" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Party Real Estate Milik Ray"


__ADS_3

Sepulang dari Rumah Sakit tempatku bekerja aku pun singgah di salon biasa aku perawatan untuk rileks sejenak setelah beberapa minggu terakhir aku sangat sibuk bekerja tanpa merilekskan tubuhku.


Beberapa jam telah berlalu dan akhirnya akupun selesai dengan perawatan diriku.


"Sampai jumpa ya mbak Esy?"Ucap pemilik Salon perawatan itu dan melambaikan tangannya padaku.


"Iya terima kasih ya mbak,aku pamit ya?"Ucapku sambil berlalu dari hadapan wanita itu.


Setelah itu aku pun pergi kè butik di dekat salon itu untuk membeli sebuah pakaian,aku akui aku memang sering lupa membeli pakaian karena aku tidak terlalu mengikuti trend trend fashion terbaru atau apa itu yang aku tahu kalau ada yang cocok di badanku ya aku beli.


Aku memang dilahirkan dari keluarga yang pas pasan oleh karena itu aku selalu tampil sederhana dalam acara apapun.


Setelah beberapa saat aku melihat lihat semuanya sangat mehong,wow harga yang fantastis tetapi apa aku harua memakai pakaian dengan harga paling mahal?Ah tentu saja aku tak mungkin mampu mengeluarkan uang sebanyak itu walaupun kedua orang kakak aku masih mampu memberikan aku uang tetapi aku tak pernah menggunakannya untuk membeli pakaian mahal justru aku menabung sebagian dan sebagiannya lagi aku pakai berburu pakaian diskonan di mall mall besar.


"Esy,kok melamun?"Tiba tiba seseorang menepuk bahuku dan berkata padaku.


"Eh maaf Dian kapan kamu disini?"Tanya ku setelah tahu kalau ternyata yang menepuk bahuku adalah Dian sahabatku.


"Nanti malam ikut ya Sy?"Pinta Dian padaku.


"Ikut apaan?lari maraton?atau main petak umpet?"Balasku membuat Dian tertawa terbahak bahak.


"Ikut acara nya saudaraku..."Jawabnya lagi


"Terus aku ikut kesana ngapain?Ikut meramaikan tanpa tahu siapa saudaramu itu?Ogah ah aku malu Di,kamu tahu kan aku jarang ke party bahkan aku tak pernah melihat party itu seperti apa?kamu ingin mempermalukan aku ya Di?"Ucapanku membuat sahabatku itu langsung mencubit pipiku.


"Aku akan memperkenalkan kamu pada pesta itu apa arti dari pesta biar kamu tak segan segan mengikuti acara acara berkelas seperti itu."Ucap Dian lagi.


"Iya sih tapi dari mana kamu tahu kalau aku berada di Butik ini?"Tanyaku penuh selidik.


"Nggak tahu tiba tiba aja aku ingin datang melihat lihat butiknya mama dan akhirnya ketemu kamu disini Di?"Ucap Dian tanpa merasa bersalah telah membuntuti aku dari tadi.


"14vap kamu bisa membawa diri di pesta itu dan ingat selalu berada di samping kedua kakakmu ya?Jangan pernah berpisah dari mereka."Ucap mama dan mama pun mengecup keningku.


"Sudah selesai belum lama amat sih?"Ucap Kak Marco tiba tiba datang dari belakang kami.


"Sudah dong Kak,bagaimana penampilanku Kak?"Tanyaku pada Kak Marco dan seketika Kak Marco terpana melihat adik perempuan kecilnya sudah pandai berdandan.


"Kak Marco kok diam sih?"Tanyaku lagi.


"Bukan diam tetapi terpana dengan kecantikan adik perempuanku satu satunya ini."Jawab Kak Marco sambil mencubit pipinya.


" Aku gak mimpi kan mam?"Tanya Kak Marco pada mama.


"Iya ini real adik kandungmu tolong jaga adikmu ya mama pesan itu saja."Ucap Mama sambil memberikan tasku dan kami pun pamit pergi pada mama.


"Hati hati di jalan ya anak anakku?"Ucap mama sambil melambaikan tangannya pada kami bertiga yang sudah masuk ke dalam mobilnya Kak Gian.


Entah mengapa baru setengah perjalanan aku dan Kak Gian berselisih sedikit membuat Kak Marco marah padaku.


Aku hampir saja menangis untung saja aku masih kuat manahan air mataku karena memang aku dan Kak Gian itu sering berantem dan sering tidak akur beda dengan Kak Marco yang selalu menomorsatukan adik perempuannya untuk itu aku pun mengalah demi kebaikan kami.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian kami pun tiba di tempat party itu.


Aku sangat gugup tetapi aku berusaha menepis semua rasa gugupku itu dengan mengunyah permen karet.


"Kak Gian adek minta maaf ya tetapi sebaiknya setelah masuk ke sana kakak berdua jangan memanggil adek sebagai adik ya?adek hanya ingin tak ada yang tahu kalau adek adalah adiknya Kak Gian dan kak Marco."Ucapku pada Kak Gian dan Kak Marco.


"Tapi dek jangan jauh jauh ya dari tempatnya Kakak berdua...!!"Kak Marco mengingatkan aku.


Setelah kami berbasa basi dengan para penerima tamu akhirnya aku pun lega dan menarik nafas panjang.


"Kakak kesana dulu ya?ada apa apa telepon kakak ya?"Ucap Kak Marco sambil berlalu dari hadapan aku.


Aku pun memilih minuman untukku minum.


Dan ketika aku hendak meraih minuman di gelas coctail itu seseorang memegang tanganku dan berkata "Itu gak baik untuk gadis sepertimu."Ucap seseorang yang merupakan seorang pria dengan suara yang seksi.


"Eh ternyata kamu?"Ucapku sambil memandang ke arah lain.


"Iya aku memang siapa lagi kalau bukan aku?"Jawab Pria itu sambil berdiri dekat Esy.


"Siapa yang membawamu kemari Esy?"Tanya Pria itu yang tak lain adalah Dokter Daniel.


"Aku tadi sama teman temanku tetapi mereka pergi kemana aku tak tahu."Ucapku sambil tersenyum setipis mungkin.


"Ayo kita duduk duduk di sana sambil minum air putih saja disana dan makan beberapa buah disana."Ajak Daniel padaku dan membuat aku kaku dan tak bisa berjalan mengikutinya.


Ketika ia melihat aku ragu mengikutinya tiba tiba ia meraih tanganku dan hendak membawaku pergi tetapi tiba tiba saja seseorang langsung menepis tangan Daniel dari tanganku dan sesaat aku terpesona akan ketampanan pria itu yang tak lain adalah Ray Dirgantara.


Aku hanya diam dan menatap Ray bergantian dengan Daniel.


"Daniel maaf ya?"Ucapku pada Daniel dan pria itu pun mwnjawab "I'm fine,ini dari Rafael untukmu."Ucap Daniel sambil memberikan sesuatu padaku dan aku masukkan dalam tasku.


"Kamu ngapain ikuti aku kemanapun aku pergi Ray?"Ucapku hendak melepaskan tanganku tetapi Ray sangat kuat ia pun membawaku ke sebuah ruangan yang sangat pribadi dan mendudukkan aku di sebuah kursi.


"Duduklah dulu...kamu tahu acara ini dari mana dan dari siapa?"Tanya Ray padaku.


"Kepo amat sih kamu Mas?"Aku balik tanya.


"Iya aku kepo banget soalnya ini yang datang itu semua sahabat sahabat aku apa aku mengenal orang yang mengajakmu kesini atau tidak?Aku penasaran tahu."Ray masih saja meremas jari tangan Esy sambil tersenyum penuh rasa bahagia.


Kamu tahu apa yang ada di hatiku saat mataku ini tertuju padamu?


Kamu tahu kalau rasa bahagia itu menyelimuti hati ini bahkan diri ini sangat bahagia ketika aku tahu kamu juga datang ke acaraku ini.


Esy...tolong jangan pernah menolakku aku akan sangat kecewa kalau kamu terus saja membuat aku mengejarmu.


Aku sangat menginginkan hubungan kita lebih dari sekedar teman aku harap kamu mengerti maksudku kan Esy please hanya kamu yang buat hati ini tak tentu arah,hati ini sungguh tak tahan apabila melihatmu di hadapanku dan aku tak bisa menyapamu sama sekali.


Kamu tahu jantungku ini sangat berdetak dengan kencang saat ini dan aku harap kamu juga merasakan hal yang sama seperti yang aku alami saat ini.


"Maaf Mas Ray aku belum bisa memberitahu kamu aku tahu dari siapa acara ini tetapi yang pasti aku tak tahu kalau acara ini adalah acaramu."

__ADS_1


"Baiklah aku takkan pernah memaksamu untuk memberitahuku tetapi ingatlah aku tak ingin kamu bersama siapapun di dalam acara itu atau aku akan menghancurkan semua yang ada dalam acara itu."Ucap Ray serius.


"Ray maaf ya aku harus keluar...aku akan pulang sudah larut malam dan kamu tahu kan teman yang mengajakku kesini sudah pulang karena ada hal mendadak yang harus ia selesaikan dan aku harus pulang sekarang juga kamu kembali ke acaramu ya jangan pedulikan aku Mas."Ujar Esy padaku.


"Kamu pikir aku peduli pada perkataanmu sayang?"Ucap Ray langsung mengecup mesra jemari Esy dan berkata "Baiklah ayo kita lihat siapa yang telah membuat gadisku tak menginginkan aku."


"Jangan macam macam deh Mas...!!"ucap Esy.


"Kamu mengancamku sayang?Tidak mempan ancamanmu itu."Sambung Ray lagi.


Drt...drtt...ponsel Ray berdering...


"Baik Broo aku akan kesana sekarang."Ucap Ray smabil menutup ponselnya.


"Ayo kita pergi karena aku akan segera bertemu dengan seorang panutanku."Ajak Ray pada Esy.


"Maaf Mas aja yang kesana aku lapar banget dan pengen makan dulu."Tolak Esy dengan halus.


"Baiklah tapi selesai ini,aku ingin bercerita bersama kamu ya?"Ucap Ray sambil perlahan melepaskan tangan gadis yang sudah membuat dirinya jatuh cinta itu.


Ray pun meraih tangan Esy dan membawanya keluar dari ruangan pribadi itu menuju ke acara yang sedang berlangsung.


"Lepaskan tanganku Ray please...!!"Ucap Esy sambil menarik tangannya dari genggaman Ray.


"Baiklah sampai jumpa sayangku...!!"Ucap Ray sambil melambaikan tangannya.


Ray masih menatap kepergian Esy dan ia pun kaget saat melihat Esy langsung merajuk manja pada lengan pria yang sangat ia kagumi itu.


"Ah mana mungkin Marco ada hubungan dengan Esy?Aku harap ini hanya halusinasiku saja."Ucapnya gugup karena tak bisa menerima kenyataannya.


"Kak Marco adek pengen memanasi seseorang yang sudah lama menyukai Esy Kak?Apa kakak mau melancarkan rencana adikmu ini?"Tanya Esy sambil melihat dengan ekor matanya dan ia melihat tatapan tak bersahabat dari Ray padanya dan pada Kak Marco.


"Sayang kamu mau pulang duluan?"Tanya Kak Marco sambil tersenyum karena ia ingin membantu adik perempuannya itu agar membuat gebetan adiknya itu cemburu melihat keakraban mereka.


"Sayang aku pulang duluan ya jangan lupa pulang cepat ya?"Ucap Esy sambil melirik pada Ray yang terlihat mengepalkan kedua tangannya.


"Oo,Marco aku tahu apa yang akan aku lakukan padamu aku akan membuatmu meninggalkan Esy dan hanya aku yang pantas mendampingi gadisku,aku tak menyangka bahwa gadis yang menjadi incaranku ternyata sudah memiliki kekasih hati pantas saja ia menjaga jarak dariku,tetapi kenapa harus Marco?"


Dengan sekali hentak ia berhasil menghancurkan gelas gelas berisi minuman coctail dan semua jenis minuman yang berjejer rapi diatas meja itu(Ray berhalusinasi)


"Adek kamu mau panasi siapa?Pria bodoh siapa yang mencintaimu?"Ucap Kak Marco tanpa melihat ke bekakang ternyata Ray sudah mendengar percakapan mereka.


"Oo,jadi seperti ini ceritanya...??"


gumam Ray dalam hati.


**


To be continued


Bersambung ya guys

__ADS_1


__ADS_2