" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Sahabat??"


__ADS_3

Ku tepis semua bayangan semu yang ada dalam benakku.


Saat ini aku tak berharap apapun dari siapapun,entahlah aku malas untuk berpikir murni dengan pikiranku.


Ya itulah aku saat ini,semua kebaikan tentangku seakan pudar.


Yang ku tahu aku saat ini sedang berpikir keras bagaiamana caranya agar aku bisa kembali tenang seperti dulu.


Ketika sedang kalut dalam pikiranku yang tak tentu tiba tiba ponselku berdering.


Langsung ku reject panggilan itu,aku tak mau di ganggu saat ini.


"Ayolah Esy kita ini kan sahabat?Kenapa kamu selalu memojokkan dirimu seakan kamu menarik diri dari persahabatan kita yang sudah kita jalin selama bertahun tahun ini."Icha mencoba mengirimkan pesan singkat melalui messenger.


Tetapi aku hanya membacanya saja tanpa membalasnya.


Saat ini aku tengah duduk di belakang rumah kami yang sangat segar karena ibu dan ayahku petani sehingga banyak tanaman yang mereka tanam di belakang rumah seperti sebuah kebun mini yang indah di pandang mata.


**


"Adek... adek.... !!"Kudengar panggilan dari abangku yang kedua ya Bang Marco memanggilku mungkin sepatunya belum aku semir makanya kesukaannya seperti itu teriak teriak saja.


"Dek,sepatu kakak mana?"Ucapnya lagi tapi aku tak menyahutinya biarkan saja orang orang pada sibuk karena aku tak ingin sibuk aku benci dengan ayahku yang tak lagi menghiraukan kami bahkan ia lebih memilih tinggal di sebuah rumah baru dari pada tinggal bersama kami.


"Adek,"panggil Kak Marco yang sedari tadi bingung dengan sepatunya yang entah di mana?


Ternyata baru ku ingat kalau sepatu sebelah kirinya Kak Marco tersangkut diatas ranting pohon mangga aku yang melemparnya kemarin saking kesalnya aku pada Kak Marco.


Langsung saja aku melesat ke dalam rumah dan mengambil sapu ijuk untuk menurunkan sepatu Kak Marco.


Sekali pukul langsung jatuh ke tanah,tetapi sial sepatunya justru lecet akibat pukulan sapu ijukku tadi.


Mampus gue kalau sampai Kak Marco tahu.


Dengan segera aku mengambil semir sepatu dan menyemir sepatu itu hingga berkilau.


Dengan mengendap endap aku masuk ke dalam ruang keluarga dan ku temui Kakak keduaku itu sambil memberikan sepatu sebelahnya.

__ADS_1


"Nih sepatu kakak...!!"Ucapku sambil memberikan sepatu Kak marco dan aku langsung segera pergi dari hadapannya biar ia gak curiga kalau permukaan sepatunya lecet.


"Terima kasih adikku sayang...!!"Jawab Kak Marco sambil memasang sepatu itu di kakinya.


"Adek... Jangan lupa nanti sore jam Empat Kakak Jemput ya?"Seru Kak marco lagi.


"Mau kemana lagi Kak?"Tanyaku sambil mengunyah buah apel yang sementara aku kupas di tanganku.


"Lho katanya mau shopping kok lupa sih Dek?"Tanya Kak Marco heran.


"O iya maaf aku lupa..!!"Jawabku sekenanya karena memang aku lupa dan bahkan aku tak tahu kalau aku ada janji sama KAK marco untuk menemaniku berbelanja di mall.


"Ayo sana mandi terus makan,tuh ilernya masih nongol di pipimu Dek,anak perawan kok malas banget sih jadi orang?"Ucap Kak Marco membuatku malu dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk mandi dan gosok gigi.


Aku rasa perkataan Kak Marco ada benarnya juga,anak perawan tak baik bermalas malasan.


**


Selesai mandi aku pun berganti pakaian dengan pakaian kasual dan menuju ke meja makan untuk sarapan pagi.


Sebenarnya aku sudah memasukan beberapa lamaran ke perusahaan perusahaan di kota ini tetapi hingga detik ini belum ada panggilan sama sekali sehingga aku masih saja bersantai ria seperti sekarang ini.


"Esy,ayo berangkat kita hang out bareng yuk having fun bareng biar kamu gak suntuk mikirin dirimu yang tak karuan itu."Ucap Icha sahabatku sambil mendorong pintu ruang tamu dan nyelonong masuk secara tiba tiba.


"Aishhh kamu ini bikin aku kaget aja Cha,emangnya kamu punya tempat yang bagus untuk kita kunjungi?"Tanyaku pada Icha lagi.


"Iya dong,di sebelah barat kota ini ada sebuah bungalow baru yang baru saja di bangun oleh Papanya Dian dan Dian sebentar lagi akan menjemput kita kesana biar kamu jalan jalan juga kan katanya kamu lagi malas banget dan pengen cari suasana baru."Ucap Icha panjang lebar.


"Iya sih tapi aku sudah terlanjur janji sama seseorang."Jawabku tanpa memberi tahu siapa orang yang aku maksud itu biar Icha penasaran.


"Ah kamu gak asyik ah...kita kan sahabat... ayolah.."Ajaknya padaku seakan ia memaksaku untuk mengikuti semua kemauannya yang sedikit konyol itu.


"Sahabat?" Aku balik bertanya dan membuat mata Icha membulat.


"Iya kita kan sahabat... Kenapa kamu heran seperti itu?Emang apa kata kataku tadi ada yang salah?"Ucapnya sambil berdiri dan menjentikkan jarinya di dahiku.


"Kamu dan Dian itu sahabat aku emang aku salah ya?" Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Aku pikir kamu menganggapku..."Aku sengaja menggantung kalimatku untuk kulihat seperti apa responnya.


"Menganggapmu apa?"Tanyanya penasaran.


"Tuh kan penasaran kamu Cha?"Ucapku sambil ku sentil telinganya dan berkata " Aku pikir kamu menganggapku saudaramu Cha,ternyata salah kamu hanya menganggapku seorang sahabat."Sambungku lagi dan membuat ia reflek memelukku sambil berkata "Kalau kamu menganggapku saudara ya aku sangat senang dan aku juga menganggapmu saudaraku juga."Ucapnya sambil tersenyum dan memukul penuh rasa sayang di bahuku.


"Ayolah say kita berangkat sopirnya Dian sudah menunggu kita di depan."Ucapnya lagi.


"Tapi aku belum mandi Cha,aku mandi dulu ya?Gak lama kok?"Ucapku langsung berlari menuju kamarku dan masuk ke kamar mandi untuk mandi dan membersihÄ·an badanku.


Icha masih setia menungguku sambil merapikan ruang tamu dan kamarku.


Dirumahku memang tak ada asisten rumah tangga sehingga untuk mengerjakan pekerjaan rumah aku dan ibuku selalu mengerjakan bersama sama dan aku sudah terbiasa dengan hal itu hingga kini.


Selesai mandi aku pun berganti pakaian dengan pakaian santai dan meraih tasku di gantungan dan berlalu ke dalam kamar Kak Marco yang belum berangkat itu.


"Kak Marco?"Panggilku sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Iya Dek ada apa?"Sahutnya sambil membuka pintu dan melihatku kaget.


"Mau kemana Dek?"Tanya Kak Marco sambil tersenyum.


"Kak, minta uang."rengekku pada Kakakku yang kaget melihat penampilanku itu.


"Adek mau kemana?"Tanya Kak Marco sambil mengeluarkan segepok uang Seratus ribuan dari dalam brankasnya dan memberikannya padaku.


"ini belanjakan untuk keperluanmu."Ucapnya seraya memberikan uang itu padaku.


"Terima kasih Kak tapi ini sangat banyak Kak."Ucapku sedikit protes padanya yang selalu memanjakan aku dengan uang hasil kerja kerasnya itu.


"Uang kakak takkan habis kamu pakai Dek."Ucap Marco sambil tersenyum dan mengecup keningku dengan penuh kasih sayang.


"Maafkan Kakak ya belum bisa menemani adek jalan jalan dan shopping."Ujarnya lagi.


"Dan juga Dek kakak sangat berharap agar adek jangan terlalu memikirkan kelakuan ayah kita."Sambungnya lagi sambil menghela nafas panjang.


"Iya baiklah Kak,aku pamit ya Kak?"Jawabku sambil ku cium punggung tangannya dan pergi dari hadapannya.

__ADS_1


(MJA,Essy Kehi _DPS_ 28112021_15:12)


To be continued


__ADS_2