
••••••••••••
Saat tiba dirumah, Tidak ada satupun orang yang ada didalam rumahnya. ayah ,ibu dan kakaknya pergi kerumah neneknya. sedangkan Fauzan ditinggal kerena harus sekolah.
Fauzan pun langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.. mendengar Percakapan Fara dan Arya tadi.. membuat Fauzan kembali semangat.
"akhirnya aku telah mendapatkan jawaban dari semuanya. tidak sia-sia aku berdoa pada Allah." Ucap Fauzan kembali semangat.
"ah. aku harus mengabari Ahmad Dan doni. kalau aku akan tetap memperjuangkan Fara."
~WHATSAPP~
"Ahmad, doni. aku sudah mutusin buat mempertahin Fara." {Fauzan}
"nah, ini nih yang kita tunggu-tunggu." {Doni}
"akhirnya, lo dapat titik terang juga Zan, buat kembali berjuang." {Ahmad}.
"makasih ya bro, selalu ada biat gue." {Fauzan}
"Sama-sama".
~~~~~~~~~
pesan WhatsApp berakhir. Fauzan kembali semangat.. dan memandang fotonya bersama dengan Fara...
Fauzan tidak sabar untuk berangkat kesekolah besok, saking senangnya Fauzan lupa untuk makan.. dan karena kesengannya itu membawa dia sampai tertidur pulas.
•••••••••••••
Keesokan Harinya
Fauzan kembali ceria seperti biasanya. dan tidak memasang wajah kusam lagi.
Saat Tiba disekolah, Fauzan sudah melihat Sahabatnya berkumpul seperti biasanya, Fauzan langsung bejalan kearah mereka.
__ADS_1
"Fauzan..." panggil Fara.
"iya, kenap Ra.?" tanya Fauzan tersenyum.
"kamu seperti orang gila. senyum senyum sendiri." jelas Fara. yang tidak suka Fauzan senyum seperti itu..
"karena aku bahagia,,, makanya aku tersenyum. tapi kalau kau tidak menyukainya. aku tidak akan tersenyum." belas Fauzan dengan senyuman.
"terserah deh. aku deluan ke kelas ya." ucap Fara sambil berdiri dari tempat duduknya.
Saat Fara hendak pergi.. tiba-tiba ada sosok seseorang yang sangat tinggi menghalangi jalannya.. dan Raut wajah Arya terlihat kesal.
"Hei,,, jangan menghalangi jal___" ucapan Fara terjeda saat melihat Wajah seseorang itu. ternyata dia adalah Arya.
"Kenapa tidak langsung ke kelas." Ucap dingin arya.
"Apa kau tidak mendengar penjelasanku kemarin?." Tanya Fara.
"aku tidak akan merimanya. sini ikut denganku." ucap Arya sambil menarik tangan Fara.
"kau bawa kemana dia?" Tanya Fauzan dingin.
"bukan urusanmu." Jawab Arya dingin dan melepaskan genggaman Fauzan.
"Ini akan menjadi urusanku selama kau membawa Fara secara paksa." jawab Fauzan dingin dan menatap tajam mata Arya. dan kembali mengenggam tangan Fara.
Semua orang disekitar mereka. melihat kearah mereka. Arya menajadi tidak enak karena menjadi tontonan, akhirnya dia melepaskan genggamannya pada Fara. Fauzan akhirnya lega, Arya melepaskan tangan Fara.
"Fara... biar aku yang antar sampai ke kelas..". tegas Fauzan.
"Baiklah.." ucap sahabatnya barengan.
"hey Fauzan. biarkan aku mengantarnya." teriak Arya mengejar Fauzan.
karena kesal. Fauzan tidak memperdulikan sekitar. ia tidak melepaskan genggamannya dangan fara. dan itu tidak lari dari pandamgan sahabatnya.
__ADS_1
"apakah ada sesuatu yang terjadi di antara mereka bertiga?." Tanya Audy heran.
"Yah,,, mungkin saja...." jawab Doni.
"Audy. bisakah otakmu bekerja sedikit saja.. kanapa kau begitu lalodd.." ucap Tita mencubit pipi Audy...
"oh. maafkan aku, aku tidak begitu paham dengan situasi ini." ucap Audy..
"Sudalah. kita balik ke kelas yuk." ujar Ahmad hendak berdiri.
merekapun pergi kekelas bersama sama..
••••••••••••••••••
"Zan.. Kita sudah sampai. apa kamu akan terus terusan mengenggam tanganku?? dari tadi kita diperhatikan orang-orang loh." ucap Fara yang tidak enak. pasalnya dia bukan Pacar Fauzan.
Fuazan tidak mendengarkan perkataan Fara. saat sampai dia langsung meninggalkan Fara tanpa sepatah katapun..
"aku sudah putusakan akan terus menunggumu dan melindungimu dengan caraku sendiri." Ucap Fauzan dalam batinnya
•••••••••••••••
Saat Fauzan tiba di kelas. dia sudah melihat ketiga temannya sudah menunggunya dari tadi. untuk meminta penjelasannya..
"Anak yang di tungguh akhirnya datang." Ucap Tita.
"apa yang terjadi antara kalian bertiga. Arya kan Pacara Fara. tapi kenapa kau melarangnya membawa Fara.?" Tanya Doni.
"Hubungan Fara dan Arya sudah selesai kemarin, tapi Arya tidak dapat menerimanya. dan Fara bersikap tak peduli dengannya. yang Fara tau dia sudah tidak memiliki hubungan apa apa lagi dengannya." jelas Fauzan santai.
"makanya aku berusaha melindungi Fara darinya. apa itu salah?." sambung Fauzan.
"tidak.. kau tidak. salah,,, itulah namanya perjuang cinta Doni." selah Ahmad sambil memukul pundak Doni.
Fauzan tahu, dia tidak bisa menyembunyikan apa apa dari sahabatnya.. sekuat apapun dia menyembunyikan sesuatu, pasti akan kelihat oleh sahabatnya itu....
__ADS_1