Yang Ku Nanti

Yang Ku Nanti
Ep.30 Dirawat (2)


__ADS_3

••••••••••••


Fauzan, dan Fara hanya tersenyum mendengar sanggahan dari Amar. sedangkan Yadi tertawa terbahak-bahak mendengar sanggahan Amar terhadap perketaannya.


"mengapa kau begitu polos Mar. apakah kau anak yang baru lahir kemarin.?" ucap Yadi tertawa sambil memukul pundak Amar.


"nih anak kebiasaan ya. kalau ketawa bawaannya suka mukul. ketewa aja terus, sampai tua." ucap Amar sambil menghentikan tangan Yadi yang memukulnya.


"Shuttt" sela Fara pada mereka berdua, Yadi dan Amar menatap Fara dengan heran. Yadi pun menghentikan tawanya.


"Kalian bisa diam nggak? ini rumah sakit. jadi tolong jangan berisik, kalian akan mengganggu pasien yang lain.." lanjut Fara.


melihat Fara yang sedikit mengomeli Yadi dan Amar, Fauzan tertawa kecil melihat mereka. sedangkan Amar dan Yadi hanya bisa diam dan tidak membalas ucapan Fara.


"Apa kau sesenang itu melihat kami dimarahi oleh fara?" ucap Yadi kesal ketika melihat reaksi Fauzan saat Fara memarahi mereka.


"Hey, hey, kau membentak Fauzan? Sekarang Fauzan adalah pasien disini." ucap Fara sinis.

__ADS_1


"Fara. kau bagaikan ibu yang sedang menjaga anaknya. sedangkan kami? kau anak tirikan." celoteh Amar.


"biarin. disini Fauzan Pasien dan kau hanya tamu" sahut Fara sambil mengambil ponselnya yang dipegang Fauzan.


Fara melihat jam di ponselnya. tidak terasa sudah hampir jam 11 malam dia berada dirumah Sakit. saat bersama Fauzan, Fara saring lupa waktu..


"Aduh, sudah jam segini. Zan maaf ya, sepertinya aku harus pulang." ucap Fara tergesah gesah.


"Ra. kau tidak ingin menginap?" ucap Fauzan menghentikan langkah Fara.


"Hey, ayolah. kalian tidak sedang pacaran, tapi kenapa menyurunya menginap dan tidak menyuruh kami berdua untuk menginap?." selah Amar yang heran dan sedikit kesal karena dirinya selalu di abaikan.


"hey, apa sekarang kalian mengabaikanku?" ucap Amar dengan sedikit sedih, namun masih tetap diabaikan oleh mereka.


"hikss,,,, hikss. mereka mengabaikanku Di. sahabat tapi kok ngabaiin ya." rengek Amar pada Yadi sambil bersandar dipundak Yadi.


"Baiklah, hati-hati dijalan. langsung pulang kerumah ya. jangan mampir ditempat lain lagi." sahut Fauzan yang masih memgabaikan Amar.

__ADS_1


"kau seperti orang yang baru saja melepaskan anaknya untuk bermain." selah Yadi


"Sudah ah, Fara tungguin aku juga mau balik, disini aku diabaikan melulu." teriak Amar dengan sedikit sindiran pada Fauzan dan Yadi


Fauzan tidak sadar. kalau sedari tadi dia memgabaikan Amar. dan hanya menatap Yadi dengan penuh tanda tanya saat Amar mengejar Fara untuk ikut pulang...


"jangan dipikirkan. dia pergi karena terabaikan, kau hanya fokus berbicara ada Fara,,," jelas Yadi sambil tertawa kecil karena masih mengingat tingkah Amar yang seperti anak kecil.


"apa aku telah melakukan kesalahan?" sambung Fauzan yang masih belum mengerti akan situasi saat ini.


"tidak.... hanya saja Amar belum tahu hubunganmu dengan Fara seperti apa.. dan kau tahu, kamu menjadi bucin saat dekat dengan Fara." ucap Yadi sambil menepuk-nepuk pundak Fauzan dan terwa ngeledek Fauzan dan hendak pergi keluar ruangan...


Fauzan tidak dapat berkata-kata lagi, dia begitu terkejut. bahwa Yadi mengetahui hubungannya dengan Fara. tanpa dia beritahu. terlebih lagi dia dan Yadi beda sekolah. bagaimana Yadi Tahu?.


"hmmm.. Yadi anak yang peka ya?" Fauzan berpikir keras tentang perkataan Yadi.


••••••••••••••

__ADS_1


Sampainya Fara dirumahnya. Dia kembali berfikir keras. apakah keputusannya kali ini benar. mau menunggu Fauzan, pasalnya perjalanannya kedepan masih panjang, apakah dia tidak akan goyah, untuk menjaga hatinya untuk Fauzan?


__ADS_2