
Perkenalkan namaku Eshy Herzegovina Danuwidjaya.
Aku baru saja menyelesaikan pendidikan magister kedokteran.
Ayahku bernama Alex William Danuwidjaya, beliau adalah seorang petani tulen yang sukses, dan Ibuku bernama Madeline Barbara,seorang ibu rumah tangga yang sangat luar biasa.
Abang pertamaku bernama Gian Franco Danuwidjaya,
Kakak keduaku bernama Marco Danuwidjaya kedua kakakku ini sudah lulus magisternya juga dan sekarang sedang bekerja di perusahaan perusahaan ternama di kota ini bahkan kakak keduaku sudah memiliki usaha sendiri di bagian property.
Aku mempunyai dua orang sahabat bernama Icha dan Dian.
Mereka adalah sahabatku sejak kecil hingga sekarang.
Mereka berdua adalah anak anak pengusaha terkaya di kota ini.
Tapi mereka bukanlah seperti anak anak lain yang sombong melainkan mereka adalah sahabat yang tahu diri dan susah senang sama sama.
Ada juga sih beberapa orang teman yang suka nyinyir kehidupanku tetapi aku gak perduli.
Bagiku hidup ini adalah perjuangan dan aku akui itu perjuangan sangat berat adalah perjuangan di lingkungan tempat tinggalku di mana masih banyak orang yang Sumber Daya Manusia nya masih sangat minim,karena minim itulah sering terjadi saling iri,sombong dan ya itu arogan.
Aku aslinya seorang gadis sederhana yang sangat lembut dan baik hati.
Tetapi semua itu tak berlangsung lama,karena sebuah kejadian membuatku menjadi seorang wanita yang sangat arogan dan banyak orang menjadi minder bahkan beberapa temanku menarik diri dari pergaulan kami.
Aku tak mengerti mengapa aku seperti ini?Mengapa aku mudah sekali marah dan gampang emosian.
Kadang emosiku tidak terkontrol dengan baik sehingga membuat orang orang terdekatku enggan tuk bergaul denganku.
Sebenarnya aku hanyalah seorang gadis biasa yang bahkan sekolahku pun mengandalkan beasiswa dari perguruan tinggi tempatku menimba ilmu.
**
Ibuku seorang ibu rumah tangga biasa dan pekerjaannya hanya mengurus kami bertiga saja sambil membuka toko kecil kecilan di rumah.
Sedangkan Ayahku seorang petani tulen yang hidupnya berkecimpung dalam dunia pertanian.
Kehidupan kami sangat pas pasan tetapi kami tidak pernah mengalami krisis uang karena ayah dan ibuku tahu memanajemen keuangan keluarga.
Walaupun hidup kami pas pasan tetapi kami gak pernah tidak menolong sesama yang kekurangan.
__ADS_1
**
Aku adalah anak bungsu dari Tiga bersaudara,walaupun ke Dua orang kakakku sudah bekerja tetapi aku tak pernah merepotkan mereka karena aku pun memiliki penghasilan juga walaupun hanya sedikit.
Disamping aku kuliah kedokteran,aku juga belajar bisnis dan manejemen sehingga untuk hitung menghitung keuangan aku tak pernah meleset dan tak pernah seperti pepatah "Besar Pasak dari pada tiang,"
Rasanya lucu sih kalau dipikir pikir,aku bisa mengelola keuanganku tanpa membuat kedua orang tuaku pusing.
Gadis seusiaku,saat ini sebenarnya masih bermanja manja dibawah ketiak ibu dan ayah,tetapi beda dengan aku yang sudah mandiri sejak lulus SMA tatkala aku mendapat juara umum dan mendapat predikat nilai terbaik di propinsi tempat tinggal kami,sehingga aku langsung mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Aku seperti ini akibat ulah ibu dan ayahku yang tiba tiba memutuskan untuk berjalan sendiri sendiri tanpa perceraian karena ayahku tidak ingin bercerai dengan ibuku,sehingga hubungan keduanya menjadi gantung seperti lagunya Melly Goeslaw yang berjudul Gantung.
Karena ayahku bosan dengan kehidupan sederhananya sehingga ia mulai bergaul dengan wanita wanita sosialita karena memang ayahku walaupun sudah kepala Lima tetapi masih saja tampan dan berkharisma padahal ayahku adalah seorang petani tulen tapi masih laku juga di wanita wanita sosialita itu.
Memang kehidupan kami berkecukupan karena ayahku seorang pekerja keras yang selalu rajin mengelola kebun dan juga sawah kami.
Setelah bertemu dan bergaul dengan wanita wanita itu akhirnya ayahku meminta ijin pada ibuku untuk memberikan kebebasan padanya untuk hidup lagi bersama seorang wanita.
Sebenarnya kami ini adalah keluarga Atheis yang bukan Atheis asli sih,kami memang percaya bahwa langit dan bumi ini adalah ciptaan Tuhan tetapi kami tidak terlalu fanatik dengan Agama.
Kami lebih bebas,memilih untuk tidak bergantung pada siapapun.
Makanya kita harus bekerja dulu baru bisa makan.
Tuhan memberi dua kaki dan dua tangan untuk bekerja dan mencukupi kebutuhan hidup kita bukan untuk duduk berpangku tangan.
Aku tahu semua itu,dan aku yakin kehidupan di dunia ini tak ada yang instan. Semuanya butuh proses dan harus berbuat atau melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
**
Aku pernah membaca sebuah tulisan dari seorang penyair Jalanan seperti ini....
Salah satu kriteria keramahan adalah senyum,
senyum adalah sedekah yang sederhana.
Plato pernah berkata:
"Bersikap ramahlah.
Karena setiap orang yang kamu temui
__ADS_1
sedang menghadapi perjuangan yang hebat"
(Penyair Jalanan RB)
Memang sih terkadang kita perlu sedikit senyum agar wajah kita terlihat bahagia walaupun kadang untuk menutupi ketakutan hati kita harus berpura pura senyum.
Sedekah yang sederhana,itu menurut penyair Jalanan sangat penting sih tapi menurutku kita harus benar benar berada di posisi bahagia dulu baru bersedekah walaupun hanya melemparkan sebuah senyuman sederhana sesederhana pemikiran kita.
Karena berpikir dalam keadaan lapar itu sangat sulit bahkan kita tak bisa berbuat apa apa kalau kampung tengah kita tengah dilanda krisis makanan.
Untuk itu janganlah percaya dengan kata kata penghiburnya seperti jangan lupa tersenyum atau selalu awaali pagi ini dengan senyum.
Senyum tanpa makan itu mustahil aku yakin bahwa tak ada seorang pun di dunia ini yang akan tersenyum dalam keadaan lapar apalagi sakit.
Pasti wajahnya akan berubah tatkala ia tersenyum dalam keadaan lapar.
Menurut plato bersikaplah ramah pada semua orang yang kita temui.
Menurutku,bersikaplah ramah dan sewajarnya pada orang orang yang kamu temui di jalan,apabila orang tersebut menunjukkan keramahannya maka berikanlah keramahan anda 1000× lipat pada orang yang bersikap ramah padamu.
Karena kata kataku ini makanya semua teman dan sahabat ku mengatakan kalau aku mendadak Arogan dan sombong.
Aku tak ingin memperpanjang masalah jadi aku lebih banyak memantau keadaan teman temanku dan sahabat sahabatku.
**
Beberapa Bulan yang lalu aku berubah drastis menjadi seorang yang sombong dan angkuh.
Aku tak tahu apa yang terjadi padaku,yang aku tahu aku benci pada ayahku yang tega meninggalkan ibuku demi wanita lain.
Dan wanita itu bukan orang lain melainkan sahabat ibuku sendiri.
Ibuku benar benar terpukul dengan keadaan yang begitu rumit.
Suaminya alias Papaku pergi demi wanita lain,sedangkan ibuku dibiarkan menyendiri tanpa pasangan hidup.
Oleh karena itu aku benar benar tak percaya yang namanya makhluk bernama laki laki itu.
(MJA_Essy Kehi_Sunday 28112021)
To be continued
__ADS_1