" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Melamar Kerja"


__ADS_3

Jika Esok tak pernah datang apakah kamu akan selalu menungguku?


Sebuah tulisan tangan dari Esy tertulis di sebuah Diary yang merupakan tempatnya untuk curhat.


♡■□♡●○•°●○°•○•°~~○°•☆☆☆●○•°♡♡•°○●□■¤▪︎


Siang itu aku sedang duduk termenung di halaman belakang rumahku.


Aku tak memyadari kalau ada seseorang yang sudah menatapku dari tadi.


Entah Kak Gian ataupun Kak Marco aku tak tahu pasti yang pastinya aku merasakan ada seseorang menatapku dengan penuh kasih sayang.


"Adek...kok melamun lagi?Apa sih yang membuat dirimu seperti ini?Cerita sama Kakak siapa tahu kakak punya solusinya?"Tanya Kak Marco langsung duduk di sampingku dab membelai rambut panjangku.


"Esy gak mikir apa apa kok Kak?"Ucapku tanpa memandang wajahnya.


"Adek kesayangan kakak biasanya sangat ceria kok sekarang makin hari makin lain aja apa gerangan yang membuat adek kesayangan kakak seperti ini?"Ucap Kak Marco lagi sambil menjepit hidungku dengan jarinya.


"Ah kakak ini aku gak apa apa kok Kak tenang aja aku hanya lagi bingung mau kerja di mana?Udah lulus tapi ijazah gak kepake?"Ucapku jujur dan agak ketus.


"Oo,baiklah ternyata itu masalahnya ya yang membuat adikku sayang cemberut dan murung terus..."Ucap Kak Marco lagi.


"Iya Kak..."Jawabku tak bersemangat.


"Baiklah kalau begitu ini alamat sebuah Rumah sakit swasta yang merupakan milik sahabat terbaik kakak."Ucap Kak Marco sambil menyodorkan alamat sebuah Rumah Sakit swasta yang terkenal di kota X.


"Benaran Kak ini ada lowongan?"Tanya Esy tiba tiba penuh semangat dan penuh keceriaan.


"Iya Dek nanti masukin saja lamarannya karena mereka sementara ini membutuhkan Seribu Dokter dan perawat."Ucap Kak Marco.


"Kalau gitu adek persiapkan semua dokumen yang akan adek masukan lamarannya ya Kak?"Ucap Esy langsung pergi dari hadapan Kak Marco.


Setelah beberapa jam berkutat dengan semua dokumen yang ia punya akhirnya beres juga dan ia pun mempersiapkan diri untuk besok pagi pagi buta ja langsung ke alamat yang di kasih sama Kak Marco.


●○°•☆♡


Keesokan harinya masih sangat pagi Esy sudah bangun pagi pagi buta terus joging dan mempersiapkan diri.

__ADS_1


Ya mungkin dengan cara ini ia bisa melupakan semua masalah yang ia alami beberapa hari terakhir ini.


Setelah olahraga ia pun mandi dan mempersiapkan diri.


Setelah selesai ia pun pamit pada sang mama yang sedang memasak di dapur.


"Mam,Esy berangkat ya?"Pamit Esy sambil melangkah mendekati sang mama untuk minta restu.


"Lho kok belum sarapan sih nak?"Tanya Mama kaget melihatku ijin tanpa menyentuh sarapan yang sedang disiapkan mama padaku.


"Nanti aja nih lagi buru buru mam?"Jawabku sambil mencomot secuil roti yang sudah diolesi mentega di atas piring itu.


"Nggak nggak nggak kamu harus sarapan sayang kalau sakit bagaimana?"Tanya mama lagi nggak mau mengalah soal makan beliau selalu saja memaksa agar anak anaknya bisa sarapan.


"Baiklah...!!"Dengan terpaksa aku pun menurut duduk manis dan makan roti serta minum susu karena aku gak bisa makan makanan berat pagi pagi.


"Nah gitu kan anak mama gak kenapa kenapa di jalan serta semangat saat wawancara."Ucap Mama Barbaraku sayang Sambil mencium pipiku dan berkata "Semangat dan semoga di terima ya sayang?"Ucap Mama Barbara sambil tersenyum.


Ketika hendak ku langkahkan kakiku ke luar rumah tiba tiba sebuah suara bariton memanggilku lagi dengan nada yang sangat berat.


Sepertinya Kak Marco baru saja pulang olahraga.


"Kak antar ade ya sampai depan RS itu aja nanti pulangnya ade pake taksi saja."Pintaku pada Kak Marco yang langsung menggeleng geleng kepalanya tanda setuju.


"Baiklah gercep Dek ambil helm biar pakai motor saja."Ucap Kak Marco sambil tersenyum dan meraih kunci yang digantung pas diatas kepalaku.


"Kak mana helm nya?"Tanyaku pada Kak Marco yang sudah dongkol dari tadi karena aku lama mencari helm dan ternyata helm yang di cari terletak tepat diatas kepalaku karena awal tadi sudah ku pakai.


"Adekkkkk....Kakak jitak kepalamu nanti Dek kenapa kau bingung bingung Dek fokus tuh helm diatas kepalamu cintakuuuuuu?"Teriaknya dengan suara beratnya membuat mama sampai keluar dari dapur untuk melihat apa yang terjadi pada anak anaknya.


"Lho Marco ngapain marah marah sama anak mama?"Tanya Mama Barbara yang tak suka kalau aku diteriaki oleh Kakak Kakakku.


"Anu ... mam sewot amat sih sama urusan anak anak kalau dibelain terus gak bakal dapat kerjaan tuh anak duduk aja sana biar mama kamu menyuapimu sampai beruban tuh rambut."Jawab Kak Marco yang gak terima mama selalu memanjakanku.


"Ayo berangkat Kak...!!"Aku pun menarik tangan Kak Marco dan kami pun naik motor.


"Hati hati di jalan ya sayang sayangnya mama....?"Ucap mama Barbara sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada kami.

__ADS_1


"Tancap gas Kak...!!"Ucapku sambil memeluk erat Kak Marco dan motorpun melaju dengan kecepatan maksimal semaksimal niatku untuk melamar pekerjaan hari ini.


"Kak Marco...Rumah sakitnya jauh ya kak?"Tanyaku pada Kak Marco sambik tersenyum senyum membayangkan kakakku yang sedang memakai pakaian santai dan memakai sandal jepit mengantarku ke Rumah sakit tempat di mana aku akan melamar pekerjaan untukku.


"Gak jauh sih sabar aja ya?"Ucap Kak Marco sambil terus melajukan motornya dengan kecepatan maksimal.


Beberapa menit kemudian motor ya g kami tumpangi berhenti di sebuah Rumah Sakit besar dan gagah bangunannya di hadapan kami.


"Kak Marco,Kakak tungguin adek ya?"Biar irit ongkosnya..."Ucapku sambil meraih kuncinya untuk kubawa agar kakakku itu gak kabur.


"Loh sayang kakak kan harus kerja sayang?"Ucap Kak Marco lagi.


"Terus adek bagaimana nantinya?"Ucapku sambil memelas.


"Ya sudah kita pulang aja aku gak niat untuk melamar lagi."Sambungku sudah mulai uring uringan.


"Loh sayangnya kakak kok ngambek sih?"Tanya Kak Marco sambil memperbaiki anak poniku yang sudah mengenai mataku.


"Yuk sana nanti kakak tunggu disini."Jawab Kak Marco sambil mencari tempat nongkrong yang enak disekitar situ.


"Selesai wawancara miss call kakak ya sayang?"Ucap Kak Marco mengalah demi diri adiknya yang super super bawel dan emosian.


"Makasih Kakak...!!"Ku cium pipi kakakku terus akupun berlari ke dalam rumah sakit itu.


●○•°☆


Waktu pun menujukkan pukul Sepuluh aku baru selesai di wawancarai oleh tangan kanannya Presdir.


Seorang pria yang cukup tampan yang sedari tadi wawancara sangat senang melihatku tertawa ya karena gigi gingsulku yang sangat cantik ini.


"Dimana Kak Marco?"Tanyaku sambil menekan ponselku.


TBC


to be continued


Bersambung Guys

__ADS_1


__ADS_2