" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Rindu Tak bertuan"


__ADS_3

Aku tak kuasa menanggung rasa rindu yang sangat berat ini...entah mengapa rasanya aku selalu memikirkan kamu...


Apakah ini yang di namakan jatuh cinta?


Apakah keputusanku untuk mencintaimu sudah separah ini?


Jauh dari dirimu saja aku setengah mati,padahal awalnya saja aku hanya setengah hati ingin bersamamu tapi ekspektasi tak sesuai realita.


Sudah hampir Dua bulan aku berada jauh darimu aku merasa tak berdaya,otakku berpikir keras bagaimana perasaan ini bisa sedalam ini padamu gadisku.


Ternyata baru kutahu arti rindu yang sebenarnya.


Aku tak tahu sampai kapan Bossku membawaku pergi.


Bertahanlah sayang akan ada waktu yang akan mempertemukan kita aku yakin jodohku adalah kamu dan jodoh takkan kemana.


Pak Broto,mengatakan kalau seminggu lagi baru kami akan kembali ke tanah air,aku benar benar bersemangat agar kami bisa selelsaikan pekerjaan kami di negeri ini sesuai jadwal.


Ah, sungguh mengenaskan hati ini,aku tak tahu bagaiamana menyembuhkan rasa rindu pada gadis itu.


Sakit sungguh sakit,aku merasakan kalau gadis itu mungkin sudah memiliki kekasih hati.


Di tambah lagi aku pusing memikirkan kedua orang tuaku yang baru saja menghubungiku dan memintaku untuk segera berhenti dari pekerjaanku karena sudah saatnya aku untuk mengembangkan perusahaan papa.


Wah masalah makin runyam kalau aku berjauhan dengan bidadariku.


Alasan apa yang aku berikan agar aku bisa bertahan di sisi Tuan Broto ya?


Bingung.


Ketika sedang asyik berperang dalam hati,tak di sangka sopirnya memberi info kalau selama ini Esy tak pernah gabung dengan group Tiga bidadari lagi.


Entah apa yang terjadi,ia seakan menarik diri dari perkumpulan itu,si Paulo sudah berusaha mencari tetapi tidak menemukannya.


Ray Dirgantara semakin pusing mendengar hal itu.

__ADS_1


Tunggulah aku sayang,aku pasti akan menemukanmu dimana pun kamu berada aku pastikan akan menemukanmu.


Beberapa hari kemudian Tuan Broto memberitahukan bahwa malam ini juga mereka harus take off ke tanah air.


Berita itu langsung membuat aku melonjak kegirangan tetapi aku tahan biar gak dilihat oleh Pak Broto.


Malam ini aku sangat sibuk mwmpersiapkan segala sesuatu yang akan kami bawa ke tanah air,tak lupa aku juga membelikan sebuah hadiah yang sangat indah pada bidadari pujaanku.


Walaupun status kami belum jelas seperti pasangan lain pada umumnya tetapi aku yakin dialah jodohku.


Ya rinduku akhirnya akan berakhir ketika kami tiba di tanah air.


**


Beberapa jam kemudian pesawat jet yang kami tumpangi landing di airport.


Hatiku damai dan terasa sangat bahagia.


Ya akhirnya selama hampir Dua bulan aku pergi,malam ini juga aku kembali ke ranjang yang sudah lama aku rindukan,aku juga bisa mendengar omelan ibuku yang selalu mengingatkan aku untuk selalu merapikan tempat tidur yang berantakan.


Setelah selesai makan dengan berani aku mendekati Dian dan bertanya "Non,apa kabar?Non aku boleh tanya keadaan Esy?Aku benar benar sangat merindukannya aku..."Belum selesai kalimat yang ingin aku ucapkan Tuan Broto sudah memanggilku lagi.


"Sampai jumpa Non,"Ucapku sambil melambaikan tangan pada Dian anak perempuan tunggal tuan Broto,selain Dian ada juga anak laki laki tuan broto yang selalu membantu tuan Brototetapi ia sekarang masih melanjutkan kuliah S3 nya di harvard university jadi belum bjsa sepenuhnya membantu Ayahnya alias tuan broto.


"Ray,apa kamu tak mau pulang ke rumahmu?"Tanya Tuan Broto membuyarkan lamunan ku.


"Maaf Tuan aku masih ingin menanyakan sesuatu pada Non Dian."Jawabku jujur.


"Sana pulang dulu,nanti tanya tanyanya."Ucap pak Broto serius.


"Baiklah Pak saya pamit pulang ya?"Ucapku sambil menunduk memberi hormat pada Tuan Broto.


"Ray,besok tidka usah masuk kantor kamu istirahat saja nanti hari senin baru masuk ya?"Ucap Pak Broto padaku membuat aku sangat senang karena aku akan segera melancarkan aksi ku.


"Melamun terus Ray,sana cepat pulang."Perintah Pak Broto membuatku kaget dan langsung beranjak pergi dari hadapan Pak broto.

__ADS_1


Di luar pagar ternyata paulo sudah menungguku.


Ia pun memlersilahkan aku masuk ke dalam mobil dan menanyakan hal hal yang menurutku basi.


"Tuan mau tahu gak?"Ucapnya lagi tetapo aku hanya diam saja dan tak terlalu tertarik dengan ceritanya itu.


"Dua bulan lalu ibu mengalami sesak dan di tolong oleh seorang dokter muda yang sangat cantik,dokter itu sepertinya aku penah bertemu dengannya tetapi dimana ya?saat itu kalau gak salah kita sedang mengawal Non Dian aku sepertinya melihat gadis itu bersama dengan Non Dian?"Ucapnya membuat aku kaget dan langsung membuka mataku.


"Ciri cirinya seperti apa Paul?"Tanyaku sambil membuka mataku lebar lebar.


"Ah tuan muda ternyata sedang jatuh cinta ya?"Ucapan Paulo membuatku terdiam seketika dan aku berpikir apa sih pendidikan dari Esy?Aku juga tak tahu karena belum sempat bwrtanya soal pendidikannya.


"Aku mau tidur jangan ganggu aku lagi ya mang?"Ucapku pada Paulo si sopirku itu.


**


Sesampainya di rumah aku langsung menghampiri ibu dan ayahku mengecup punggung tangan mereka dan mengecup pipi mereka dan aku pun hendak pergi tetapi papaku segera menyuruhku duduk di sebelahnya.


"Nak besok kalau kamu gak ada kegiatan apapun bantu papa ke Rumah sakit kita ya?Papa ingin visite ke beberapa departemen karena bulan lalu belum sempat ke sana."Ucap papa sekaligus perintah Papa mana mungkin aku tolak.


"Baiklah Papa apapun perintah papa aku manut."Ucapku pada papaku.


"Manut sih manut nak tapi kamu harus ingat kamu juga memiliki saham di rumah sakit itu saham terbesar berarti kamulah pemilim rumah sakit itu seutuhnya papa gak mau ada oramg lain yang akan menggantikan kedudukan papa selain anak papa."Ucap Papa Dhirga sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu Ray tidur dulu ya?"Ucapku pamit pada mereka dan pergi ke atas dimana letak kamar tidurku.


Dengan segera ku rebahkan tubuhku diatas tempat tidur yang sangat aku rindukan itu.


Ketika hendak tidur aku pun teringat akan wajah Esy,dengan segera kubuka ponselku dan kulihat penuh teliti dan penuh rasa rindu oada wajah gadis yang belum sah jadi pacarku itu.


Aku merasa aku sedang menatapnya di dunia nyata.


Segera ku pergi ke arah printer dan langsung ku cetak foto itu dan ku pasang pada sebuah bingkai di atas mejaku.


Aku pun memeluk erat bingkai foto itu sambil tidur dan benar saja kalau aku bermimpi bertemu dengan gadis pujaanku itu.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2