" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Kamulah Pemilik hatiku"


__ADS_3

Kamu tahu apa itu cinta sejati?


Cinta sejati akan selalu ada disaat cintanya terluka atau mendapat masalah apapun itu.


Aku tak tahu kenapa akhir akhir ini,aku selalu ingin berada di dekat gadis itu.


**


Setelah Dokter Shangrilla dan Amira pergi aku pun memberanikan diriku keluar dari persembunyianku.


Klek ...bunyi pintu kamar mandi terbuka dan aku pun keluar dari kamar mandi itu dan saat itu Perawat Chelsea juga pas keluar mencari makan.


Kebetulan yang baik sedang berpihak padaku.


"Dokter Esy...!! Maaf kalau aku lancang masuk ke ruangan anda."Ucapku sambil berjalan mendekatinya ternyata aslinya ia sangatlah cantik.


"Maaf ya saya tidak suka dengan cara seperti itu tolong keluar dari ruanganku Tuan Ray Dirgantara."Ucap Esy sambil mengangkat tangannya seolah mengusirku dari ruangan itu.


"Tapi aku...minta maaf Esy...!!"Ucapku terbata tapi ia tak menggubris ucapanku.


"Mau keluar atau aku yang keluar dari ruangan ini?"Ucap Esy serius.


"Ya udah aku saja yang keluar...!!"Jawabku terbata dan langsung melangkah keluar dari ruangan itu tetapi aku tak langsung pergi aku menunggu beberapa saat kemudian aku kembali mengetuk pintu ruangan Dokter Esy dan ku dengar langkah kaki mendekat pintu ruang itu.


Aku pun pasrah apa yang akan terjadi setelah ia membuka pintu itu.


Klek...pintu terbuka dan terlihat wajah cantik itu tersenyum namun senyumnya tiba tiba memudar bahka ia memasang wajah masam padaku.


"Kamu lagi?"Ucapnya sambil hendak menutup pintu tetapi aku menahannya.


"Tunggu dulu dengarkan aku dulu,"ucapku sambil menahan pintu dan ternyata pintu sudah tertutup dan jari kelingkingku terjepit.


"Ah...sakit...!!"aku berteriak dan ia pun kembali membuka pintu dan kembali melihatku dan ia terlihat sangat panik melihat jari tangan kiriku terkelupas bahkan tergores.


"Ma..maafkan aku...!!"Ucapnya terbata dan kulihat pancaran kepanikan yang hakiki terpancar dari wajahnya yang sangat ayu itu.


Walaupun sakit aku tahan asalkan aku bisa menatap wajahnya itu.


Wah...aku sudah bucin akut banget dengan wajah gadis itu.


Ray Dirgantara pantang menyerah sebelum sesuatu yang menjadi targetnya berhasil ia dapatkan.


Sebenarnya sangat sakit tetapi aku tahan saja karena aku harus mendapatkan kepastian dari sang pemilik hati ini.


Aku melihat gadis itu mengambil kotak obat dan membersihkan goresan itu dan memberi salep pada tanganku dan ia pun menyimpannya lagi.


"Maafkan aku,aku tak bermaksud melukai kamu Tuan Ray Dirgantara."Ucap Esy sambil membalut luka ku agar obatnya meresap.


"Sebenarnya aku mau bilang sesuatu padamu,"ucapku penuh percaya diri.


"Aku ingin kamu memberikan jawaban atas pernyataanku padamu beberapa bulan lalu,aku serius Esy."Ucapku sambil ku genggam tangannya dengan erat.


"Tapi maaf aku belum siap untuk pacaran saat ini aku masih ingin bebas dan bekerja ."Jawabnya sambil memandang ke luar jendela.

__ADS_1


"Aku akan menunggu kamu siap,aku takkan memaksa kamu lagi tapi awas saja kalau kamu berhubungan dengan orang lain aku akan tunjukkan siapa aku sebenarnya padamu, karena kamulah pemilik hati ini,jujurlah kalau kamu akan memberikan jawaban itu padaku."Ucapku sangat memaksa.


Esy hanya menatapku dengan wajah sedikit cuek tanpa menghiraukan ancamanku.


"Anda mengancamku?"Ucapnya sambil menatapku dengan intens.


"Iya aku mengancammu, karena aku mencintaimu dan kalau aku sudah mencintaimu takkan kubiarkan siapapun mendekatimu aku tak suka dan aku tak segan segan untuk menyakiti siapapun yang mencoba merampas pemilik hatiku ini."Ancamku sambil berdiri dari tempat dudukku dan langsung aku pergi dari hadapannya,biarkanlah dia merenungkan apa yang barusan aku katakan padanya.


Aku sungguh tak main main karena cinta ini sungguh membuat aku hampir gila bila memikirkannya.


Maafkan aku Esy,tak seharusnya aku mengancammu demi cinta ini,tapi aku yakin sebenarnya kamu juga merasakan hal yang sama seperti yang aku alami ini tetapi kamu gengsi mengucapkan kata cinta padaku tetapi tenang saja aku pastikan kamu akan menjawabnya setelah ini.


Aku pun pergi ke tempat parkir dan masuk ke dalam mobilku dan aku pun mengendarai mobilku ke arah kantor Papaku.


**


"Papa,Ray boleh bilang sesuatu?"Ucapku bermonolog.


"Ah mau aku bilang apa pada papaku?"Gumamku pada diriku sendiri.


"Kenapa aku jadi bodoh seperti ini?"Gumamku lagi.


Cinta ini kadang tak ada logika seperti lagunya Agnez mo.


Aku sedang berada pada tahap tak ada logikanya.


Ya sudah aku balik lagi saja ke Rumah sakit lalu aku kempesin ban motornya Esy saja siapa tahu aku bisa kasih tumpangan padanya.


Setelah balik ke rumah sakit dan melakukan seperti yang ia rencanakan ia pun pergi ke tempat persembunyiannya,sedangkan mobilnya sudah ia parkirkan di suatu tempat yang tak diketahui oleh orang lain.


Tak lama kemudian Esy datang bersama Dokter Amira dan Shangrilla,Shangrilla anak orang berada sehingga ia membawa sebuah mobil bentley yang terbaru sedangkan Amira membawa mobil Maybach yang terbaru pula.


Aku melihat Esy di tawari untuk numpang bersama salah satu dari mereka tetapi ia tak mau,benar benar keras kepala ya tuh anak.


Aku sudah tak sabar melihat reaksinya ketika mengetahui bannya kempes.


Ia pun mulai menghidupkan mesinnya tanpa memeriksa bsn motornya dan menjalankan motornya dengan santai tanpa tahu apa yang telah kubuat pada motornya.


Aku pun mengikutinya dari belakang dan kuusahaka agar mobilku tak dilihat olehnya.


Ketika tiba di tanjakan tajam itu ia nyaris terjatuh karena ban motornya sudah sangat kempes.


Ia pun turun dan mendorong motornya,terlihat ia sangat kelelahan tetapi aku biarkan saja.


Sudah setengah jam ia berjalan kaki sambil mendorong motornya tapi tak ada satu pun orang yang mau memberikan tumpangannya sehingga kulihat dia sudah sangat kelelahan aku pun datang sambil menawarkan jasaku padanya.


"Hai Dokter Esy apa yang terjadi?"Tanyaku sambil kusuruh Paulo menepi.


"Apa yang terjadi apanya bukankah kamu pelakunya?"Ucapnya telak membuat aku kaget saja,jantungku nyaris copot kok dia bisa tahu kalau aku yang membuat ban motornya kempes.


"Jangan sembarang ngomong ya aku baru saja datang langsung kamu suguhkan drama tak enak ini."Jawabku sambil memasang wajah acuh dan tersenyum dalam hati.


"Ayo masuk dalam mobil biar orang bengkel yang akan mengambil motormu."Tawarku padanya.

__ADS_1


"Tapi aku gak sudi menumpang mobilmu entar kamu merasa kalau kamu berjasa dalam menyelamatkan aku dari kesialanku ini."Ucapnya padaku membuat hatiku tak menentu.


"Gadis ini sungguh sangat lain dari yang lain apa dia pikir aku juga mudah di tipu apa?"Gumamku lagi.


"Ya sudah kalau gak mau numpang tuh lihat hujan sudah mau turun dan kamu belum melakukan apapun pada motormu."Ucapku membuat ia menatap ke arah awan awan hitam yang berserakan di mana mana diatas langit membuatnya pun takut.


"Apa boleh buat,baiklah aku ikut dengan kamu tapi bagaimana dengan motorku?"Akhirnya ia pun pasrah menerima tumpangan dariku.


"Jangan menganggap ini sebuah jasa ya?"Ucapnya padaku setelah masuk ke dalam mobilnya.


"Kamu kok curiga aku terus sih?Percayalah sama aku,aku pasti akan menjagamu dengan baik."Ucapku padanya.


Dan ternyata ada macet sepanjang jalan menuju ke rumahku aku melihat ia kelelahan memutar setirnya karena Paulo tadi menunggu orang bengkel di tempat motorku di parkir.


Semakin dipandang ia ternyata sangat tampan dan manis.


Bibirnya sungguh sangat menggodaku tetapi ah lupakan saja toh aku masih harus menguji kesetiaannya dulu.


"Macetnya sangat panjang,kalau kamu capek tidur saja dulu nanti tolong bilang di mana rumahmu ya?"Tanya Ray padaku.


"Aku tinggal di kosan bukan rumah,rumahku sangat jauh dan nggak mungkin aku tinggal di rumah."Jawabku mengelabuinya karena aku sudah tahu apa yang ada di otaknya itu.


Ia sengaja mengantarku agar aku dia bisa melihat kosanku.


Akhirnya kuputuskan untuk turun di kosan milik Kak Gian yang tak jauh dari tempat macet itu.


Ray masih saja memandang gadis di sampingnya dengan curi curi pandang ia takut ketahuan sehingga ia mencuri pandang via layar ponselnya saja.


Andaikan kamu telah menjadi milikku takkan kubiarkan kamu lolos dari pandanganku aku akan terus mengecupmu,menghirup wangi nafasmu,menghirup wangi tubuhmu yang sangat memabukkan itu.


Aku pun larut dalam khayalanku yang membuatku semakin masuk ke dalam khayalanku yang tak bertepi itu.


Pelan pelan aku menoleh ke arah sampingku ku dapati gadis kesayanganku sudah terlelap.


"Bagaimana caranya aku membangunkannya."Ucapku dalam hati dan tiba tiba saja ponselnya berdering tetapi yang bersangkutan belum juga bangun mungkin karena kecapaian makanya ia terlelap dengan sangat damainya.


Ku lirik ponsel yang ada di tangannya ku coba meraih ponsel itu dan kubaca notifikasi pesan yang masuk ternyata dari Dokter Rafael.


Siapa Dokter Rafael?Apakah ia juga bekerja di Rumah sakitku?Kalaupun benar ia bekerja di rumah sakitku berarti


Ini adalah rivalku dan aku harus berjaga secara ekstra pada gadis yang aku cintai aku takkan mudah menyerah pada siapapun.


Aku membaca pesan whatsapp itu dan mataku membelalak tatkala Dokter Rafael mengatakan kalau ia berniat menagajak gadis itu untuk nonton bioskop.


Wah...berani juga ya kamu ajak ajak cewek inceran gue mau cari masalah ya?


Ingin cepat cepat pindah dari rumah sakitku?


Langsung saja aku menghapus pesan tersebut dan kusimpan lagi ponselnya di samping kursi si gadis cantik yang sedang kelelahan karena mendorong motornya tadi.


Ketika sudah dekat kosan yang kami tuju,ia pun terbangun dari tidurnya dan mengecek ponselnya tetapi ia tak menemukan pesan apapun dan ia menyimpan kembali ponselnya sambil berkata "Kok tak ada seorang pun yang ingat padaku sih?"Gumamnya perlahan tetapi aku mendengarnya dan tanpa sengaja aku reflek menggenggam erat tangan lembutnya itu sambil tersenyum.


"Aku akan menjagamu Esy,untuk saat ini aku tak ada pilihan lain selain ingin menjagamu hingga kamu siap menerimaku menjadi bagian terpenting dari hatimu."Ucapku pasrah dan tak ingin ku sembunyikan maksud hatiku.

__ADS_1


__ADS_2