
"Kak Dimana?Jemput adek yuk udah selesai nih."Begitulah bunyi chat dari adik perempuanku.
"Iya Dek ntar kakak masih ngopi,1 menit lagi ya?"Jawabku sambil menghabiskan kopiku yang tinggal sekali teguk aja ludes.
Setelah aku membayarnya aku pun beranjak dan pergi ke arah Rumah sakit tepatnya di bagian parkiran.
Dari jauh aku sudah melihat adikku sedang berdiri di depan mobil sambil tengak tengok.
"Adek...lama banget sih kan cuma masukin lamaran dan wawancara kok lamanya bikin kakak hari ini gak kerja."Ucapku sedikit kesal.
Adikku hanya menyambutku dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun.
"Adek kenapa sih diam aja gak punya mulut ya?"Tanyaku lagi sambil mengorek adikku yang ku sayang itu.
Kelihatannya dia lagi malas banget untuk berbicara denganku.
Kubiarkan aja mungkin dia lagi ngambek atau apapun itu ah gak usah dibahas lagi nanti sembuh sendiri kok penyakit ngambeknya itu.
"Kakak mau tau adek tuh merasa sangat lega karena adek langsung di terima kerja dan hari senin sudah mulai kerja loh kak?Tidak sia sia kan hari ini kakak gak masuk kantor."Ucap Adikku sambil memeluk erat pinggangku sampai aku merasa sesak.
"Ayo kak cepat adek mau bilang sama mama soal hal bahagia yang baru saja aku alami ini."Ucap Adikku sambil tersenyum lebar.
"Kak Gian kapan pulang dari eropa Kak?"Tanyanya lagi.
"Mungkin minggu depan,ayo pakai helm kita segera berangkat."Ucapku sambil ku pakaikan helm padanya.
"Kak maaf ya gara gara adek kakak gak ke kantor pagi ini."Ucapku sambil memeluk erat pinggang kakak laki lakiku yang sudah seperti ayah bagiku.
Setelah kehilangan ayahku,Kak Marco dan Kak Gian menggantikan ayah,menjadi pelindung bagiku dan mama Barbara.
"Udahlah lagian kakak juga senang kok akhirnya gak ada yang morotin uang kakak lagi hehehe."Ucapnya sambi tertawa membuat hatiku kesal banget.
"Biarpun adek udah kerja jatah uang jajan tetap ada kak adek akan minta terus...!"Jawabku sambil mencebikkan bibirku ke atas.
"Iya adikku yang paling bawel. "Ucap Kak Marco lagi sambil melajukan motornya dengan secepat maksimal.
__ADS_1
"Peluk kakak yang erat karena kakak mau ngebut dek."Ucap Kak Marco sambil melajukan motornya dengan kecepatan maksimal.
"Akhirnya lega rasanya hari ini aku bisa keterima kerja di Rumah sakit swasta termahal di kota ini."Gumam Esy sambil tersenyum lebar selebar hatinya yang bahagia.
"Kak habis ini kakak mau langsung ke kantor?"Tanya Esy pada Kak Marco.
Kak Marco pun memarkir motornya di garasi.
"Iya ada beberapa dokumen yang harus kakak periksa,adek tenang tenang saja di rumah ya jaga diri dan jaga kesehatan agar saat masuk kerja nanti gak sakit."Ucap Kak marco menasehatiku.
"Iya kakak tapi...!!"Ucapku menggantung ucapanku.
"Tapi apalagi?"Ucap Kak Marco.
"Adek boleh minta uang untuk belanja di mall?"Tanya Esy sambil menyendokkan kepalanya.
"Iya boleh ini kartu adek simpan aja pinnya ultah kamu dek."Ucap Kak Marco sambil memberikan kartu atm pada adiknya itu.
"Irit irit ya kakak lagi krisis nih di perusahaan."Ucap Kak Marco padaku.
"Anak ini mulai cerewet ama kakak ya?"Ucapan Kak Marco bagai ditelan angin karena aku sudah berlari masuk ke dalam rumah.
"Ooo lega rasanya akhirnya aku di terima kerja juga."Ucapku sambil ku rebahkan diriku di atas kasur empukku dan tak terasa aku pun sudah terlelap.
Sampai sore Kak Marco pulang dari kantor ia tak melihatku karena aku masih tertidur dengan pulasnya.
"Mam,adek mana kok gak kelihatan sih?"Tanya Kak Marco yang penasaran karena ia tidak melihat ada uang yang keluar dari AtMnya.
"Benar benar deh tuh anak,masa uang di atm gak ada satupun yang dipake?Kemana dia?Kenapa gak ada di semua sudut rumah ya?"Ucap Kak Marco pada dirinya sandiri.
"Apa mungkin dia masih ngorok di kamar ya?"Tanya Kak Marco dalam hati.
"Ya udah aku samperin aja ke kamar sapa tau anak itu benar benar tiduran."Ucap Marco langsung melesat menuju ke kamar adik perempuan yang disayanginya itu.
Sesampainya di depan pintu diketuknya pintu itu sambil memanggil nama adik perempuannya yang sangat barbar,cerewet dan juga bawel pokoknya banyak deh.
__ADS_1
Kadang ia bersikap jutek kadang membuat kedua kakak laki lakinya itu gemas dan sangat merindukan semua tentang dirinya dan kelakuannya.
"Dek...!!Apa kakak bisa masuk?"Tanya Marco sambil mengetuk pintu itu.
"Ah berisik banget sih siapa tuh ganggu saja...!!"Serunya dari dalam kamarnya tanpa membuka pintu.
"Adek buka pintunya kakak mau bilang sesuatu."Ucap Kak Marco lagi buatku tak bisa melanjutkan tidurku.
Aku pun turun dari ranjangku dan menuju ke pintu dan membuka pintu itu dan lulihat kakakku yang paling cerewet masuk ke dalam kamarku itu.
"Adek kok malah tidur sih?Udah belanja keperluan adek belum?"Tanya Kak Marco pada Esy.
"Belum lah kak nanti besok pagi saja lagian aku mulai kerja di minggu depan loh kak?"Ucap Esy membela diri.
"Ayolah belanja sekarang biar besok kamu istirahat saja karena kita harus mempersiapkan hal lain lagi ya kan Dek?"Tawar Kak Marco padaku.
"Ya udah deh,"jawab Esy sambil tersenyum dan meraih tasnya hendak mengikuti kak Marco tapi di usir oleh Marco.
"Ada apa lagi Kak?"Tanya Esy dengan wajah kesalnya.
"Mama Adek bareng Kak Marco ke mall dulu ya mau belanja keperluan adek."Ucap Esy sambil mencubit pipi Marco.
" Belanja untuk apa?"Tanya mama Barbara langsung di peluk oleh Esy.
"Esy udah diterima kerja mam maaf baru bilang sama Mama karena tadi saat pulang dari wawancara,Esy sangat lelah dan langsung ketiduran di dalam kamar."Jawabku tanpa merasa bersalah.
"Ayo Dek kita berangkat...Mam Marco temani adek belanja ya Mam?"Ucap Marco sambil megecup pipi mamanya dan mereka pun pergi dari hadapan wanita setengah abad lebih itu.
"Ma kita berangkat ya?"Ujar Kak Marco dan kami pun melesat pergi dengan mengendarai mobil sport milik Kak Marco.
Kami pun melaju ke arah tengah kota dan aku benar benar menikmati semilir senja itu sambil sesekali tersenyum lebar.
Beberapa saat kemudian kami pun tiba di depan sebuah pusat perbelajaan besar itu yang aku tak tahu ternyata milik dari kedua kakak laki lakiku Kak Marco dan Kak Gian.
Tbc
__ADS_1