" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Ketahuan"


__ADS_3

☆♡Keegoisanmu membuatku terluka bye Author,01032022♡☆


Jadi kamu ingin membuat aku panas hati?Baiklah aku ikuti permainan kamu sayang.


Marco,kamu seorang pembohong besar,aku tak menyangka kamu menyembunyikan gadis pujaanku selama ini kamu tak tahu kalau aku menyukainya dari awal pertemuan kami...


Marco aku akan menghukummu,karena kamu telah menyembunyikan jodohku.


Ray masih saja meracau tak karuan dalam hatinya saja tentunya.


Ray melangkah ke arah meja yang berisi makanan dan minuman dan ia pun duduk di sofa itu sambil menatap tajam ke arah Esy yang masih bergelayut manja di lengan Marco,tapi itu semua tak membuat Ray bergeming karena ia sudah tahu yang terjadi sebenarnya.


Kak Marco pun melepaskan tangan Esy dan mendekati ke arah tempat duduknya Ray.


"Ray,selamat dan sukses ya akhirnya kamu meresmikan Real estate ini dan semoga sukses selalu kedepannya ya?"Ucap Marco sambil menjabat tangannya Ray Dirgantara.


"Terima kasih ya Marco,tapi sekarang hatiku lagi tak senang karena aku lagi patah hati nih...!!"Ucap Ray sambil memasang wajah datar dan dingin.


"Ada apa?Siapa gadis yang sudah membuat hatimu patah Ray?"Tanya Kak Marco sambil tersenyum.


"Tapi aku masih harus pastikan dulu apa benar cewek itu cocok denganku?"Gumam Ray perlahan.


"Ya kamu sebagai pria harus gercep dong kalau gak gercep kamu bisa kehilangan gadis yang kamu cintai."Ucap Kak Marco sambil tersenyum.


"Tapi Marco aku sangat mencintainya sejak pandangan pertama itu aku tak bisa memejamkan mataku,bahkan sehari saja aku tak melihatnya rasanya hatiku ini sangat sakit Marco."Ucap Ray sambil memegang dadanya.


Ray berpura pura sakit di dada karena yang ia tahu Esy adalah seorang dokter otomatis pasti ia akan memeriksanya.


"Kamu kenapa Ray?"Tanya Kak Marco panik.


"Dadaku ....dadaku sangat sakit..."Ucap Ray dan nyaris terjatuh di lantai untung saja Marco langsung memapahnya sehingga ia tak jatuh ke lantai.


"Adek tolong teman kakak...!!"Ucap Kak Marco sambil menggendong Ray dan membawanya ke ruangan pribadi milik Ray di sebuah ruangan yang sudah dipersiapkan untuk Ray.

__ADS_1


Dengan segera Esy mengeluarkan peralatannya yang selalu ia bawa di dalam tasnya.


Setelah Kak Marco meletakkan Ray di atas tempat tidur Esy pun memeriksanya secara cermat dengan stetoskop yang ia bawa itu.


"Adek periksa dulu ya Kakak keluar sebentar."Ucap Kak Marco sambil melangkah keluar dari kamar itu.


Esy masih saja memeriksa dada Ray dan ketika tangannya hendak mengancingkan kancing baju bagian atas tiba tiba tangan kekar itu memegang dengan sangat erat tangan mungil itu dan berkata "Bagaimana Bu Dokter apakah aku sakit jantung?"Ucapnya sambil tersenyum penuh rasa bahagia dan penuh kemenangan.


"Mas Ray kamu bohong ya sama aku?"Tanya Esy sambil mencoba melepaskan genggaman tangan dari Ray Dirgantara.


"Aku tak tahu kenapa aku begitu sangat ingin memiliki kamu Esy sayang.Please dengarkan aku dulu aku mencintaimu aku jatuh cinta padamu."Ucap Ray tegas tetapi tak dihiraukan oleh Esy gadis itu terus melangkah dan pergi dari ruang pribadi Ray.


"Adek,bagaimana keadaan teman Kakak...?"Tanya Kak Marco pada Esy.


"Iya beliau sudah sadar dan kak tolong antar Esy pulang ya Esy mau istirahat."Ucap Esy sambil memperbaiki tali tasnya.


Tiba tiba muncul Daniel dari arah belakang mereka.


"Esy,ayo aku antar pulang lagian rumah kita searah kan?"Ucap Dokter Daniel pada Esy yang sementara berbicara dengan Kak Marco.


"Daniel..."Ucap Dokter Daniel sambil menjabat tangan Kak Marco.


"Marco..."Ucap Kak Marco pada Daniel.


"Kami adalah teman sejawat di Dirgantara Hospital."Ucap Daniel sambil tersenyum pada Kak Marco dan mereka asyik berbincang dan tak tahu kalau sepasang mata sedang menatap tajam ke arah mereka bertiga.


"Kak,Esy sama Daniel pamit duluan ya?"Ucap Esy sambil mencium pipi Marco dan melambaikan tangannya pada Marco.


"Ayo Dan..."Ucap Esy pada Daniel.


Daniel pun hanya mengikuti langkah gadis itu.


Sepasang mata itu masih saja menatap tajam kepergian Esy dan Daniel,pria itu pun mengepalkan tangannya dan berucap."Aku punya rival baru lagi dan aku pastikan kalau pria itu takkan pernah menang apabila bersaing denganku.

__ADS_1


Ray Dirgantara saat ini emosinya tidak stabil tetapi ia berusaha untuk tetap tampil apa adanya dan ia berbisik pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjadi pemenang dalam pertandingan ini.


Baiklah kita tunggu dan lihat kira kira siapa yang akan memenangkan hatimu Esy,bidadari tak bersayapku.


Aku tahu apa yang akan aku lakukan dan ini adalah cara terbaik yang akan aku tempuh.


Ray Dirgantara kemudian berjalan mendekati Marco,keduanya pun larut dalam cerita yang panjang dan diakhir cerita Ray sudah tak sabar ingin bertanya perihal hubungan Marco dan Esy.


Ada hubungan apa antara Marco dan Esy?


"Mar,aku boleg tanya sesuatu?"Tanya Ray tak sabar.


"Iya tentu...apa yang mau ditanyakan?"Tanya Marco pada Ray.


"Aku ingin tahu hubungan antara kamu dan Esy?seperti apa?dan kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini padaku kamu gak tahu kalau aku sedang jatuh cinta pada gadis itu?"Ungkap Ray pada Kak Marco.


Marco yang sejak dulu menginginkan Ray jadi adik iparnya seketika terlonjak,bukan terlonjak karena kaget tetapi terlonjak karena Ray diam diam mencintai adik perempuan semata wayangnya itu.


"Apa aku gak salah dengar Ray?"Kak Marco balik bertanya pada Ray.


"Iya pendengaranmu masih bagus kan?"Ray balik tanya lagi.


"Masih sangat bagus malah."Jawab Kak marco membuat senyum tersirat di wajah Ray Dirgantara.


"Kàmu sembunyikan Malaikat tak bersayapku selama ini Marco kamu tahu gak kalau aku jatuh cinta pada adikmu iti adikmu itu telah meracuni pikiranku selama ini."Ucap Ray lagi.


"Tapi aku kan gak tahu kalau kamu mencintai adik perempuanku itu Ray,dan asal kamu tahu aku sih setuju setuju saja kalau kamu mencintai adikku hanya saja kamu harus berusaha keras mwnghadapi keras kepalanya itu,karena anak itu gak ingin terikat oleh apapun dan siapapun mungkin di rumah dia lebih dekat denganku dan ibuku tetapi kalau ia bersama Kak Gian waduh pusing aku Ray,mereka berdua selalu berseberangan dalam berpikir dan bertindak,aku harap kamu paham maksud aku."Ucap Kak Marco panjang lebar pada Sahabatnya yang sudah kadung cinta sama adik perempuannya yang arogan itu.


"Marco...aku harap kamu mau membantuku mendapatkan adikmu aku benar benar butuh bantuan orang yang benar benar dekat dengan adikmu itu,gadis itu sungguh membuatku tak tahan untuk selalu dekat dengannya."Ucap Ray lagi.


"Aku sih tergantung adikku karena yang menjalani hubungan kan kalian berdua bukan aku."Jawab Marco enteng.


*****

__ADS_1


To be continued


Bersambung ya guys


__ADS_2