" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Tak Ku sangka"


__ADS_3

Sometimes you have to act like a lunatic, to enjoy life without the burden.(Denpasar,09122021♡☆Essy Kehi)


Ya seperti itulah akhirnya aku dan Mas Ray mulai pedekate,walaupun kadang aku cuek padanya tetapi ia tak pernah mempermasalahkan hal itu karena baginya cukup sebuah perhatian kecil dariku membuatnya tersenyum dan bahagia.


○•○○●●


Tak ku sangka aku berdebar debar tak karuan apakah aku jatuh cinta pada gadis ini?


Oh Tuhan kenapa aku bisa seperti ini,dasar tak tahu malu.


Jantung ini benar benar tak bersahabat denganku bahkan mempermalukan aku seperti ini.


Hei jantung kenapa kamu tidak tenang?Kenapa kamu selalu seperti ini ketika bertemu gadis itu?


○●•°


"Hello Ray,apa kabar?"Ucap seseorang yang sangat aku kagumi yaitu Marco seorang pria tinggi,tampan dan pekerja keras yang usahanya sedang berkembang dengan pesatnya.


"Hallo Broo,kabar aku baik baik saja bagaimana kabar kamu?"Ray balik bertanya pada Marco.


"Seperti yang kamu lihat sehat selalu."Jawab Marco sambil membuka kedua tangannya dan mengangkat bahunya.


"Makin tampan aja nih sahabat aku."Ucap Ray memuji.


"Ah kamu memuji terus,aku bisa terbang tau?"Seloroh Marco sambil membuat salam keakraban mereka berdua.


"Sampai kapan kamu berhenti menyamar Broo?"Tanya Marco membuka percakapan dengan Ray.


"Sampai aku menemukan wanita yang benar benar membuatku jatuh cinta yang benar benar membuat jantungku berpacu dengan sangat kencang kalau perlu sampai aku masuk IGD deh broo."Jawab Ray sambil tersenyum dan memukul ringan sahabatnya itu.


"Susah untuk dapat cewek seperti itu Ray,mimpi kamu sangat tinggi cobalah ubah pandanganmu dan bukalah hatimu untuk orang sekitar mungkin kamu akan menemukan seorang gadis seperti kriteria hatimu itu Ray..."Ucap Marco menasehati Ray.


"Aku sudah menemukan seseorang yang membuat hati ini tak tenteram tetapi aku harus mengetesnya dulu broo soalnya ini pilihan untuk hidup bersama sehidup semati aku tak mau salah pilih broo,doakan ya biar pilihanku kali ini tak seperti wanita wanita yang selalu mengintai hartaku saja broo."Ucap Ray pada Marco.


"Baiklah semoga sukses ya?" Ucap Marco memberi semangat.


●○°•

__ADS_1


Pagi ini di taman kota dekat sebuah mall besar Esy sedang duduk di taman bareng kedua sahabatnya.


Dian menyelinap tanpa sepengetahuan bodyguard sehingga mereka bisa jalan jalan tanpa pengawalan dari bodyguard bodyguard papanya Dian.


"Esy,kamu tahu gak menjadi anak orang kaya itu susahnya minta ampun."Ucap Dian sambil melihat wajahnya di cermin kecil yang selalu ia bawa kemana mana itu.


"Lho kok gitu sih bukannya itu impian semua orang ya Dian?"Tanya Icha pada Dian.


"Aku juga sependapat dengan kamu Dian aku gak suka dikekang aku suka kebebasan,kalau aku sudah di terima kerja aku pasti akan meminta cuti libur untuk melancong ke mana saja aku suka."Jawab Esy pada Dian.


Ketiga orang gadis itu sedang asyik bercerita mereka tidak tahu kalau di mansion Dian sedang heboh mencari Dian.


Saat itu Ray sedang berada di kantor Papa Dian dan ia sedang mengikuti rapat anggota dewan direksi ya g sedang membahas proyek besar.


"Baiklah saya kira pembahasan kita kali ini cukup disini dulu ya?"Ucap Papa Dian pada Semua anggota Dewan direksi perusahaan hi tech itu.


Tiba tiba ponselnya Ray berdering...


Dreettt....Dreet....


"Siang Nyonya ada apa?"Tanya Ray pada si penelepon yang tak lain adalah mamanya Dian Nyonya Amanda Widjaya.


"Tidak Nyonya kami sedang rapat di perusahaan sekarang baru selesai."Ucap Ray.


"Wah gawat anak itu gak ada di kamarnya."Ucap ibunya Dian lagi.


"Aku akan segera kesana Nyonya."Jawab Ray langsung tancap gas.


"Untung aja kamu anaknya boss dan aku juga lagi pedekate sama teman kamu kalau gak aduh malas banget nih anak sering bikin masalah kapan dewasanya?" Ray mengomel dalam hati saja.


Ketika mobil yang dikendarainya sampai depan mall terbesar itu ternyata macet yang sangat berkepanjangan dan membuat Ray tak bisa melewati dengan cepat.


Karena merasa tak bisa dilewati akhirnya ia memutar mobilnya masuk ke arah taman kota dan ternyata oh ternyata jantung Ray berdegup dengan kencang.


Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?Apakah Dian bersamanya di sekitar sini?


Ray pun memarkirkan mobilnya dan berjalan perlahan lahan menuju ke arah taman kota yang sangat padat itu.

__ADS_1


Dimana aku harus mencari mereka ya?Ray menatap sekelilingnya dan ketika ia melihat ke bawah pohon cemara itu ternyata ketiga orang gadis itu sedang asyik bercerita dan bercanda ria.


Ditatapnya gadis gadis itu sambil menekan ponselnya menghubungi kembali Nyonya Amanda untuk memberitahukan keberadaan putri Tuannya itu.


Akhirnya aku bisa menatapnya lagi seperti ini.


Cantiknya kebangetan dan senyumannya sangat menggoda imanku.


Ya Tuhan semoga dia jodoh yang Engkau persiapkan untukku.


Ray masih saja berdiri disana sambil terus menatap ke arah Esy dan ke dua orang temannya itu.


"Sy kamu tahu gak?"Tanya Dian tiba tiba mengalihkan perhatian kedua gadis yang sedang tertawa terbahak bahak itu.


"Tau apa Di?"Tanya Esy pada Sahabatnya itu.


"Janji gak akan marah ya?"Tanya Dian lagi.


"Tergantung...!!"Jawab Esy sedikit cuek sambil memutar bola matanya karena sedari tadi jantungnya seperti habis lari maraton.


"Oh Ternyata ini penyebabnya!!"Ucap Esy tiba tiba ketika matanya melihat tatapan dari pria yang membuat hatinya tak menentu sedari tadi.


Kemudian ia cepat mengalihkan pandangannya ke arah Dian dan Icha agar kedua sahabatnya tak mencurigainya.


"Eh kamu kenapa kayak kesetanan aja sih?"Tanya Dian sambil mencubit pinggang Esy.


"Nggak ada apa apa kok?lanjut apa yang mau kamu ceritakan padaku tadi."Ucap Esy lagi sambil memakan popcorn yang masih lumayan banyak di dalam kotak popcorn itu.


"Kamu tahu gak sih kalau bodyguard aku yang bernama Ray itu sepertinya suka sama kamu dan aku sangat setuju kalau seandainya kalian jadian."Ucap Dian tiba tiba membuat hatinya Esy berdebar debar tak karuan.


"Biarin deh,Aku belum berpikir sampai ke sana kok Di?Aku masih ingin bebas dan ingin kerja dulu."Jawab Esy lagi tetapi jawaban di bibir tak sesuai jawaban di hati.


"Kita akan lihat perkembangannya ya?"Ucap Icha tiba tiba.


"Ha ha ha ...!!"Ngakak Aku lucu lihat kedua sahabatku seperti ini.


"Silahkan tertawa sepuasnya Sy, aku tahu kamu juga menaruh hati pada bodyguard papa aku kok aku akan buktikan kalau kalian akan jadian,tandai omonganku ini sobat."Ucap Dian sambil tersenyum.

__ADS_1


♡●○•°☆○•°○•●☆♡♡○●☆○•°○•


To be continued


__ADS_2