnya ada Fauzan dan Sahabatnya
"hehehe, semoga kita jadi teman dekat ya, sampai seterusnya" kata Fara pada Fauzan.
"hahaha, iya. aku juga ngarapnya gitu sih." kata Fauzan yang senang mendengar pakataan Fara.....
"ehhm,, kalau gitu, kita pulang deluan ya, Fara, Tita, Audy. kalian juga harus pulang, ntar kemalaman di jalan" kata Doni sambil menarik tangan Fauzan..
.............
"selamat ya Zan, kamu udah maju selangka, tinggal dikit lagi, kamu bakal dapatin dia." kata doni pada Fauzan.
"iya,,,, ini semua juga berkat kalian.." ucap Fauzan
di balik pembicaran Fauzan dan Doni,,, Ahmad hanya berpikir keras, apakah Fara punya pacar atau tidak, Ahmad sangat takut jika sahabatnya akan patah hati untuk yang pertama kali.
"mmmm, bentar deh, gimana kalau Fara undah punya pacar!?" kata ahmad yang tadinya berpikir keras akhirnya mengeluarkan semua yang ada dipikirannya.
"kalaupun emang benar Fara punya pacar, itu semua tidak akan merubah apapun, hatiku sudah terlanjur dicuri olehnya, aku akan menunggunya sampai kapanpun,, tanpa merusak hubungannya dengan pacarnya. toh jodoh ngak bakal kemana, aku akan tetap disini dan mendukung keingin Fara. mungkin aja suatu saat nanti hati Fara akan terbuka untukku." ucap fauzan pada sahabatnya, yang sedikit sedih jika benar adanya bahwa Fara memiliki kekasih, tapi itu tidak membuat Fauzan menyerah pada Fara.
__ADS_1
kedua sahabatnya itu sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Fauzan tadi, karna selama ini fauzan yang mereka kenal, sama sekali tidak perna jatuh cinta, dan selalu menolak perempuan yang datang padanya untuk menyatakan cinta, tapi hanya karna seorang wanita yang bernama Fara pun, Fauzan rela menunggu sampai kapanpun. Hati fauzan yang sekeras batupun dapat diluluhkan oleh Fara.
"semoga penantianmu akan terbalaskan zan" batin Doni yang sudah melihat tekat Fauzan untuk mendapatkan Fara.
..............
Fauzan pun tiba dirumah. ia meruoakan anak yang berbakti pada kedua orang tuanya, dia anak kedua dari tiga bersaudara....
"Assalamualaikum, ma, pa" ucap Fauzan sambil menyalami kedua orang tuanya.
"waalaikumsalam nak." jawab kedua orang tua Fauzan.
"Fauzan lanjut kekamar dulu ya ma, pa. mau siap-siap sholat" ucapa fauzan yang meninggalkan kedua orang tuanya dan hanya dibalas senyum manis oleh kedua orangtuanya.
"eh,,, dek, kalau udah selesai sholat, ganti baju ya terus jangan lupa turun untuk makan malam." teriakan yang keluar dari arah dapur yang tak lain adalah Zahra, kakak perempuan Fauzan.
"iyaiya kak"
...........
setelah selesai sholat dan mengganti pakaiannya Fauzan membaringkan badanya ditempat tidurnya sambil berpikir keras. Fauzan ingin memastikan, Fara punya pacar atau tidak.
"duh, gimana nih, pengen nanya tapi gue lupa minya nomor hp dia." kata Fauzan dalam batinya, sambil memikirkan betapa bodohnya dia, karna lupa untuk meminta nomor Fara.
"udah ahk, makin kesal aja memikirkannya terus menerus. toh besok juga ketemu. sekalian aja minta nomor telfonnya,." ucap fauzan untuk dirinya sendiri. dan bergegas turun untuk makan malam.
__ADS_1