" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
Hari Yang di tunggu (Hari yang melelahkan)


__ADS_3

Akhirnya tiba juga....


Pagi pagi aku sudah bersiap siap...mandi dan berpakaian rapi...


Kalian tahu kan kalau hari ini Dokter Esy Herzegovina Danuwidjaya mulai aktivitas hari pertama.


Aku pergi sendirian dengan memakai taksi online yang sudah kupesan tadi.


"Hari ini aku harus tampil apa adanya seperti diriku yang sebenarnya."


Ketika sampai di halaman rumah sakit Dirgantara Hospital aku pun turun dan masuk ke bagian personalia untuk melaporkan diri kalau hari ini aku mulai bekerja.


Setelah melaporkan diri aku pun diantar ke tempat dimana ruanganku berada.


Di sana aku sudah ditunggu oleh seorang Perawat yang akan menjadi partner kerjaku.


"Hallo Bu Dokter...apa kabar?"Tanya suster yang bernama Chelsea itu.


"Hai juga Sus,senang bertemu dengan anda."Ucapku sedikit basi karena aku kesini bukan untuk bercerita atau bergosip ria tapi untuk bekerja.


"Mungkin ada hal penting yang mau disampaikan Sus?"Tanyaku pada Suster Chelsea.


"Sambil jalan ya Dok?"Ucapnya ramah sedangkan aku cuek cuek saja.


"Ooo ku pikir sambil berlari?"Ucapku datar membuat senyuman di bibir oerawat chelsea melebar.


Sepanjang pagi kita hanya duduk dan memeriksa pasien pasien di bagian ICU dan ruang anak anak itulah tugas tenaga medis.


**


"Dok,pasien bayi X mengalami peradangan pada paru parunya dan sempat koma tetapi setelah kita pantau dan evaluasi sekarang sudah berkurang sesaknya mungkin terapi apa yang akan kita pakai lagi untuk bayi X?"Suster Chelsea menjelaskan semua detail pasien pasien yang menjadi tanggung jawabku sekarang.


"Sebentar aku cek dulu keadaannya ya?"Ucapku sambil ku raih Stetoskop yang baru saja kugantung dan langsung melesat menuju ruang anak dimana bayi X di rawat.


Aku pun meminta ijin pada keluarga pasien untuk ku periksa.


Setelah ku letakkan stetoskop di dadanya ternyata masih ada suara mengi tetapi pelan pelan saja.

__ADS_1


"Sus bayi X therapi uapnya dilanjutkan,obat minumnya juga dilanjutkan karena bunyi menginya masih ada tetapi sudah sangat tipis dan kecil aku harap setelah ini ia sudah bisa pulang dan tolong ganti jadwal uap baby X ya?sehari dua kali cukup."Ucapku tanpa senyum sambil melangkah keluar dari dalam ruang perawatan itu.


Setelah aku berkeliling keliling bertanya semua pasien yang kutangani akhirnya tibalah waktunya untuk makan siang.


"Dok,kita istirahat dulu dan kita makan dulu ya aku takut mag aku kambuh."Ucap Suster Chelsea sambil membuka bekal makan yang ia bawa.


Ketika suapan pertama masuk dalam mulutnya tiba tiba pintu ruangan diketuk.


Dengan secepat kilat Suster Chelsea pun bangun dan membuka pintunya.


"Maaf Mbak mengganggu...!!"Ucap seorang pria paruh baya yang sementara berdiri di depan pintu itu.


"Nggak apa apa Pak,mari silahkan masuk."Chelsea mempersilahkan Pria itu masuk tetapi pria itu tidak ingin mengganggu makan mereka.


"Maaf ya Dok,hanya mau tanya kapan bayi saya bisa pulang ya Dok ibu saya lagi sakit gak ada yang jagain."Ucap pria itu yang merupakan ayah dari bayi X.


"Saya ayahnya bayi X,perkenalkan nama saya Anton."Ucap Pria itu lagi.


"Ooo Pak Anton jadi gini ya saya jelaskan sedikit biar Bapak paham mengenai bayi X kemungkinan besar sembuh itu ada tetapi butuh waktu 3 sampai 4 hari lagi karena kami masih observasi perkembangannya biar saat sembuh nanti penyakitnya itu tidak kambuh lagi Pak."Ucap Dokter Esy sambil memberi edukasi kesehatan sedetail mungkin agar dipahami oleh keluarga pasien.


"Jadi seperti itu ya Dok?"Ucap Pak Anton lagi.


"Makasih Dok ya saya pamit dulu nanti saya kembali lagi 3 hari lagi."Ucap pria itu dan ia pun pamit pulang.


**


"Dok,Pak Anton emang kayak gitu orangnya maunya cepat cepat pulang tau tau kambuh lagi penyakitnya ini udah yang kedua kali loh Dok?"Ucap Suster Chelsea pada sang dokter.


"Oo baiklah kamu lanjut makan ya?"Ucap Esy pada Perawatnya.


"Chel lanjut makan ya saya ke kantin dulu."Ucap Esy sambil meraih tas kecilnya dan berjalan ke arah kantin.


Setelah sampai ia pun memesan makanan yang akan ia makan.


Ia duduk di pojokkan kantin sambil bermain ponselnya.


"Silahkan menikmati makannya ya mbak?"Sapa seorang pelayan yang sementara meletakkan nampan berisi makanan pesanan Esy.

__ADS_1


"Makasih ya?"Ucap Esy pada pelayan itu dan ia pun ke wasfafel untul mencuci tangannya dan kemudian kembali ke tempat duduknya sambil menikmati makanannya.


Ketika sedang makan sekelompok perawat datang dan duduk di belakangnya sambil memesan makanan di kantin itu.


"Tahu gak kalau Pemilik Rumah sakit ini anaknya seorang CEO?"Tanya seorang perawat yang duduk tepat di belakang Esy.


"Gak taulah aku kan bukan tukang ramal.."Ucap perawat 2 sambil mencomot krupuk yang ada diatas meja itu.


"Kalau pun dia CEO emang kenapa?Kamu mengharapkannya?"Tanya perawat 1 lagi.


"Ya aku sih berpikir itu hal normal karena kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna harus memiliki rasa penasaran dengan sesuatu yang baru apalagi berhubungan dengan lawan jenis."Ucap perawat 2 lagi.


"Sudah sudah ayo makan dulu ntar keburu dingin tuh makanan."Ucap Perawat 3 menimpali.


"Iya bawel ayo makan."Ucap Perawat 4 sambil tersenyum.


"Eh kamu tahu gak kalau menurut cerita para senior tuh CEO dingin banget,mukanya gak ada senyum senyum,terus wajahnya aduhai sangatlah tampan,aku rasa hanya dengan berkhayal tentangnya aku sudah jatuh cinta deh sama CEO itu walaupun cuma halu hehehe...!!"Ucap Perawat 2 sambil mulai makan.


"Dan katanya lagi tuh CEO,untuk saat ini sedang bekerja pada perusahaan teman papanya sebagai pengawal pribadi anak perempuan teman papanya itu loh."Sambung perawat 4 lagi.


"Kok kamu tahu banget CEO itu?"Tanya semuanya bersamaan.


"Iya dong lagian aku yang mendengar secara langsung berita itu loh cin?"Ucap Perawat 2 lagi.


Mereka berempat pun makan sambil berdebat soal CEO anak dari pemilik Rumah sakit ini.


**


Setelah makan Esy pun membayar makanannya dan ia pun pergi dari sana.


Ketika hendak melangkah ke arah ruang kerjanya seseorang langsung menarik tangannya dan berkata"Tolong ibuku beliau sedang sekarat di tempat parkir."Ucap seorang pria remaja yang sangatlah tampan itu dan aku perkirakan umurnya baru menginjak 17 tahun.


Aku pun mengikuti langkah pria kecil itu.


Ketika tiba di tempat Parkir aku pun dengan segera menggendong wanita setengah abad lebih itu dan menidurkannya di atas alas kain yang sudah disiapkan anaknya tadi dan langsung aku melakukan CPR pada dada pasien tersebut sampai bantuan datang dari IGD.


"Terima kasih ya Kak?"Ucap anak tadi dan ia pun tersenyum.

__ADS_1


"Iya sama sama.Karena ibumu sudah ditangani di IGD aku pamit dulu ya?"Ucapku sambil melangkah pergi dari hadapan pria remaja itu.


To be continued


__ADS_2